oleh

Ridwan Kamil Akan Penuhi Panggilan Bareskrim Polri

BANDUNG – Gubernur Jabar Ridwan Kamil (Kang Emil) menegaskan bahwa sistem hirarki pemerintahan DKI Jakarta sebagai Ibu Kota Negara dan provinsi lain di Indonesia termasuk Jawa Barat itu berbeda. Menurut Kang Emil, DKI itu semua kepala daerah tingkat 2 berada langsung di bawah komando Gubernur, sedangkan Jawa Barat antara Gubernur dan Bupati atau Wali Kota sifatnya hanya koordinatif.

“Jadi banyak kegiatan yang berada di wilayah kabupaten atau kota di Jabar yang pengelolaannya ada di bupati atau wali kota, tidak ke Gubernur” katanya.

BACA JUGA:  Jabar Diproyeksikan Menjadi Daerah Percontohan Penanganan COVID-19

Hal itu diungkapkan Kang Emil dalam press conference di Gedung Sate, Kamis (19/11/2020), menanggapi pemanggilan Gubernur DKI Jakarta Anis Baswedan oleh kepolisian terkait pelanggaran protokol kesehatan dalam kegiatan Habib Rizik Shihab (FPI) di Jakarta dan Jawa Barat (Bogor).

“Namun sebagai warga negara yang taat hukum, Saya pun akan memenuhi kewajiban sebaik-baiknya memenuhi panggilan Bareskrim Polri besok (20/11/2020), untuk dimintai keterangan tambahan ya, bukan diperiksa. Saya akan ditemani Biro Hukum, karena pasti banyak pertanyaan yang berkaitan dengan peraturan Gubernur tentang protokol kesehatan dan kewenangan hirarki antara Gubernur, bupati atau wali kota” jelasnya.

BACA JUGA:  696 Investor Asing Siap Ikuti WJIS 2020

Perbedaan antara DKI dan Provinsi lain di Indonesia juga ada pada penanganan covid 19. Menurut Kang Emil, DKI itu hanya punya satu Satgas Covid sementara provinsi lain seperti Jabar memiliki lebih dari satu.

“Satgas di Jabar itu ada 28, yaitu masing-masing satu di 27 kabupaten kota, dan satu di Provinsi.” ujarnya.

BACA JUGA:  Jabar Diproyeksikan Menjadi Daerah Percontohan Penanganan COVID-19

Untuk perkembangan selanjutnya Kang Emil menuturkan akan menyampaikannya setelah memenuhi undangan Bareskrim Polri. []

Komentar

Berita lainnya