oleh

Peran Komite Audit Untuk Efektivitas Audit Internal Syariah Di Perusahaan

Runtuhnya perusahaan besar seperti Enron dan Worldcom mengakibatkan penekanan pada audit internal. Dan efektivitas menjadi perkara penting bagi semua pihak yang berkepentingan dalam audit seperti klien, dewan direksi, manajemen puncak, dan auditor eksternal sehingga peran komite audit dalam suatu perusahaan menjadi penting.

AAOIFI menyatakan bahwa tanggung jawab komite audit adalah untuk meninjau audit internal dalam memastikan pengawasan yang memadai terhadap bank syariah, komite audit pun memantau pelaksanaan strategi yang ditetapkan manajemen. komite audit harus memiliki pengetahuan yang memadai tentang bisnis dan lingkungan yang diawasi sekaligus mengakui temuan auditor eksternal dan internal serta menilai masalah-masalah yang timbul.

BACA JUGA:  Pentingnya Etika Profesional Auditor

Secara umum, berbagai perilaku sosial ekonomi dan rekomendasi kebijakan juga kerangka teoritis merupakan hasil dari serangkaian pandangan umum. Sebuah wacana tentang ajaran Islam dapat membantu dalam memperjelas kerangka di mana prinsip akuntansi dan pelaporan Islam ditetapkan. Semua Muslim menganut dasar Tauhid yaitu hanya ada satu Tuhan, Allah SWT. Allah SWT menciptakan manusia dan menetapkan pedoman yang mengaturnya.

Ajaran islam itu bersifat komperehensif dan dilandaskan dengan ibadah. Dalam segala bidang ilmu, semua harus berlandaskan islam. Keterlibatan ajaran Islam telah memberikan kontribusi positif bagi independensi auditor internal syariah. Kode etik yang sesuai dengan nilai Alquran dan Tauhid adalah suatu keharusan bagi setiap Muslim. Dalam ajaran Islam, ada tanggung jawab ganda, yaitu tanggung jawab kepada Allah SWT dan sesama makhluk atau habluminallah dan habluminannaas. Ajaran islam menjadi jawaban paling sempurna dalam mencapai audit yang berkualitas.

BACA JUGA:  Peluang dan Tantangan Perbankan Syariah di Era Revolusi Industri 4.0

Efektivitas audit internal Syariah bisa dilihat dari seberapa berkualitasnya laporan keuangan mencapai sasaran dan patuh terhadap Syariah. Beberapa elemen yang memengaruhi efektivitas auditor internal Syariah di sektor pemerintahan Malaysia yaitu; dukungan, pelatihan, dan pegawai yang tidak memadai, juga tanggapan negatif manajer terhadap solusi yang disarankan auditor. Audit internal yang baik itu terdiri dari empat elemen yaitu; kualitas audit internal, dukungan manajemen, pengaturan perusahaan, dan karakteristik audit.

BACA JUGA:  Pengukuran Fungsi Audit Internal Syariah yang Efektif di Lembaga Keuangan Syariah

Dengan demikian, auditor yang efektif akan membantu organisasinya untuk mencapai tujuan perusahaan; di mana perusahaan tersebut harus memastikan bahwa auditor ini efisien dalam penciptaan nilai dan efektivitas. Dan komite audit lah mengatur dan mengangkat auditor internal di suatu perusahaan.

*Oleh : Rizky Luthfi Utomo Mahasiswa STEI SEBI

Komentar

Berita lainnya