oleh

Apakah Berita Berpengaruh bagi Kesehatan Kita saat Pandemi?

Oleh: Happy Angela, LSPR Communication and Business Institute

Happy Angela

Saat ini, mudah bagi kita untuk mendapatkan informasi. Berita ada di mana mana, kapan pun, dan berita dengan topik yang sama akan selalu diulang-ulang. Kita tidak perlu membeli koran untuk tau apa yang sedang terjadi di dunia saat ini. Hanya dengan satu ponsel dan koneksi internet, kita bisa mencari berita apapun, di mana pun, dan kapan pun.

Menjadi orang yang up-to-date mengenai apa yang sedang terjadi saat ini bukan masalah. Terlebih lagi, dengan keadaan dunia yang kondisinya sedang kurang baik. Yang menjadi masalah adalah ketika kita menjadi berlebihan. Apalagi dengan adanya pandemi COVID-19 ini, ada banyak artikel yang mengatakan betapa berbahayanya COVID-19.

BACA JUGA:  Harus Berjuang demi Hidup, Potret Rakyat yang Diabaikan

Ketakutan dan kecemasan yang dihasilkan dari mengonsumsi berita mengenai COVID-19 yang berlebihan dapat menyebabkan seseorang menjadi stress dan depresi. Hal itu dapat berujung pada penurunan kesehatan fisik orang tersebut.

Kita memang tidak bisa mengontrol penyebaran pandemi ini. Begitu juga dengan berita mengenai pandemi ini. Tapi, satu hal yang pasti, kita dapat mengontrol diri dan mengubah kebiasaan kita dalam mengonsumsi berita mengenai COVID-19. Ada beberapa cara untuk melakukan hal tersebut:

  • Batasi waktu untuk membaca atau menonton berita mengenai COVID-19 setiap harinya dengan maksimal dua sampai tiga kali sehari. Misalnya, sekali di pagi hari dan sekali sebelum tidur agar kita tetap update perkembangan COVID-19.
  • Pilihlah media yang terpercaya dan akurat. Gentingnya situasi saat ini membuat ada banyak berita simpang siur yang tidak diketahui kejelasannya. Oleh karena itu, kita harus selektif dalam memilih berita yang akan kita baca. Ada beberapa hal yang perlu kita cek sebelum mempercayai suatu berita. Yang pertama, kita harus mencari tau platform berita tersebut, apakah platform itu terpercaya dan akurat. Jangan sampai, kita termakan hoaks yang disebarkan di akun-akun media sosial. Yang kedua, kita harus mengecek sumber berita tersebut, apakah sumber berita tersebut berasal dari orang-orang yang terpercaya atau tidak.
  • Setelah membaca atau menonton berita mengenai COVID-19, carilah kegiatan yang membuat pikiran kita teralihkan, misalnya membaca buku, menonton film favorit atau mendengarkan lagu yang sedang naik daun agar kita tidak terlarut dalam berita mengenai COVID-19 yang kurang mengenakan.
BACA JUGA:  Mencuci Tangan Menjadi Tren Baru Pada Masa Pandemi Covid-19?

Pengaruh dari COVID-19 tidak hanya berdampak pada kondisi fisik saja, tetapi kondisi mental kita juga terdampak. Oleh karena itu, menghindari virus COVID-19 tidak hanya dapat dilakukan dengan menaati protokol kesehatan yang ada saja. Tapi, kita juga perlu menjaga pikiran kita dari overthinking mengenai COVID-19. Dengan begitu, kita baru bisa benar-benar terbebas dari dampak buruk COVID-19. []

Komentar

Berita lainnya