oleh

Pandemi Bukan Penghalang Untuk Tetap Menuntut Ilmu

Oleh: Jefanya Sekar, LSPR

Jefanya Sekar

Apa kabar sobat muda di tengah pandemi Covid-19 ini? Semoga sehat selalu dan jangan lupa selalu mencuci tangan dengan air mengalir ya. Jika ada urusan diluar rumah, jangan lupa menggunakan masker serta membawa hand sanitizer dan pastinya tetap mentaati protokol kesehatan. Banyak sekali hal yang berubah karena pandemi Covid-19 ini, seperti hal nya dalam Pendidikan. Sebelumnya proses belajar mengajar dilakukan tatap muka secara langsung, namun kali ini karena angka kematian terus meningkat, maka sudah 7 bulan ini proses belajar mengajar dilakukan jarak jauh atau yang di sebut dengan E-learning.

Namun apakah cara yang diambil oleh pemerintah untuk mengurangi penularan Covid-19 ini juga efektif dalam proses pembelajaran jarak jauh? Banyak keluhan karena belum terbiasa dengan adanya online learning ini yang sudah berjalan kurang lebih 7 bulan. “Kalau diluar konteks academic, lebih banyak waktu buat dirumah ngapain aja pun bebas tapi merasa kayak ga terhubung dengan orang sekitar, kalau offline bisa sharing langsung dengan leluasa, namun saat online ini hanya bisa lewat virtual dengan koneksi internet yang terkadang ga memadai, jadi ya gabisa efektif juga,” ujar Jessica Emmanuelle (21) Mahasiswa Universitas Indonesia jurusan Psikologi, saat ditanya pendapatnya tentang E-learning ini.

BACA JUGA:  Mencari Sosok Guru Ideal

Sementara sisi negatif dari sistem pembelajaran daring salah satunya adalah tidak semua mahasiswa memiliki tingkat kepahaman yang sama. Bagi mahasiswa yang rajin dan mudah menyerap informasi maka cara belajar daring akan dengan mudah diresap, namun bagi yang kurang terbiasa dengan cara itu, kemungkinan akan kesulitan tidak hanya waktu menyerap perkuliahan berbasis daring yang disampaikan dosen nya tetapi juga keampuan beradaptasi dengan aplikasi teknologi yang digunakan dalam kegiatan belajar mengajar (KBM).

BACA JUGA:  Budaya Jabat Tangan Hilang Karena Corona, Apakah Masalah?

Lalu faktanya di lapangan, kewajiban belajar di rumah menjadi kendala serius khususnya mahasiswa dari kalangan yang kurang beruntung secara ekonomi. Banyak juga keluhan karena habisnya paket kuota internet. Inayah Nur (19) Mahasiswa LSPR Jakarta jurusan Mass Communication, mengatakan “Terkadang jaringan suka buruk dari wifi di rumah, saat dosen menjelaskan terputus-putus dan suka pas banget paket kuota internet abis jadinya takut ga paham sama materi yang disampaikan sama dosen” ujarnya.

Dengan itu dilansir di web kemdikbud.go.id, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Anwar Makarim meresmikan kebijakan bantuan kuota data internet tahun 2020, secara virtual, Jumat (24/09). Kebijakan ini diharapkan dapat membantu akses informasi bagi guru, siswa, mahasiswa, dan dosen dalam menjalani Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) selama masa pandemi.

BACA JUGA:  Musim Flu Datang Saat Pandemi, Persiapkan Diri

Nah maka dengan itu, tidak ada lagi alasan bermalas-malasan untuk tidak mengikuti proses E-learning ini, apalagi sudah ada bantuan internet dari Kemendikbud. Meskipun kita tidak tau pasti sampai kapan pembelajaran jarak jauh ini berlangsung, yang pastinya jangan patah semangat walau semuanya serba beda dari biasanya. Dan pada intinya pun tetap jaga kesehatan serta taati protokol kesehatan yang ada ya, karena semakin banyak orang yang mematuhi protokol kesehatan maka akan semakin cepat kita merasakan berkumpul lagi dengan teman-teman di sekolah maupun di perkuliahan.

Komentar

Berita lainnya