oleh

Kegagalan Adalah Pembuka Kesuksesan

Bila hidup adalah kompetisi, maka berdakwah salah satu kompetisi juga. Kompetisi yang dimaksud adalah mencapai Ridha Allah dan menjadi yang terhormat di sisi Allah SWT. Jadi jangan pernah lelah dalam berdakwah karena berdakwah sama saja menggerakan seluruh potensi hidup untuk mengikuti kompetisi tersebut.

Kompetisi adalah cara yang terbaik yang mungkin semua orang akan mengapresiasi potensi-potensinya supaya mendapatkan kesuksesan. Karena itu, kita membutuhkan lahan kompetisi yang tak terbatas. Sebab, keterbatasan itu yang memungkinkan kita untuk membongkar seluruh potensi diri yang tersembunyi untuk meraih sebuah cita. Kompetisi ini yang akan nantinya melihat bagaimana peringkat presatasi seseorang.

BACA JUGA:  Sedekah, Obat Bagi yang Sakit

Peluang kegalalan dan kesuksesan dalam berkompetisi adalah sama. Kegagalan hal yang biasa. Kegagalan juga bukan persoalan untuk menghalangi diri untuk meraih impian. Banyak orang yang bilang katanya kegagalan itu kesuksesan yang tertunda. Kegagalan sendiri sudah menjadi tabiat hidup manusia. Karena itu, diri sendiri harus bisa memaafkan kegagalan yang udah terlewatkan.

BACA JUGA:  Ketika Fir'aun Panik Dengan Pulangnya Musa

Kegagalan dan kesuksesan itu soal waktu. Kapan? Tentu ada banyak rahasia dalam waktu, yang sering diri kita tak sadari. Yang terpenting adalah bagaimana kita menemukan waktu yang tepat untuk meraih impian tersebut. Kapan waktu itu datang? Ntah hanya firasat yang bisa membantu itu.. yang terpenting adalah bagaimana menempatkan kegagalan menjadi kesuksesan.

Mencapai kesuksesan itu sendiri ada tahapannya, tidak langsung jadi sukses tanpa adanya keinginan dan niat. Kesuksesan yang ada dipuncak diraih sesuai dengan kemampuan diri. Kesuksesan kecil yang diraih perlahan akan memberikan inspirasi untuk meraih yang lebih besar lagi.

BACA JUGA:  Ketika Fir'aun Panik Dengan Pulangnya Musa

Kunci kesuksesan adalah menemukan langkah pertama, bagaimana kita yang ada di kaki gunung bisa mencapai puncak gunung. Keseluruhan ini bermula dari pusat keunggulan diri. Bergerak diwilayah keunggulan itu yang memungkinkan kita menjadi lebih produktif. Produktivitas inilah yang akan senantiasa mengiringi jalan kesuksesan diri.

Safira Maudina

Komentar

Berita lainnya