oleh

Nasib Literasi dan Pendidikan Dalam Negeri

Oleh: Dudi Supriadi

Literasi dan dunia pendidikan bagaikan dua sisi mata uang yang tidak pernah bisa di pisahkan, literasi menurut wikipedia adalah seperangkat kemampuan umum dalam membaca, berbicara dan menulis. Secara umum dari pengertian literasi, semua terhimpun dalam proses pendidikan sebagaimana proses pendidikan di dalam negeri.

Perpustakaan Nasional yang menjadi ikon letarasi dalam negeri berdiri dengan gagah dan menjadi bangunan pencakar langit dengan 27 lantai yang menjulang, kira-kira ketinggiannya tidak kurang dari 126,3 meter, berdiri di tanah seluas 11,975 meter persegi dan dengan luas bangunan 50,917 meter persegi. Perpustakaan ini di bangun dengan konsep Green Building lengkap dengan koleksi buku tiap lantainya. Dengan luas dan ketinggian tersebut akhirnya perpustakan Nasional masuk ke dalam 3 perpustakaan tertinggi di Dunia bersanding dengan Shanghai Library dari negeri tirai bambu China, W.E.B Bois Library yang berada di University of Massachussets Amherst.

BACA JUGA:  Literasi Numerasi, Apa Pentingnya?

Namun sangat di sayangkan predikat perpustakaan tertinggi tidak sejalan dengan peringkat literasi dalam negeri, Indonesia menempati peringkat ke-dua dari bawah masalah literasi ini, atau peringkat 60 dari 61 negara . Jika dilihat lebih dalam lagi setidaknya ada beberapa faktor yang mempengaruhi minat baca dalam negeri berdasarlan Indeks Aktivitas literasi Membaca (Alibaca) yang disusun oleh KEMENDIKBUD, faktor-faktor tersebut diantaranya kecakapan, akses, alternatif dan budaya. Dari ideks tersebut menunjukan bahwa sembilan provinsi di indonesia di ketegorikan “sedang” dalam literasi, dua puluh empat masih rendah dan satu provinsi masih sangat rendah .

BACA JUGA:  Masa Muda, si Anak Zaman yang Tak Ingin Tertinggal

Sejalan dengan tingkat literasi dalam negeri, tingkat pendidikan pun hampir sama nasibnya. Dari survey yang dirilis oleh Programme for International Student Assessment (PISA) Indonesia menempati peringkat 72 dari 77 negara atau peringkat ke-6 terbawah dan masih tertinggal oleh negara tetangga seperti Malaysia dan Brunei Darussalam. Salah satu yang jadi penilai PISA adalah tingkat membaca dari negara yang di survey

BACA JUGA:  Kaum Matik, Ingin Besar Lupakan hal Kecil

Mari kita sama-sama berjuang dalam meningkatkan literasi dan pendidikan dalam negeri, jadikan perpustakaan Nasional yang mendapat predikat perpustakaan tertinggi menjadi ikon literasi yang sebenarnya dan sama-sama wujudkan penididikan Indonesia supaya menjadi pusat pendidikan di Asia bahkan Dunia, kita semua berdo’a untuk itu semua, semoga..

Komentar

Berita lainnya