oleh

Digelar Virtual, Kegiatan Ospek Bisa Tetap Seru Lho

Oleh: Hesti Ayu Savira, mahasiswi STEI SEBI

Beberapa waktu lalu, media sosial diramaikan dengan berita kegiatan ospek yang viral. Ospek yang dilakukan oleh salah satu kampus di Surabaya ini mendadak viral setelah videonya di-repost oleh beberapa akun berita. Pasalnya, pelaksanaan ospek secara online tersebut memperlihatkan panitia senior yang berteriak dan memarahi calon mahasiswa baru. Kegiatan tersebut dinilai berlebihan karena dianggap sebagai tindak bullying. Alangkah baiknya, karena digelar secara virtual, ospek dapat dikemas lebih inovatif dengan memanfaatkan kecanggihan teknologi.

Seiring dengan peraturan larangan tatap muka di kampus, Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi juga mengeluarkan panduan khusus untuk pelaksanaan ospek secara daring. Ospek atau Orientasi Studi dan Pengenalan Kampus berperan sebagai wadah kegiatan untuk mahasiswa baru agar dapat lebih mengenal dan memahami lingkungan kampusnya. Tetapi di Indonesia, tidak jarang ospek malah menjadi ajang senioritas dan perploncoan. Daripada diisi dengan kegiatan kurang penting seperti menanyakan ikat pinggang, banyak cara untuk membuat kegiatan ospek lebih seru meski dilakukan di rumah.

BACA JUGA:  Wakaf dan Kapitalisme

Pertama, keliling kampus virtual. Kegiatan yang paling dinanti mahasiswa baru adalah keliling menjelajahi tiap area di dalam kampus. Biasanya mereka akan sangat penasaran dengan ruangan tempatnya belajar atau sekedar nongkrong. Karena keadaan sedang tidak memungkinkan, banyak kampus akhirnya membuat video menampilkan area kampus dari sisi luar dan dalam. Dengan begitu, mahasiswa dapat menjelajahi kampus secara virtual agar lebih terasa euforia peserta ospek sebagai mahasiswa baru.

BACA JUGA:  Serial Kartun Nussa Berhenti Produksi, Jutaan Anak Kehilangan Film Islami

Kedua, materi karakter kampus. Memberikan materi menarik yang sesuai dengan karakter kampus membantu mahasiswa baru untuk lebih mengenal kampusnya. Materi dapat diisi oleh dosen agar dosen dapat lebih dekat dengan calon mahasiswanya. Mahasiswa baru juga dapat lebih mengenal dan mempelajari karakter calon dosennya.

Ketiga, kuis dan games. Setelah materi, biasanya peserta ospek akan merasa bosan. Kegiatan selanjutnya bisa diisi dengan ice breaking berupa kuis atau games. Pilih kuis yang mengasah kemampuan berpikir tetapi tetap seru sebagai refreshing setelah mendengarkan materi. Dan pilih games yang mengedepankan kerjasama, agar mahasiswa baru dapat saling mengenal satu sama lain.

BACA JUGA:  Dilarang Banyak Pikir Banyak Omong, Kenapa?

Keempat, diskusi dengan senior. Buat kegiatan diskusi atau bincang santai antara senior dan mahasiswa baru agar dapat saling mengenal. Karena kedepannya akan banyak interaksi antara mahasiswa baru dengan kakak tingkat, pengenalan bisa dimulai saat ospek. Mengingat pentingnya relasi yang harus dibangun antara masing-masing invidu.

Tidak hanya untuk mengenalkan kampus, ospek dapat menjadi kegiatan pengembangan diri mahasiswa baru. Untuk itu, panitia ospek harus menyuguhkan kegiatan yang bermanfaat dan berdampak untuk mahasiswa baru nantinya. Banyak pelajaran dan hal positif yang bisa didapat saat ospek. Ospek juga akan menjadi momen seru tidak terulang dan indah untuk dikenang. Semangat mahasiswa baru!

Komentar

Berita lainnya