oleh

Pentingnya Hand Sanitizer Selama Masa Pandemi COVID-19

Oleh: Angel Revalina, Mahasiswi LSPR Communication & Business Institute.

Angel Revalina

COVID-19 merupakan penyakit yang disebabkan oleh virus SARS-CoV-2. Penyakit ini pertama kali ditemukan di Wuhan, Tiongkok pada bulan Desember 2019. Penyakit ini mengganggu sistem pernapasan dan memiliki gejala awal yang bisa menyerupai gejala flu yaitu pilek, batuk kering, dan sakit kepala. COVID-19 dapat menyerang siapa saja, tetapi akan lebih berbahaya bila menyerang lansia, ibu hamil, dan penderita penyakit tertentu.

Maka dari itu, tentunya selama masa pandemi ini, kita harus menjaga kebersihan. Apabila kita sedang bepergian dan tidak menemukan air dan juga sabun, kita dapat menggunakan penyanitasi tangan atau yang biasa disebut hand sanitizer untuk tetap menjaga kebersihan tangan. Seperti yang kita ketahui, hand sanitizer adalah cairan atau gel yang digunakan untuk mengurangi bakteri di tangan. Terdapat dua tipe hand sanitizer, yang pertama adalah hand sanitizer gel dan hand sanitizer spray.

Hand sanitizer gel memiliki cairan yang lebih kental dibandingkan hand sanitizer spray. Jenis hand sanitizer ini memiliki kemasan dalam bentuk dispenser atau botol yang dapat dituangkan ke tangan. Cara pengaplikasiannya adalah dengan menuangkan gel dan meratakan ke tangan. Jenis gel ini tidak bekerja secepat hand sanitizer spray tetapi dapat mempertahankan keefektifannya lebih lama dibandingkan jenis spray karena jenis gel yang membutuhkan waktu lebih lama untuk menyerap pada kulit. Kemudian, hand sanitizer spray berbentuk cair. Jenis spray ini biasanya lebih dipilih oleh masyarakat karena lebih mudah diaplikasikan ke tangan karena bentuk kemasannya yang tinggal disemprotkan ke tangan. Jenis spray ini juga dapat bekerja lebih cepat dibandingkan jenis yang lainnya. Tetapi, walaupun lebih mudah diaplikasikan dan bekerja lebih cepat, jenis spray ini keefektifannya tidak dapat bertahan lama.

Meskipun keduanya memiliki kekurangan dan kelebihan masing-masing, jenis hand sanitizer spray dan gel sama-sama efektif untuk membunuh bakteri. Konsentrasi alkohol atau etanol yang dibutuhkan dalam bahan hand sanitizer agar dapat efektif membunuh bakteri adalah sebanyak 60% atau lebih besar. Namun, hampir semua produk hand sanitizer konsentrasi alkoholnya sudah melebihi dari 60%.

Kemudian, bagaimana cara kerja hand sanitizer? Produk hand sanitizer umumnya mengandung alkohol sebagai bahan utama. Secara kimiawi, alkohol merupakan molekul organik. Alkohol memecah protein, mengacaukan metabolisme sel atau bahkan membelah sel untuk menghancurkan bakteri. Semakin tinggi kandungan alkohol maka efektivitasnya semangkin meningkat dan dapat bekerja lebih cepat. Apabila konsentrasi dari alkohol melebihi 60%, alkohol dapat membunuh beragam bakteri dan kuman walaupun memang tidak bisa bekerja untuk semua kuman. Kelebihan dari menggunakan alkohol sebagai bahan utama dari hand sanitizer adalah bakteri yang dibunuh tidak bisa meningkatkan daya tahan, sehingga alkohol tetap efektif dalam membunuh bakteri.

Hand sanitizer dapat bekerja dengan efektif apabila penggunaannya benar. Berikut cara-cara penggunaan hand sanitizer :

  • Pastikan tidak memakai perhiasan di tangan.
  • Ambil hand sanitizer secukupnya pada salah satu telapak tangan.
  • Kemudian digosokkan ke telapak tangan yang lain.
  • Ratakan hand sanitizer ke seluruh permukaan tangan dan tunggu hingga mengering.

Di masa pandemi yang tidak ada akhirnya ini tentunya kita memiliki aktivitas yang tetap harus dilakukan di luar rumah, misalnya belanja bulanan atau hal-hal penting lainnya. Di kondisi seperti ini, kebersihan merupakan hal yang sangat penting agar kita dijauhkan dari virus Corona. Maka dari itu, walaupun kita berada di luar rumah, maka kita tetap harus memastikan bahwa tangan kita tetap bersih. Apabila kita keluar rumah, kita tidak akan selalu menemukan air dan sabun, maka dari itu kita harus menyiapkan hand sanitizer dari rumah, sehingga walaupun kita tidak menemukan air dan sabun di luar, kita tetap bisa membersihkan tangan kita.

Kuman ada dimana-mana dan bisa menyebar kapan saja dengan cara penyebaran yang berbeda. University of Maryland telah melakukan penelitian dengan meletakkan bakteri E. Coli di tangan para responden, ada yang membersihkan tangan menggunakan sabun cuci tangan dan air dan ada juga yang memakai hand sanitizer dan hasilnya jumlah bakteri yang tertinggal pada tangan yang dibersihkan menggunakan sabun dan hand sanitizer tidak berbeda jauh. Maka, jangan pernah lupa untuk membawa hand sanitizer ketika bepergian. Dengan menerapkan hal ini, maka kita telah turut ikut serta dalam menjaga diri dan menjaga orang di sekitar kita. []