oleh

Generasi Muslim, Stop Bullying!

Oleh: Pungky Widodo, Pemerhati Remaja, Tinggal di Depok

Pungky Widodo.

Akhir Agustus 2020, Maria Hamasaki, model sekaligus bintang reality show Jepang yang berusia masih muda 23 tahun, ditemukan tewas di rumahnya, di Tokyo. Dilansir dari Japan Times, Maria diduga mengakhiri hidupnya setelah di bully netizen karena kedapatan tidak pakai masker saat keluar rumah. Di dalam negeri pun, seperti yang diberitakan detik.com, viral mahasiswa residen kedokteran berinisial AB di salah satu Universitas di Surabaya juga ditemukan tewas bunuh diri dan disinyalir akibat bullying. Pelakunya para mahasiswa senior di kampusnya.

Sobat, bullying atau perundungan, dalam KBBI memiliki makna mengganggu; mengusik terus-menerus; menyusahkan, menyakiti orang lain, baik secara fisik maupun psikis, dalam bentuk kekerasan verbal, sosial, atau fisik berulang kali dan dari waktu ke waktu, seperti memanggil nama seseorang dengan julukan yang tidak disukai, memukul, mendorong, menyebarkan rumor, mengancam, atau merongrong. Bullying juga dapat diartikan merisak yang berarti mengusik; mengganggu.

BACA JUGA:  Akankah Generasi Milenial Bangkrut Di Masa Pensiun?

Subhanallah, ternyata dari definisi bullying itu saja sudah sangat meresahkan ya sobat. Bahkan bisa menyebabkan orang yang mendapatkan perlakuan bullying berputus asa dan berakhir bunuh diri. Na’udzubillahi mindzalik.

Padahal Islam sangat tegas melarang perilaku bullying . Dari ‘Abdullah bin ‘Umar radhiallahu ‘anhu, Rasulullah SAW bersabda, “Yang disebut dengan Muslim sejati adalah orang yang selamat orang Muslim lainnya dari lisan dan tangannya. Dan orang yang berhijrah adalah orang yang berhijrah dari perkara yang dilarang oleh Allah .” (HR. Bukhari no. 10 dan Muslim no. 40)

Dalam hadits tersebut dijelaskan bahwa seorang Muslim adalah orang yang membuat kaum Muslim lain selamat dari lisan dan tangannya. Jadi, seharusnya sebagai seorang Muslim tidak pantas melakukan bullying terhadap saudaranya sendiri. Arti selamat dari lisan dan tangannya yakni selamat dari perilaku bullying tentunya.

BACA JUGA:  Efektivitas Guru dan Siswa dalam Interaktif Pembelajaran Daring di Masa Pandemi

Dalam hadits yang lain disebutkan pula, Dari Abu Musa berkata, “Wahai Rasulullah, Islam manakah yang paling utama? ” Rasulullah menjawab, “Siapa yang kaum Muslimin selamat dari lisan dan tangannya.” (Shahih Bukhari)

Sobat, masih pantaskah kita untuk melakukan bullying terhadap saudara kita? Mari coba kita renungkan firman Allah dalam Qur’an Surah Al-Hujurat ayat 10 yang artinya,”Sesungguhnya orang-orang Mukmin itu bersaudara, karena itu damaikanlah antara kedua saudaramu (yang berselisih) dan bertakwalah kepada Allah agar kamu mendapat rahmat.”

Di dalam hadits juga disebutkan, “Setiap Muslim yang satu terhadap Muslim yang lain itu haram mengganggu darahnya, hartanya dan kehormatannya.” (HR Muslim).

BACA JUGA:  Jangan Anti Nasihat!

Rasulullah mengibaratkan persaudaraan kaum Muslimin itu ibarat satu tubuh, bila sebagian tubuh ada yang sakit, maka sebagian yang lain ikut merasakan sakit. “Perumpamaan orang-orang yang beriman di dalam saling mencintai, saling menyayangi dan mengasihi adalah seperti satu tubuh, bila ada salah satu anggota tubuh mengaduh kesakitan, maka anggota-anggota tubuh yang lain ikut merasakannya, yaitu dengan tidak bisa tidur dan merasa demam.” (HR Bukhari dan Muslim)

Masya Allah sobat, inilah yang seharusnya diajarkan kepada generasi Muslim sekarang agar ukhuwah Islamiyyah tetap terpupuk dan tumbuh subur. Generasi Muslim adalah generasi remaja yang akan memegang tongkat estafet dan melanjutkan perjuangan dakwah Islam. Oleh karena itu generasi Muslim, stop bullying! []

Komentar

Berita lainnya