oleh

Mengubah Produktivitas Menjadi Uang Saku di Masa Pandemi

Oleh: Alifa Zahra Bilantara, LSPR

Alifa Zahra Bilantara

Seperti yang kita ketahui, saat terjebak di rumah selama pandemi COVID-19, banyak masyarakat yang lebih memilih untuk menggunakan jasa pesan-antar untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Namun di sisi lain, juga banyak masyarakat yang justru melihat kegiatan #DiRumahAja sebagai peluang untuk terjun ke dunia bisnis, khususnya bisnis kecil makanan. Beberapa dari masyarakat ini memanfaatkan waktu produktivitasnya di rumah dan menjadikan kegiatan tersebut sebagai penghasilan tambahan.

Salah satunya Almira, seorang mahasiswi semester 3 di salah satu kampus Jakarta. Selain kesibukannya menjalankan pembelajaran jarak jauh, cara Almira menghabiskan waktunya semasa di rumah yaitu memasak dan bereksperimen dengan resep-resep makanan yang ia temui baik dari internet maupun resep keluarga. Salah satu makanan yang sukses ia buat adalah dimsum mentai. Awalnya, ia membuat makanan ini hanya untuk konsumsi pribadi dan keluarganya saja. Lalu setelah menyajikannya kepada keluarga, ia mendapat timbal baik yang bagus dan anggota keluarganya menyukai makanan tersebut.

BACA JUGA:  Budaya Jabat Tangan Hilang Karena Corona, Apakah Masalah?

Pada saat itu Almira berpikir bahwa bahan untuk membuat dimsum mentai terbilang sangat mudah dicari dan takaran bumbu mentai yang ia miliki cocok dengan lidah masyarakat. Untuk memastikan hal tersebut, ia memutuskan melakukan tes pasar dimsum mentai-nya kepada orang-orang terdekat. Setelah melalui beberapa percobaan dan melakukan kegiatan tes pasar, pada akhirnya di awal pertengahan bulan Ramadhan tahun ini, Almira memilih untuk membuka bisnis kuliner pada masa pandemi karena ini merupakan hal baru yang ingin dia coba dan tentunya yang ada di luar zona nyaman.

BACA JUGA:  Tetap Produktif Saat Pandemi Covid-19

Namun setelah ia menemui titik tengah dan pada akhirnya ia sukses menjual lebih 100 porsi dimsum mentai setiap minggunya. Untuk mempromosikan dagangannya, mahasiswi yang satu ini menggunakan sosial media seperti Instagram. Almira menggunakan desain yang unik dan up-to-date agar ia dapat memikat target pasarnya yaitu baik remaja maupun para pekerja kantor yang sedang melakukan Work From Home. Selain itu, tentunya cara klasik yaitu dari mulut-ke-mulut.

BACA JUGA:  Islam Lahirkan Generasi Gemilang

Almira mengaku bahwa awalnya ia sempat ragu untuk membuka bisnis kecil ini, karena kompetitor dibidang kuliner khususnya makanan mentai, sangat banyak. Tentunya itu termasuk kendala yang ia temui. Hal tersebut justru mendorong Almira berpikir secara kreatif dan memotivasinya untuk mencari jalan keluar. “Jadi harus muter otak gimana biar bisa stand out, disukain banyak orang, dan jadi top of mind!” ujarnya melalui wawancara telepon.

Dengan adanya COVID-19 dan keharusan untuk di rumah saja, bukan menjadi suatu alasan untuk kita dapat bermalas-malasan di rumah. Namun, banyak sekali hal baru yang dapat kita lakukan atau mendalami hal yang kita ketahui sebelumnya.

Komentar

Berita lainnya