oleh

Goresan Tinta Hitam Untuk Millenial

Oleh : Lismawati, Mahasiswi dan Praktisi Pendidikan.

Islam adalah agama yang sempurna di sepanjang zaman kehidupan. Mendakwahkannya menjadi sebuah keharusan bagi mereka yang mengaku muslim. Entah itu hanya banyak ayat ataupun hanya satu ayat. Entah dari sebuah tulisan ataupun perkataan.

Dari Abdullah bin Amr radhiyallahu ta’ala ‘anhu, bahwa Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

“Sampaikanlah dariku walau hanya satu ayat” (HR. Bukhari)

Dakwah pun tidak pernah lepas dari dunia literasi. Dari literasi banyak orang akan memahami isi dari Islam dan sempurnanya mengatur kehidupan. Namun, kadangkala dakwah terasa begitu sulit dan berat. Ditambah lagi sebagai penulis timbul pertanyaan, bagaimana mendakwahkan Islam lewat literasi yang menarik?

BACA JUGA:  Waspadai Kemungkinan Gangguan Penglihatan Akibat Radiasi Gadget di Era Pandemi

Tidak dipungkiri kebutuan dalam menulis akan datang menghampiri. Apalagi dengan konten Islam yang banyak orang lesulitan mengemasanya dengan bahasa yang menarik. Terkadang rasa malas, kata yang tiba-tiba hilang turut menjadi sekian kendala diantara banyaknya ujian bagi seorang penulis. Hingga pena tak lagi menari dan hanya diam diatas kertas.

Karenanya setiap penulis tidak boleh mencukupkan dirinya hanya pada tulisannya saja. Inisiatif untuk membaca sebanyak-banyaknya buku atau tulisan orang lain akan menambah daftar kosakata sehingga kebuntuan akan terminimalisir. Termasuk juga ikut aktif dalam kajian-kajian literasi.

BACA JUGA:  Budaya Jabat Tangan Hilang Karena Corona, Apakah Masalah?

Seperti kali ini, sebuah kelas literasi untuk para millenial diadakan dengan judul “Asyiknya Dakwah Lewat Tulisan”. Bersama para mentor yang melanglang buana dalam literasi dan karya yang bersebaran. Bagi penulis yang mengalami berbagai kebuntuan bersama mereka sungguh sesuatu yang luarbiasa.

Salah satu mentor Nurina Purnama mengutip sebuah hadist dari Syaikh Abdullah Azzam yang berkata bahwa Peradaban Islam diukir oleh dua hal: Hitam tinta para ulama’ dan merah darah para syuhada’. Keduanya bersinergi mengguncang dunia, memecah simpul-simpul zhalim yang mengikat kejayaan Islam sekian lama. Jika tidak ada ruang untuk memilih diantara keduanya, maka melaksanakan keduanya adalah puncak kemuliaan.

BACA JUGA:  Munas MUI Menantang Pandemi?

Maka, hal yang bisa kita lakukan untuk dapat merubah kehidupan penuh kedzaliman menuju rahmat dengan sistem Islam adalah dengan menulis. Menulislah! Goreskan tinta hitam untuk kalian para millenial. Karena terletak di tangan kalian peradaban Islam akan gemilang. Jangan sia-siakan kesempatan yang ada apalagi di usia muda. Guncanglah dunia lewat tulisanmu. Karena dakwah lewat literasi sangat mengasyikkan.

Komentar

Berita lainnya