oleh

Merangkul Milenial, Kenali dan Pahami Karakteristiknya

Oleh: Bang San, pembina di Youth Journalism Indonesia

Tak lama dari sekarang, generasi Y atau yang lebih kita kenal dengan generasi milenial akan segera menjadi angkatan kerja terbesar di Indonesia. Berdasarkan data BPS, di tahun 2016 saja dari total jumlah angkatan kerja di Indonesia yang mencapai 160 juta, hampir 40% di antaranya tergolong milenial – sebesar 62,5 juta. Terbanyak kedua setelah generasi X yang mencapai 69 juta, dan jauh di atas generasi baby boomers yang hanya tersisa 28,7 juta.

Sebagai seorang yang banyak berinteraksi dengan generasi milenial dalam hal pekerjaan, saya kerap mendapatkan pertanyaan bagaimana bisa membentuk dan mempertahankan etos kerja yang baik dengan generasi yang dikenal dengan sifatnya yang mudah bosan ini.

Dan jawaban saya cuma satu, pahami mereka lalu coba beradaptasi dengan kebiasaan mereka. Jangan paksa mereka yang beradaptasi dengan kebiasaan kita para generasi X dan baby boomers.

Berikut adalah beberapa garis besar ciri karakter dari generasi milenial;

1. Action speaks louder than words!

Generasi milenial lebih suka pemimpin yang memberi contoh atau teladan dalam bekerja. Terlalu banyak aturan yang kaku dan kurangnya transparansi dalam lembaga, perusahaan maupun organisasi akan membuat milenial tidak betah. Mereka lebih menyukai leader yang bisa berperan sebagai sebagai mentor, dibanding sekedar seorang atasan yang memberi perintah.

BACA JUGA:  Kenapa Ayah Tidak Pernah Menangis?

2. Screw the hierarchy!

Generasi milenial tidak mempedulikan hierarki dalam bekerja, hierarki bagi generasi milenial hanya sekadar formalitas yang diperlukan untuk struktural sebuah lembaga, perusahaan atau organisasi. Dalam bekerja, mereka lebih menyukai kolaborasi tanpa perlu segan saat bekerja atau tanpa merasa sungkan bertukar pikiran dengan leader-nya.

Jangan pernah menerapkan aturan hierarki yang kaku seperti bawahan harus selalu mematuhi atasan, berikan mereka ruang lebih untuk berkreasi serta tidak menutup pintu terhadap kritik dan ide-ide baru. Atau mereka akan segera say goodbye.

3. Challenge accepted!

 

Generasi milenial sangat menyukai tantangan dalam bekerja! Jangan berikan mereka pekerjaan rutin yang itu-itu saja dalam jangka waktu yang cukup lama. Sifat generasi milenial yang mudah bosan justru menjadi poin positif saat kita melihatnya sebagai generasi penyuka tantangan. Berikan mereka tantangan kerja yang lebih dengan mempercayakan tugas-tugas yang menurut anda sebaiknya diberikan ke generasi X atau generasi baby boomers, lalu lihat hasilnya. Anda akan terpana!

BACA JUGA:  Perlunya Bimbingan bagi Masyarakat Digital

4. Work hard play hard!

Pada satu kesempatan, anda mungkin akan menemukan mereka membuka game online pada saat jam kerja atau mengerjakan tugas. Atau ketika ada tugas yang harus dibawa pulang, mereka tak langsung mengerjakannya dan memilih lebih dulu hang out di kedai kopi.

Pada kesempatan lainnya, anda akan mendapatkan mereka seolah bermain-main dalam bekerja. Memainkan beberapa game ringan bersama rekan atau lainnya.

Suasana di Google Office Cambridge. (Istimewa)

Tahukah anda bahwa perusahaan google sengaja menyediakan fasilitas untuk generasi milenial “bermain-main” saat bekerja? Google sangat memahami bahwa mereka bukan sedang bermalas-malasan! Pahami ini sebagai bentuk relaksasi mereka dari kejenuhan bekerja atau banyaknya tugas yang diberikan. Generasi milenial sangat suka bekerja keras dan berpikiran positif.

Berdasarkan penelitian yang dibahas di World Economic Forum 2017, 43% dari mereka yang disebut pekerja keras adalah generasi milennial, sedangkan 57% lainnya adalah Generasi X. Sebanyak 70%-nya optimis terhadap masa depannya.

BACA JUGA:  Waspadai Kemungkinan Gangguan Penglihatan Akibat Radiasi Gadget di Era Pandemi

5. Fun at Work!

SUasana kerja di Google Irvine Building, AS. (Istimewa)

Sekali lagi saya tekankan, generasi milenial adalah generasi yang mudah bosan! Karena itulah mereka akan selalu membangun suasana kerja yang nyaman untuk membuat mereka lebih semangat bekerja. Fasilitas dan suasana kantor yang menyenangkan akan membuat generasi milennial bekerja lebih produktif.

Generasi milennial juga terbiasa hidup dengan kemudahan digital, ini perlu didukung dengan fasilitas kekinian dari perusahaan atau lembaga tempatnya bekerja.

Sebagai perbandingan, lihatlah bagaimana prusahaan sebesar google dan apple merancang kantor mereka disetiap negara agar pekerja mereka yang didominasi milenial selalu produktif.

—–

Itulah beberapa karakter umum generasi milenial yang saya jumpai dalam keseharian, meski begitu, jangan pukul rata semua generasi milenial memiliki karakter yang sama. Pada beberapa kasus, karakter individu seringkali lebih dominan ketimbang karakter umum. Jika strateginya sesuai, pasti hasilnya optimal. []

Komentar

Berita lainnya