oleh

Pengaruh Covid-19 Terhadap Bisnis F&B

Aurelia Zahira

Pandemi covid-19 di Indonesia pastinya mempengaruhi berbagai sektor usaha, salah satunya di bidang bisnis F&B (food and beverages). Kasus covid-19 masih terus meningkat di Indonesia. Sebelum munculnya covid-19, bisnis F&B ini adalah salah satu bisnis yang paling diminati masyarakat. Bagaimana tidak, makanan adalah salah satu kebutuhan primer manusia, dan juga bisnis ini tidak akan lekang oleh waktu, tetapi setelah munculnya covid-19, bisnis F&B pun ikut terkena dampak akibat penyebaran covid-19 di Indonesia.

Salah satu bisnis F&B, Coffeeshop di daerah Cinere, tepatnya di Cinere Resort Apartment. Owner dari coffeeshop ini, Rachmat Fauzan, bercerita kalau bisnis yang ia miliki masih tetap berjalan selama pandemi ini, walaupun disaat diberlakukannya PSBB, pengunjung yang datang ke coffeeshop ini sempat menurun, tetapi coffeeshop ini tidak berhenti disitu, Fauzan tetap membuka coffeeshopnya dan sekarang disaat PSBB sudah mulai dilonggarkan, pengunjung yang datang sudah mulai naik kembali seperti disaat awal coffeeshop ini dibuka.

BACA JUGA:  Serial Kartun Nussa Berhenti Produksi, Jutaan Anak Kehilangan Film Islami

Uniknya, disaat bisnis lain memanfaatkan pembelian secara online, coffeeshop ini belum bisa dibeli secara online, jadi hanya bisa beli ditempat saja. Walaupun demikian, coffeeshop ini tetap didatangi pengunjung setianya. Maka bagi masyarakat yang ingin mencoba membuka bisnis selama pandemi seperti ini, ternyata membuka coffeeshop adalah salah satu hal yang bisa dilakukan, Fauzan juga berkata bahwa modal yang dibutuhkan untuk membuka coffeeshop tergolong tidak terlalu mahal dibanding membuka bisnis F&B lainnya. Apalagi disaat pandemi seperti sekarang, banyak pekerja yang di PHK, ini adalah saat yang tepat untuk memulai bisnis kecil seperti coffeeshop yang satu ini.

BACA JUGA:  Wakaf dan Kapitalisme

Bisnis F&B lainnya adalah Gypsea yang berada di daerah Kemang, Jakarta Selatan. Gypsea adalah cafe yang menjual healthy food, dan cafe ini mempunyai design ruang yang sangat aesthetic dengan tema berwarna pink. Gypsea sudah dibuka sejak bulan Agustus 2020.

Owner dari Gypsea, Novita Sari bercerita bahwa Gypsea sempat mengalami penurunan pengunjung untuk dine in disaat PSBB, tetapi penjualan secara online mengalami kenaikan. Gypsea pun tidak tutup saat PSBB, karena mereka mempunyai beberapa client yang sudah berlangganan catering sehat di Gypsea.

Novita Sari juga bercerita kalau disaat pandemi seperti ini masyarakat pasti lebih mementingkan kesehatan, pas sekali dengan konsep cafe ini yang menjual healthy food. Maka dari itu Gypsea masih terus berjalan karena masyarakat berlomba-lomba untuk tetap sehat. Gypsea juga bekerja sama dengan beberapa sport community dan gym yang berada di area sekitar cafe Gypsea itu sendiri. Pandemi ini belum berakhir, semua masyarakat harus selalu menjaga kesehatan, ada banyak cara untuk tetap menjaga kesehatan, salah satunya adalah dengan mengkonsumsi makanan-makanan sehat.

BACA JUGA:  Dilarang Banyak Pikir Banyak Omong, Kenapa?

Pandemi covid-19 tentu mempengaruhi segala aspek dalam kehidupan, salah satunya terhadap bisnis di bidang F&B, tetapi seperti cerita para bisnis owner diatas, jika kita memiliki kemauan yang besar, bisnis yang kita miliki pasti akan tetap tumbuh. Walaupun covid-19 sangat merugikan, tetapi jangan sampai kita kehilangan bisnis yang kita sudah punya. Tetap semangat, dan selalu dukung bisnis disekitar anda.

*Aurelia Zahira/LSPR

Komentar

Berita lainnya