oleh

Kurangnya Kesadaran Masyarakat dalam Menerapkan Physical Distancing

Oleh: Inggrid, mahasiswi LSPR

Sudah lebih dari 6 bulan pandemi Covid-19 melanda Tanah air. Jumlah kasus terkonfirmasi positif di Indonesia hingga kini masih terus mengalami peningkatan. Berdasarkan data dari laman covid19.go.id, hingga Sabtu (03/10/2020), jumlah pasien positif virus corona mencapai 299.506 orang.

Berbagai upaya guna memutus tali penyebaran corona telah dilakukan pemerintah, salah satunya yaitu penerapan physical distancing. Namun mirisnya, masih banyak masyarakat yang tidak disiplin menerapkan hal tersebut. Hal ini seringkali terlihat di jalanan, warung makan, cafe, hingga perkampungan, masih banyak yang berkerumun dan duduk berdekatan. Padahal bisa saja orang yang berada disekitar mereka sudah terjangkit corona tetapi tidak ada gejala atau biasa disebut Orang Tanpa Gejala (OTG) yang dapat menyebarkan virus kepada anak-anak bahkan orang lanjut usia.

BACA JUGA:  Seberapa Efektif Masker Kain Cegah Penyebaran COVID-19?

Hal ini juga disebakan banyak asumsi – asumsi yang terus berkembang seiring dengan berjalannya waktu, seperti virus corona yang eksistensinya diragukan, anggapan bahwa anak muda lebih kebal daripada orang tua, dan asumsi lainnya. Bahkan ada juga yang beranggapan jika sudah memakai masker berarti sudah menerapkan physical distancing tetapi masih melakukan kontak sosial.

Dikutip dari indonews.id, menurut Juru Bicara Pemerintah untuk Covid-19, Achmad Yurianto, mengatakan penerapan physical distancing saat pelaksanaan Car Free Day (CFD) di Jakarta masih terlihat banyak masyarakat yang lupa untuk menerapkan pysical distancing. Selain pelaksanaan CFD di Jakarta, Yuri juga mengatakan bahwa physical distancing juga masih belum diterapkan di sejumlah bandar udara (bandara), khususnya di Bandara Hang Nadim, Batam.

BACA JUGA:  Manakah Masker yang Paling Efektif untuk Cegah Virus Corona?

Kondisi paling parah terjadi di pusat perniagaan. Seiring mendekati lebaran, pasar diberbagai daerah diserbu masyarakat. Di Jakarta misalnya, kawasan di sekitar Pasar Tanah Abang ramai dipadati pedagang dan pembeli tanpa menjaga jarak sedikitpun. Padahal gedung pusat perbelanjaan saat itu masih ditutup akibat pandemi Covid-19.

“Peran masyarakat sangat penting dalam pencegahan dan penularan Covid-19 ini,” ujar Yuri seperti dikutip dari medcom.id. Ia juga menambahkan, masyarakat harus menjaga jarak baik di rumah maupun di luar rumah setidaknya lebih dari 1,5 meter. Maka dari itu, masyarakat harus mematuhi protokol physical distancing agar cepat berakhir. Ia mengharapkan masyarakat mau bekerja sama untuk menekan laju penyebaran Covid-19 ini dikarenakan tenaga dokter dan perawat yang terbatas.

BACA JUGA:  Jabar Terima 100 Ribu Floacked Swab HS-19 Buatan UI

Jadi, yang perlu dilakukan sekarang yaitu kita bersama-sama saling membantu untuk berusaha memutus rantai penyebaran virus ini. Kita harus sadar untuk saat ini physical distancing adalah cara yang efisien, walaupun memang kebijakan physical distancing ini banyak mempengaruhi kontak sosial kita untuk beberapa waktu ke depan. []

Komentar

Berita lainnya