oleh

Musim Flu Datang Saat Pandemi, Persiapkan Diri

Oleh: Alya Pramesti Nurlitasari, Fakultas Kesehatan Masyarakat UI

Alya Pramesti Nurlitasari

Virus SARS-CoV-2 telah teridentifikasi sebagai penyebab wabah Coronavirus Disease 2019 atau biasa disingkat dengan COVID-19. Sejak ditemukan kasus pertama di kota Wuhan, China pada akhir tahun 2019 hingga saat ini, COVID-19 telah menyebar dengan sangat cepat ke lebih dari 190 negara dan teritori termasuk Indonesia. (1) Berdasarkan data Center for Strategic & International Studies (CSIS), Indonesia telah menggeser posisi Filipina sebagai negara dengan jumlah kasus COVID-19 terbanyak se Asia Tenggara dan terus mengalami peningkatan setiap harinya. (2)

Pertarungan Indonesia melawan COVID-19 masih jauh dari kata usai, namun musim flu telah datang menghampiri. Flu merupakan salah satu jenis penyakit musiman di Indonesia. Menurut dr. Endriana Svieta Lubis, penyakit flu sering menyerang masyarakat Indonesia terlebih pada saat musim hujan maupun pada saat pergantian musim (musim pancaroba). (3) Berdasarkan data Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), awal musim hujan di Indonesia dimulai secara bertahap pada akhir bulan Oktober, November, dan Desember 2020. Sedangkan puncak musim hujan diperkirakan jatuh pada bulan Januari dan Februari 2021. (4)

Dr. Mary Watson Montgomery, ahli penyakit infeksius Harvard-affiliated Brigham and Women’s Hospital menyatakan bahwa tidak dapat diperkirakan apa yang akan terjadi apabila pandemi COVID-19 dengan musim flu terjadi secara bersamaan. Namun dapat dipastikan bahwa seseorang dapat terinfeksi flu dan COVID-19 dalam satu waktu, dan individu yang telah sembuh dari penyakit flu belum tentu terbebas dari COVID-19. (5)

Flu dan COVID-19 merupakan jenis penyakit pernapasan yang disebabkan oleh jenis virus yang berbeda. (6) Coronavirus Disease 2019 (COVID-19) adalah sebuah penyakit jenis baru yang sebelumnya belum pernah teridentifikasi pada manusia. Penyakit ini disebabkan oleh virus Sars-CoV-2 dan merupakan penyakit zoonosis. Laporan kasus COVID-19 pertama berasal dari Kota Wuhan, Provinsi Hubei, China pada bulan Desember 2019. (7) Sedangkan flu disebabkan oleh virus influenza, baik virus influenza tipe A, B, maupun C. (6)(3)

BACA JUGA:  Dilarang Banyak Pikir Banyak Omong, Kenapa?

Berdasarkan CDC, kedua penyakit tersebut memiliki gejala yang relatif sama yaitu demam, batuk, sulit bernafas, rasa lelah, sakit tenggorokan, pilek, sakit otot, pusing, pusing, muntah, hingga diare. Namun pada beberapa pasien COVID-19, dapat ditemukan gejala kehilangan kemampuan indera pengecap dan penciuman. Kemiripan gejala yang dimiliki COVID-19 dan flu menyebabkan masyarakat sulit membedakan diantara keduanya. (6)

Sebagian besar orang mungkin menganggap penyakit flu merupakan hal yang sepele, karena pada umumnya penyakit ini dapat sembuh dengan sendirinya dalam kurun waktu 2-4 hari. (3) Namun nyatanya, influenza dapat menimbulkan komplikasi seperti ISPA (Infeksi Saluran Pernafasan Atas) dan apabila disertai dengan penyakit bawaan seperti hipertensi, diabetes, dan jantung dapat menyebabkan kematian. Ketua Indonesia Influenza Foundation (IIF), Prof. dr. Cissy B Kartasasmita SpAK, PhD menyebutkan bahwa influenza bertanggung jawab atas 2.000-4.000 kematian per tahun di wilayah Indonesia. (8)(9) Selain itu, penyakit ini dapat memberikan dampak kesehatan yang lebih besar apabila dibarengi dengan COVID-19. Dr Michael Matthay, profesor kedokteran di Universitas California, San Francisco, menyatakan bahwa apabila individu terinfeksi COVID-19 dan flu secara bersamaan dapat meningkatkan risiko kegagalan organ pernapasan menjadi semakin parah. (10)

