oleh

Peningkatan Sektor UMKM Lokal dengan Sistem E-Commerce

Perkembangan yang pesat dalam bidang teknologi dimasa kini, memberikan banyak keuntungan dan manfaat untuk meningkatkan ekonomi masyarakat dengan jual beli online. Dengan menggunakan satu benda yaitu smartphone, kita dapat membeli barang di aplikasi jual-beli online tanpa harus keluar rumah. E-Commerce yang semakin banyak digunakan oleh masyarakat untuk keperluan transfer, akan memperluas jaringan UMKM lebih besar dari sebelumnya. Pusat Studi Kemanusiaan dan Pembangunan (PSKP) menyelenggarakan diskusi webinar dengan tema Peningkatan Sektor UMKM Lokal dengan Sistem E-Commerence. Webinar ini menghdirkan sejumlah narasumber yang ahli dalam bidangnya. Antara Lain: M. Fajrian Noor (Perwakilan dari Tim LatihID). Kemudian dari sisi akademisi Arif Darmawan Dosen FE Universitas Lampung. Diskusi ini juga dihadiri oleh Efriza (Direktur PSKP) sebagai pemantik dalam webinar ke-12 ini.

Memulai diskusi, Efriza menyampaikan bahwa UMKM memiliki konstribusi dalam pengembangan ekonomi di suatu negara. Bedasarkan data Hasil UMKM 2001, penyerapan tenaga kerja yang cukup akan mendorong pengurangan angka kemiskinan dan meningkatkan penyerapan tenaga kerja. Adanya dampak pandemik yang membuat sejumlah masyarakat kehilangan pekerjaannya dan membatasi gerak masyarakat, memunculkan sebuah solusi dimana UMKN harus dialihkan ke sisitem E-commerence. Hal ini akan berdampak kepada penggunaan barang dan jasa menggunakan sistem internet. Pembayaran yang tidak harus pergi ke bank atau pun sejenisnya dan mengurangi gerak masyarakat untuk keluar rumah.

Menurut Arif Darmawan, sistem E-commerce pada pandemik ini menuntut masyarakat untuk merubah pola dalam bidang UMKM. Bedasarkan data didapatkan fakta bahwa presentase Usaha mikro di Indonesia sangat besar bila dibandingkan usaha makro. UMKM pun didalam perjalanannya mempunyai permasalahan tersendiri, salah satunya adalah permasalahan dalam usaha mikro terkait dengan keterbatasan modal dan kepemilikan badan hukum yang jelas, pajak, legalitas dan keamanan menjadi satu hal yang akan mengancam UMKM dimasa depan, Hal ini ditambah dengan rendahnya kesadaran masyarakat untuk membayar pajak, serta kurangnya inovasi untuk mengembangkan usaha, pendapatan yang tidak terlalu memadai dan pendidikan yang tidak terlalu tinggi. Hampir seluruh aktivitas dan waktu kita digunakan untuk mengakses media sosial.

BACA JUGA:  Dian Sastro Kunjungi Mahasiswa dan Pelajar Secara Daring Melalui M-Class

Ketergantungan masyarakat khususnya Indonesia terhadap media sosial menjadikan peluang bagi UMKM untuk mengembangkan pasarnya. E-commerce sendiri merupakan konsep pertukaran barang/jasa dengan menggunakan teknologi internet. E-commerce mempunyai ruang fisik yang terbatas,namun secara virtualnya semakin besar. Pemakaian E-commerce akan memberikan efisiensi dalam biaya dan waktu dan melatih kecakapan dan skill dalam menggunakan teknologi.

BACA JUGA:  Kemenperin Beri Pelayanan Sertifikasi SNI Industri Sepeda Nasional

Bedasarkan hal ini pula maka UMKM akan memiliki banyak keuntungan efisiensi biaya dan waktu, serta memunculkan inovasi dan dalam produknya. Dengan adanya kemudahan ini memunculkan beberapa market place komersial seperti shopee, tokopedia, bukalapak, dan lazada, dan beberapa e-commerce sosial lainnya. Data menyebutkan bahwa shopee merupakan platform terbesar yang sering digunakan dalam belanja online. Dengan adanya gratis ongkir dan beberapa tawaran lainnya menjadikan masyarakat ketergantungan dan terus berbelanja. Dalam prakteknya, e-commerce akan menerima pembayaran kartu kredit, pembayaran penjualan iklan, dan penjualan saham.

Munculnya beberapa platform terkenal ini akan menjadikan UMKM tidak berkembang bila tidak didukung dengan inovasi dan kreasi. Fajrian mengatakan bahwa melihat UMKM menjadi tulang punggung perekonomian Indonesia serta pasar yang persaingan yang kompetitif, maka UMKM perlu program pelatihan untuk meningkatkan talenta. LatihID hadir sebagai salah satu platform yang menyediakan jasa tersebut. LatihID sendiri merupakan salah satu platform gratis dan anda; yang menyediakan pelatihan daring bagi usaha mikro, kecil dan menengah untuk meningkatkan skill dan kompetensi kapan saja dan dimana saja, serta pengetahuan bagaimana agar tetap bertahan di situasi perkembangan teknologi yang semakin pesat. LatihID mempunyai 4 program LatihID Modul, LatihID Talks, LatihID PETA, dan LatihID Workshop. Program yang ada ini juga akan menggabungkan bagaimana relasi antara UMKM dan E-commerce yang akan menjadi perpaduan yang efektif dalam meningkatkan UMKM.

BACA JUGA:  Jelang Munas V(irtual) Hidayatullah Gelar Berbagai Acara

Relasi antara UMKM dengan E-commerce pada era ini tidak dapat dipisahkan. Dengan demikian kemajuan teknologi dapat dimanfaatkan pelaku UMKM untuk memasarkan dan mengembangkan bisnis nya melalui E-commerce sehingga menciptakan inovasi produk/jasa agar terus diminati para konsumen. Konsumen juga akan melirik E-commerce untuk membeli barang/jasa dengan menawarkan sistem pembaayaran elektronik dengan berbagai cara. Era yang serba instan ini akan menjadi kebiasaan masyarakat dimasa depan.

*Pusat Studi Kemanusiaan dan Pembangunan

Komentar

Berita lainnya