oleh

Tiga Cara Membangun Cinta Kepada Nabi SAW ala Kaum Muda

Sebagai kaum muda tentunya harus tahu cara membangun cintanya kepada Rasulullah SAW. “Setidaknya ada tiga cara membangun cinta kepada Nabi SAW ala kaum Muda,” ungkap Konsultan dan Pemerhati Remaja, Fatmah Ramadhani, S.KM, dalam Kajian Online Remaja Cimanggis (KAROCIMA): Seberapa Greget Cintamu?(Cinta Nabi ala Milenials), Ahad (22/11/2020), via Zoom Meeting di Cimanggis, Depok.

Menurut Fatmah, tiga cara membangun cinta pada Rasulullah SAW yakni: Pertama, kenali sejarah kelahiran Nabi SAW, sang penakluk dunia dan perjuangan dakwah serta perjuangan beliau.

Kedua, menjadi follower Nabi SAW dengan cinta kepada nabi yang terkandung dalam surah Ali Imran ayat 31 yang artinya, “Katakanlah: ‘Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu. Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.’ Dan ittiba’ kepada Nabi.”

BACA JUGA:  LiniMuda Ramadhan Fest 2021 Ajak Generasi Muda Indonesia Makin Produktif

Ketiga, mencintai Rasulullah SAW melebihi cinta kepada diri sendiri. “Kami bersama Nabi SAW, sementara beliau memegang tangan Umar bin al-Khathab. Umar berkata, “Wahai Rasulullah! Sungguh engkau lebih aku cintai daripada segala sesuatu kecuali dari diriku sendiri.” Nabi SAW berkata, “Tidak bisa! Demi Allah hingga aku lebih engkau cintai daripada dirimu sendiri.” Maka Umar berkata,“Sesungguhnya mulai saat ini, demi Allah, engkau lebih aku cintai daripada diriku sendiri.” Nabi SAW bersabda, “Sekarang engkau telah benar wahai Umar.” (HR al-Bukhâri).

Ia pun mengutip hadits dari Anas bin Malik ra. menuturkan: Seorang Arab berkata kepada Rasul, “Kapan Hari Kiamat?” Rasulullah balik bertanya kepada dia, “Apa yang telah engkau siapkan untuk menghadapi Hari Kiamat?” Dia berkata, “Cinta kepada Allah dan Rasul-Nya.” Beliau bersabda, “Engkau bersama dengan yang engkau cintai.” (HR Muslim, an-Nasa’i, al-Bazzar dan Ibnu Khuzaimah).

BACA JUGA:  Perkuat Akhlak Anak, TBM Lentera Pustaka Ngabubu-Read Sambil Khatamkan Al Quran

“Mencintai Nabi itu istimewa karena mencintainya akan bersama beliau di surga,” jelasnya.

Di hadapan sekitar 20 remaja Muslimah, Fatmah pun merincikan tiga bukti cinta kepada Nabi SAW yaitu: Pertama, menjalankan sunnahnya dengan taat kepada risalahnya. “Yang termaktub dalam surah Al Hasyr ayat 7 yang artinya, “… Apa yang diberika Rasul kepadamu maka terimalah. Dan apa yang dilarangnya bagimu maka tinggalkanlah. Dan bertakwalah kepada Allah. Sungguh Allah sangat keras hukuman-Nya,” terangnya.

Kedua, membela syariahnya. Ketiga, melakukan amar maruf nahi mungkar.

BACA JUGA:  Perempuan Indonesia di Bidang Ilmu dan Teknologi Kelautan

Selain itu, menurut Fatmah, kaum muda pun harus menjadi follower yang setia kepada Nabi SAW. “Menjadi follower setia Nabi itu mempunyai empat syarat, yaitu mempunyai cita-cita berjumpa dengan Rasulullah SAW, melaksanakan risalahnya, membela Rasulullah dengan jiwa dan harta serta menolong syariatnya,” jelasnya.

“Serta buah cinta Nabi SAW termaktub dalam surah Al Anbiya ayat 107 yang artinya, “Dan tiadalah Kami mengutus kamu, melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi semesta alam,” jelasnya sambil membacakan ayat tersebut.

Dan dalam surah Saba’ ayat 28 yang berbunyi, “Dan Kami tidak mengutus kamu, melainkan kepada umat manusia seluruhnya sebagai pembawa berita gembira dan sebagai pemberi peringatan, tetapi kebanyakan manusia tiada mengetahui,” pungkasnya. [Ambarwati]

Komentar