Meski begitu, alih-alih khawatir dan panik dalam menghadapi musim flu di masa pandemi COVID-19, masyarakat dianjurkan untuk lebih mempersiapkan diri. Dr Sylvie Briand, direktur kesiapsiagaan bahaya infeksi dunia di WHO, menyatakan bahwa sudah terdapat vaksin, obat antivirus influenza, dan kegiatan kesehatan masyarakat yang dapat digunakan untuk meminimalisir angka kesakitan dan kematian akibat flu. (11) PBB juga sudah mendesak seluruh negara untuk memprioritaskan pemberian vaksin influenza tahun ini kepada para masyarakat yang rentan seperti petugas kesehatan, ibu hamil, anak-anak, usia lanjut, dan masyarakat yang memiliki penyakit bawaan. (12) Vaksinasi dilakukan minimal sekali dalam kurun waktu satu tahun untuk mendapatkan hasil yang maksimal. (13)

BACA JUGA:  Wakaf dan Kapitalisme

Selain itu, masyarakat juga disarankan untuk dapat terus menjaga kesehatannya dengan mengkonsumsi makanan yang sehat dan bergizi seimbang, istirahat yang cukup, penuhi kebutuhan cairan, lakukan olahraga secara rutin dan manajemen stress. (14) Di Indonesia, terdapat empat pilar gizi seimbang yang tercantum di dalam Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 41 tahun 2014 tentang Pedoman Gizi Seimbang. Empat pilar tersebut terdiri atas mengkonsumsi anekaragam pangan dengan proporsi yang seimbang, dalam jumlah yang cukup, dan dilaksanakan secara teratur, lalu membiasakan perilaku hidup bersih, melakukan aktivitas fisik, dan memantau berat badan secara teratur. (15) Dengan melakukan aktivitas tersebut, diharapkan imunitas tubuh dapat terjaga.

Terakhir, influenza memiliki metode persebaran yang sama dengan COVID-19. Dimana penyakit ini dapat ditularkan person-to-person melalui kontak dekat dengan pasien yang terinfeksi, droplet yang disebarkan oleh pasien yang terinfeksi pada saat berbicara, batuk, maupun bersin, kontak dengan sekresi pernapasan pasien, maupun melalui peralatan yang telah terkontaminasi oleh droplet. (16)(6) Maka dari itu metode pencegahan persebaran COVID-19 yang telah dicanangkan oleh WHO seperti physical distancing, mencuci tangan dengan rutin dan penggunaan masker juga berlaku untuk mencegah persebaran dari virus influenza. (6)

Dengan datangnya musim flu di masa pandemi COVID-19, masyarakat Indonesia seperti ditantang bekerja lebih keras untuk dapat menjaga kesehatannya meski diterpa badai secara bertubi-tubi. Oleh karena itu, menjaga kekuatan imun tubuh merupakan kunci penting untuk mencegah penyakit flu di masa pandemi sehingga dapat terhindar dari komplikasi yang lebih serius.

 

 

