oleh

Peduli Keselamatan Pekerja UMKM, Mahasiswa UI Berikan Video Edukasi dan Bantuan APD

Di masa pandemi COVID-19, sebagian besar Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) masih beroperasi secara offline. Tingginya angka penularan COVID-19 serta minimnya pengetahuan menjadi risiko kepada pekerja UMKM untuk dapat bekerja dengan selamat dan sehat. Tak terkecuali pada UMKM di Desa Puspasari, Kecamatan Citeureup, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Oleh karena itu, mahasiswa program studi K3 FKM UI bergerak untuk melakukan penyuluhan Pengalaman Belajar Lapangan (PBL) di desa Desa Puspasari dengan memberikan edukasi mengenai protokol kesehatan di era new normal dan pembuatan APD. Kegiatan PBL yang dilakukan mendapatkan bantuan dari Universitas Indonesia berupa Dana Hibah Program Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Tahun Anggaran 2020.

Kelompok PBL ini terdiri dari 10 mahasiswa bersama pembimbing dari FKM UI, Indri Hapsari Susilowati, S.K.M., M.K.K.K., Ph.D., serta pembimbing lapangan, K. Triyanto, selaku Kepala Seksi Kesejahteraan Keluarga Desa Puspasari, Citeureup, Kabupaten Bogor. Mengutip perkataan Indri Hapsari (11/11), “Kegiatan PBL mahasiswa ini merupakan salah satu bentuk kepedulian mahasiswa untuk mencegah penularan COVID-19, tetapi juga mendorong keberlangsungan produksi dari UMKM dimana sebagian besar terdampak dari pandemi ini.”

BACA JUGA:  Tim Dosen HI UI Luncurkan Buku Diplomasi Ekonomi Indonesia di Kawasan Amerika Latin

Penyuluhan yang dilakukan dimulai dari memberikan edukasi mengenai protokol kesehatan, seperti menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat, mencuci tangan, menggunakan masker, menjaga jarak, tidak berjabat tangan, kurangi menyentuh peralatan kerja bersama, dan memastikan aliran udara dan sinar matahari di area kerja cukup. Selain itu, pekerja juga disarankan mengkonsumsi gizi seimbang, melakukan aktivitas fisik minimal 30 menit perhari, berjemur, dan istirahat yang cukup. Keselamatan di area kerja pun harus dipastikan aman dengan adanya aturan seperti larangan masuk bagi pekerja yang memiliki gejala COVID-19, pengecekan suhu tubuh, penerapan physical distancing, dan lainnya.

BACA JUGA:  UI dan Merck Dirikan Laboratorium Kolaborasi untuk Penelitian Life Sciences

Dalam melakukan aktivitasnya, pekerja UMKM diwajibkan menggunakan masker dan APD lainnya. Berdasarkan rekomendasi WHO, masker yang tepat terdiri dari 3 lapisan. Sebelum memakai masker, cuci tangan terlebih dahulu, lalu pasang masker menutupi hidung, mulut, dan dagu. Jangan memakai masker di bawah hidung atau di dagu, melepas masker di sekitar orang lain yang berjarak kurang dari satu meter, memakai masker bergantian dengan orang lain, dan memakai masker dalam keadaan rusak, longgar, kotor, basah, atau membuat sulit bernapas.

Selain itu, penggunaan face shield (pelindung wajah) juga perlu dipertimbangkan bila jaga jarak 1 meter tidak dapat dilakukan. Pemakaian face shield tetap harus digunakan bersamaan dengan masker karena penggunaan face shield saja kurang efektif untuk mencegah paparan virus. Kriteria face shield yang baik adalah yang menutupi seluruh bagian wajah hingga bagian samping wajah dan dagu, serta memiliki ketebalan minimal 0,3 mm. Tidak hanya itu, penggunaan penutup kepala juga perlu dipertimbangkan mengingat rambut merupakan salah satu sarana melekatnya virus COVID-19. Penutup dibutuhkan untuk mencegah rambut menghalangi penglihatan saat bekerja, mencegah individu menyentuh muka saat menyentuh rambut, dan mencegah rambut yang rontok dan mengganggu pekerjaan atau sebagai pembawa virus.

BACA JUGA:  Berdayakan Siswa SLB, FIA UI Latih Penciptaan Produk Kreatif dan Literasi Keuangan

Pemberian edukasi mengenai pencegahan penularan COVID-19 yang dilakukan mahasiswa FKM UI ini diakhiri dengan agenda serah terima bantuan APD berupa masker kain dan face shield kepada pihak Desa Puspasari. Harapannya, bantuan dan sosialisasi yang dilakukan dapat memberikan banyak manfaat, baik bagi mahasiswa sebagai pengalamannya dalam mengenal kondisi masyarakat khususnya di kalangan UMKM, maupun masyarakat Desa Puspasari agar dapat menerapkan protokol kesehatan dan pemakaian APD yang baik dan benar sehingga dapat bekerja dengan selamat, sehat, dan terhindar dari penularan COVID-19. (Anggi)

Komentar

Berita lainnya