oleh

Perlunya Bimbingan bagi Masyarakat Digital

Mahasiswa seperti saya saat ini sudah sangat berbeda dengan mahasiswa pada jaman dulu dimana pola belajar hanya dilakukan secara offline atau tatap muka, namun sekarang tidak hanya tatap muka, kegiatan belajar-mengajar dapat dilakukan secara online, contohnya dengan menggunakan aplikasi Zoom, Google Classroom, Whatsapp dan yang semisalnya. Perlu di ketahui bahwa mahasiswa saat ini adalah masyarakat digital (digital society), masyarakat yang terlahir ketika teknologi sudah hadir dikehidupan mereka.

BACA JUGA:  Kenapa Ayah Tidak Pernah Menangis?

Kehadiran berbagai macam teknologi di satu sisi memang menawarkan berbagai kemudahan bagi para penggunanya, salah satunya yang sudah saya sebutkan diparagraf sebelumnya. Namun, di sisi lain, ketika penggunaan teknologi berkembang makin liar dan keluar dari batas-batas keadaban, risiko yang terjadi ialah munculnya keresahan dan bahkan tidak mustahil munculnya konflik yang nyata di masyarakat.

Di era perkembangan masyarakat digital, ketika informasi yang beredar di dunia maya nyaris tak terbatas dan tak terbendung, sebagian besar masyarakat umumnya tidak lagi bisa membedakan mana berita yang benar dan mana berita yang tak memiliki rujukan pada realitas yang nyata. Hanya karena kesamaan ideologi, kepentingan, dan kesamaan identitas sosial tertentu, masyarakat biasanya dengan mudah teperdaya dan memercayai begitu saja berita-berita yang sesungguhnya tidak benar dan menghasut.

BACA JUGA:  Munas MUI Menantang Pandemi?

Adrian Athique, dalam bukunya Digital Media and Society (2013) memaparkan berbagai implikasi yang timbul dari perkembangan teknologi informasi, internet, dan kehadiran media digital. Kehadiran media sosial yang berbasis internet dan gadget telah melahirkan masyarakat baru, yakni masyarakat digital yang sayangnya secara kultural masih belum didukung perkembangan kultural yang siap merespons perubahan sosial masyarakat.

BACA JUGA:  Musim Flu Datang Saat Pandemi, Persiapkan Diri

Untuk itu, masyarakat khususnya saya pribadi sebagai mahasiswa sangat membutuhkan bimbingan dan instruktur yang baik agar dapat menjadi masyarakat digital yang mandiri, cerdas, kreatif dan ‘melek’ teknologi.

(Farhan)

Komentar

Berita lainnya