Referensi:
Susilo A, Rumende C, Pitoyo C. Coronavirus Disease 2019: Review of Current Literatures. Jurnal Penyakit Dalam Indonesia [Internet]. 2020 [cited 8 November 2020];7(1). Available from: https://ocw.ui.ac.id/pluginfile.php/2469/mod_resource/content/3/415-1924-1-PB.pdf.pdf
Southeast Asia Covid-19 Tracker | Center for Strategic and International Studies [Internet]. CSIS Center for Strategic & International Studies. 2020 [cited 8 November 2020]. Available from: https://www.csis.org/programs/southeast-asia-program/southeast-asia-covid-19-tracker-0
Lubis E. Apa Itu Influenza [Internet]. Prodia Occupational Health Institute. 2020 [cited 8 November 2020]. Available from: https://prodiaohi.co.id/apa-itu-influenza
Ridwan M. Prakiraan Musim Hujan Tahun 2020/2021 di Indonesia | BMKG [Internet]. BMKG | Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika. 2020 [cited 8 November 2020]. Available from: https://www.bmkg.go.id/iklim/prakiraan-musim.bmkg
COVID-19 and flu season: What to expect [Internet]. Harvard Health. 2020 [cited 8 November 2020]. Available from: https://www.health.harvard.edu/staying-healthy/covid-19-and-flu-season-what-to-expect
Similarities and Differences between Flu and COVID-19​ [Internet]. Centers for Disease Control and Prevention. 2020 [cited 8 November 2020]. Available from: https://www.cdc.gov/flu/symptoms/flu-vs-covid19.htm
Isbaniah F. Pedoman Pencegahan dan Pengendalian Coronavirus Disease (COVID-19) [Internet]. Kementrian Kesehatan Republik Indonesia; 2020 [cited 8 November 2020]. Available from: https://www.kemkes.go.id/resources/download/info-terkini/COVID-19%20dokumen%20resmi/2%20Pedoman%20Pencegahan%20dan%20Pengendalian%20Coronavirus%20Disease%20(COVID-19).pdf
Setyanti T, Djuwita R. Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Keparahan Influenza pada Pasien Severe Acute Respiratory Infection (SARI) di Rumah Sakit Sentinel Jakarta Timur Tahun 2011-2014. Jurnal Biotek Medisiana Indonesia [Internet]. 2020 [cited 15 November 2020];8(2). Available from: https://ejournal2.litbang.kemkes.go.id/index.php/jbmi/article/view/2722/1430
Ramadani A. Influenza Sebabkan Ribuan Kematian Setiap Tahun di Indonesia. Republika [Internet]. 2019 [cited 15 November 2020];. Available from: https://www.republika.co.id/berita/q1w05u328/influenza-sebabkan-ribuan-kematian-tiap-tahun-di-indonesia
Flu Season Looms And Scientists Wonder How Flu And COVID-19 Might Mix [Internet]. NPR. 2020 [cited 8 November 2020]. Available from: https://www.npr.org/transcripts/909000378
Episode #6 – Flu & COVID-19 [Internet]. Who.int. 2020 [cited 8 November 2020]. Available from: https://www.who.int/emergencies/diseases/novel-coronavirus-2019/media-resources/science-in-5/episode-6
Aziz S. Double virus trouble: When COVID-19 meets the flu season [Internet]. Aljazeera.com. 2020 [cited 8 November 2020]. Available from: https://www.aljazeera.com/features/2020/10/7/how-will-covid-19-affect-the-flu-season
Vaksin Influenza (Flu) Dinonaktifkan atau Rekombinan: Yang perlu anda ketahui [Internet]. CDC; 2015 [cited 8 November 2020]. Available from: https://www.immunize.org/vis/indonesian_flu_inactive.pdf
Flu Season and the Coronavirus: How to Prepare [Internet]. John Hopkins Medicine. 2020 [cited 8 November 2020]. Available from: https://www.hopkinsmedicine.org/health/conditions-and-diseases/coronavirus/flu-season-and-the-coronavirus-how-to-prepare
PERATURAN MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 41 TAHUN 2014 [Internet]. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia; 2014 [cited 8 November 2020]. Available from: http://hukor.kemkes.go.id/uploads/produk_hukum/PMK%20No.%2041%20ttg%20Pedoman%20Gizi%20Seimbang.pdf
WHO. Pencegahan dan Pengendalian Infeksi (PPI) untuk Novel Coronavirus (COVID-19) [Internet]. 2020 [cited 8 November 2020]. Available from: https://openwho.org/courses/COVID-19-IPC-ID/items/765vfMw39FCZaBJa104aohfamilydoctor.org

Komentar

Berita lainnya