oleh

#DirumahAja Jangan Jadikan Masa Pandemi Berlalu Sia-sia

JAKARTA – Sejak di kabarkan kasus positif COVID-19 di Indonesia semakin meningkat. Pemerintah meminta masyarakat Indonesia agar mengurangi aktivitas di luar rumah untuk mengurangi penyebaran COVID-19 di Indonesia. Penyebab meningakatnya kasus postif COVID-19 adanya kerumunan dan kurangnya social distancing, Orang yang tertular COVID-19 akan mengalami gejala ringan hingga sedang. Untuk menyembuhkan Orang yang tertular COVID-19 membubutuhkan penangan khusus.Sehingga Pemerintah menghimbau agar tetap di rumah.

Walapun mengisolasi diri dan membatasi untuk keluar rumah selama berhari-hari,banyak masyarakat yang belum tahu kegiatan positif selama di dalam rumah. Padahal banyak sekali kegiatan yang kita lakukan di rumah dapat menghasilkan ide yang kreatif, Berikut kita akan mewawancari seorang mantan tenaga kesehatan yang ketat sekali untuk tidak keluar rumah dan ingin mengetahui kegiatan apa saja yang di lakukan di dalam rumah sehingga sampai tidak mau untuk keluar rumah.

Renny Fariza merupakan mantan tenaga kesehatan sekaligus ibu dari 2 orang anak, Renny sudah 8 bulan tidak keluar rumah karena mempunyai prinsip protocol kesehatan yang ketat. Untuk memulai kebiasaan baru menurut Renny sangat tidak mudah di lakukan, apalagi untuk selalu tetap berada di rumah. Semua anggota keluarga dilakukan hanya di rumah saja, jadi akan lebih banyak waktu luang bersama orang yang dicintainya.

“Jangan jadikan masa pandemi berlalu dengan sia-sia, mulailah dari hal yang kalian suka, dengan hal yang kalian suka dapat membuat diri kita semakin berkembang dan kreatif untuk menghasilkan karya baru,” ungkap Renny dalam wawancara belum lama ini.

Menurut Renny, Pandemi ini telah menyadarkan untuk pentingnya hidup sehat. Banyak hal yang berubah saat pandemic, ketika semua anggota keluarga dari luar rumah, selalu menerapkan protokol kesehatan yang ketat sekali, Sesampainya di rumah, tidak ada yang boleh menyentuh apapun seperti di dinding,gagang pintu, semua barang-barang yang di bawa seluruh anggota keluarga saya, saya selalu menyediakan tempat untuk meletakkan barang yang mereka bawa.

“Setelah itu kami menyuruh semua anggota keluarga untuk masuk ke kamar mandi untuk membersihkan diri mereka masing-masing, untuk masuknya keluarnya kamar mandi saya yang membukakan pintu kamar mandinya agar steril. Pakaian di letakkan di tempat yang sudah di sediakan di dalam kamar mandi dan kami tidak akan mencampurkan pakaian dengan pakaian lainnya, kami memberikan cairan khusus pembunuh bakteri dan virus untuk di cuci bersama pakaian,” jelas Renny.

Dan begitu pula setelah membeli barang-barang kebutuhan rumah tangga, seperti air galon yang harus di cuci terlebih dahulu ataupun di lap dengan disinfektan, Mengenai pemakaian disinfektan juga dilakukan saat membersihkan rumah teruma benda-benda yang sering tersentuh, untuk rumah di semprot dengan disinfektan spray dan di pel dengan cairan disinfektan.

Selama kegiatan di dalam rumah pola pikir hidup seorang Renny tentang kesehatan tidak ada yang berubah,karena memang sudah menerapkan mengutamakan hidup sehat dan bersih.

“Pandemi ini telah menyadarkan kita pentingnya untuk hidup sehat, pandemi ini sudah menjadi takdir bagi kita untuk menjalani yang entah belum tahu kapan berakhirnya. Mengedukasi diri sendiri adalah kunci utama agar bisa nememukan jumlah orang yang tertular covid-19,” pungkasnya. (Feny Rachma Sari)

Komentar

Berita lainnya