oleh

Pembayaran Non Tunai untuk Mencegah Penyebaran Covid-19

Oleh: Devi Agwidya Ramadhania, Mahasiswi LSPR Communication and Business Institute Jakarta

Devi Agwidya Ramadhania

Saat ini, dunia sedang dikhawatirkan dengan adanya pandemi COVID-19 karena pandemi ini memberikan dampak yang besar ke berbagai bidang khususnya dalam kehidupan sehari-hari. COVID-19 yang disebabkan oleh virus corona baru (SARS-CoV-2) ini semula berasal dari Kota Wuhan, China, kemudian menyebar ke berbagai belahan dunia. Penyakit ini merupakan penyakit yang menyerang sistem pernapasan.

Vaksin untuk COVID-19 hingga saat ini belum ditemukan. Maka dari itu, terdapat berbagai protokol kesehatan yang digalakkan untuk mencegah penyebaran COVID-19. Namun, belum semua protokol kesehatan terimplementasi dengan baik dan menyeluruh. Bahkan, ada beberapa hal yang luput dari perhatian yang sebenarnya dapat memberikan pengaruh yang besar. Salah satunya adalah penggunaan uang tunai.

Masih banyak yang belum menyadari bahwa uang kertas yang selama ini digunakan sebagai alat pembayaran ternyata menyimpan banyak kuman dan bakteri di dalamnya. Menurut hasil riset dari NYU Center for Genomics and Systems Biology, uang tunai memiliki paling tidak sekitar 3000 jenis mikroba. Hal ini disebabkan karena permukaan dari lembaran kertas tersebut sudah tersentuh oleh berbagai pihak.

BACA JUGA:  Dilarang Banyak Pikir Banyak Omong, Kenapa?

Beberapa penelitian juga mengatakan bahwa virus corona dapat tersebar melalui permukaan-permukaan benda yang terkontaminasi, salah satunya adalah penelitian dalam The New England Journal of Medicine. Virus Corona dapat bertahan pada benda mati selama beberapa jam hingga beberapa hari tergantung kepada jenis dan bahan dari benda itu sendiri. Faktor lain seperti suhu atau kelembaban pun juga mempengaruhi.

Jika dikaitkan dengan fakta tersebut, apabila seseorang yang terinfeksi COVID-19 mengeluarkan droplets lalu kemudian droplets menempel pada permukaan uang tunai, bukan tidak mungkin orang lain yang menyentuh uang tersebut dapat tertular. Terlebih ketika orang itu lupa untuk mencuci tangan sebelum makan atau menyentuh area wajah.

BACA JUGA:  Serial Kartun Nussa Berhenti Produksi, Jutaan Anak Kehilangan Film Islami

Maka dari itu, di era pandemi yang mengharuskan kita untuk cepat beradaptasi dengan keadaan, kita dapat memanfaatkan perkembangan teknologi sebaik-baiknya untuk mencegah penyebaran COVID-19. Salah satunya adalah dengan menggunakan pembayaran non tunai.

Uang elektronik sekarang ini sudah terdiri dari berbagai jenis dan dapat digunakan di berbagai tempat. Untuk bisa menggunakan uang elektronik pun semakin mudah dan tidak selalu diperlukan persyaratan yang rumit, sehingga memudahkan bagi setiap orang untuk menggunakannya.

Di berbagai tempat mulai dari restoran hingga pusat perbelanjaan sudah banyak yang mengutamakan pembayaran non tunai dalam transaksinya. Bahkan ada juga yang menjadikan hal tersebut sebagai peraturan yang wajib dipatuhi bagi para pengunjung. Penggunaan uang elektronik dianggap lebih higienis karena kita tidak perlu saling bertukar uang yang membuat uang tersebut berpindah dari satu tangan ke tangan lain. Hanya dengan satu benda, kita dapat melakukan transaksi ke berbagai tempat. Tentunya dengan menggunakan satu benda ini kita tidak perlu terlalu khawatir karena kita dapat membersihkannya secara teratur dengan alkohol atau disinfektan.

BACA JUGA:  Wakaf dan Kapitalisme

Selain lebih higienis jika dipandang dari sisi kesehatan, transaksi melalui pembayaran non tunai dirasa lebih praktis dan cepat. Kita dapat melakukan pembayaran dari jarak jauh tanpa harus melakukan kontak secara langsung dengan orang lain. Penggunaan uang elektronik juga memberikan keuntungan lain karena biasanya dengan menggunakan uang elektronik akan lebih sering mendapatkan promo atau potongan harga.

Meskipun penyebaran COVID-19 melalui uang tunai bukan sebagai sarana penyebaran yang utama, tidak ada salahnya untuk menerapkan hal tersebut dalam kehidupan sehari-hari. Usaha untuk membiasakan diri menggunakan pembayaran non tunai apabila dilakukan dengan teratur diharapkan dapat membantu menekan angka penderita COVID-19. Karena sesuatu yang kecil apabila dilakukan dengan benar secara bersama-sama akan memberikan pengaruh yang besar. []

Komentar

Berita lainnya