oleh

Yuk Kenali Beasiswa ICCR dari Pemerintah India

Sungguh sangat menantang melanjutkan studi S1, S2, maupun S3 di luar negeri. Pasalnya di sana akan dihadapkan dengan budaya, kebiasaan, adat, maupun agama yang berbeda. Jika berhasil menghadapi perbedaan itu semua, maka akan mendapatkan pengalaman yang mengesakan, wawsan yang luas, serta teman baru seperjuangan.

Perlu disiapkan segalanya untuk menuntut ilmu di negeri orang, mulai dari segi mental, wawasan,maupun dari segi materi untuk biaya hidup. Kepada yang memiliki keterbatasan materi tidak perlu khawatir, sampai saat ini masih disediakan berbagai macam beasiswa dari belahan dunia. Bahkan tidak sedikit yang menyediakan beasiswa sampai mengcover biaya hidup selama menuntut ilmu.

Salah satunya adalah beasiswa yang dikeluarkan oleh pemerintah India yaitu beasiswa ICCR (Indian Council for Cultural Relations). Beasiswa ini menyediakan kuota sebanyak kurang lebih 20 orang setiap tahunnya untuk warga negara Indonesia yang berminat melanjutkan studi ke India tentunya yang lulus melalui seleksi administrasi dan wawancara. Semua jurusan bisa dibiayai oleh beaiswa tersebut keculai yang berhubungan dengan medis.

BACA JUGA:  UNJ Gelar ICELS 2020: Sosialisasikan Pendekatan Baru Bahasa, Humaniora, dan Iptek Di Masa Covid-19

Biaya yang dicover oleh beasiswa tersebut meliputi biaya hidup bulanan (Living allowance), UKT (Uang Kuliah Tungal), akomodasi, biaya untuk pembelian buku, biaya untuk penelitian, kesehatan, visa dan biayaa untuk ICCR Winter dan SUMMER Trips

Perlu diperhatikan bahwa beasiswa ini tidak termasuk biaya keberangkatan dari Indonesia ke India ataupun sebaliknya (perpulangan). Disarankan untuk awardee beasiswa ini menyiapkan biaya tersebut, serta menyiapkan biaya hidup untuk 2 bulan pertama, karena pengeluaran di dua bulan pertama biasanya agak besar.

BACA JUGA:  UPH Percepat Transformasi Digital bagi Siswa dan Guru

Untuk dokumen yang diperlukan untuk melamar beasiswa ini tidak jauh berbeda dengan beasiswa pada umumnya yaitu ijazah atau transkip nilai (IPK minimal 2,75), CV dalam berbahasa Inggris dengan menyertakan email dan No HP, Riwayat pendidikan terakhir, surat keterangan bebas AIDS, surat rekomendasi, sertifikat bahasa Inggris (TOEFL atau IELTS)

Sertifikat TOEFL ataupun IELTS bersifat tidak wajib, karena ada beberapa awardee beasiswa ini yang pada saat pendaftaran tidak mencantumkan sertifikat TOEFL ataupun IELTS. Namun perlu dipikirkan bahwa ini menjadi nilai plus, juga perlu dipikirkan jika hidup di negeri orang maka bahasa yang digunakan bukan bahasa kita. Kemampuan bahasa Inggris sangat diperlukan untuk mendaftar beasiswa ini.

BACA JUGA:  UNJ Gelar ICELS 2020: Sosialisasikan Pendekatan Baru Bahasa, Humaniora, dan Iptek Di Masa Covid-19

Perlu diketahui bahwa pendaftaran dilakukan secara daring di situs resmi beasiswa ini. Sebelum melakukan pendaftaran, diharuskan untuk membuat akun terlebih dahulu yang nantinya akun tersebut digunakan untuk mengisi data-data yang sesuai dengan dokumen.

Biasanya beasiswa ini dibuka pada akhir November sampai pertengahan Febuari untuk memasukan berkas administrasi. Minggu ke-empat Febuari adalah pengumuman kandidat yang lolos seleksi administrasi. Kemudian yang lolos seleksi administrasi dilanjutkan ke tahap wawancara personal pada bulan Maret Minggu pertama.

Menurut kedutaan India yang ada di Jakarta, kriteria penilaian dilihat dari 3 aspek yakni kemampuan akademisi, kemampuan bahasa Inggris dan kemungkinan berhasil belajar di luar negeri.

*Disusun oleh Delis Nurhasanah (Mahasiswa STEI Sebi) dari berbagai sumber.

Komentar

Berita lainnya