oleh

JPI dan FORSI HIMMPAS INDONESIA Jalin Kerjasama Di bidang Literasi dan Digitalisasi

Jaringan Pewarta Indonesia (JPI) dan Forum Silaturahmi Himpunan Mahasiswa Muslim Pascasarjana Indonesia (FORSI HIMMPAS INDONESIA) akan melakukan kerjasama di bidang literasi dan digitalisasi dalam waktu dekat ini.

Saat audiensi via online (Google meet), JPI yang diwakili oleh Muhammad Iksan (Ketua Umum) dan Adhes Satria (Sekjen), dan FORSI HIMMPAS INDONESIA yang diwakili oleh Aditya, Syarqim, Idham, Faisal, Andre, Putri, Uki, Hanifa dan Arni, sepakat untuk bekerjasama dalam bentuk pelatihan jurnalistik atau mempublish berita atau artikel ke media-media yang tergabung dalam Jaringan Pewarta Indonesia. Juga mensyiarkan Islam dan membumikan Forsi HIMMPAS.

Adapun bentuk kerjasama itu diharapkan terjadi simbiosis mutualisme, saling mendukung dan menguntungkan. Media yang tergabung dalam JPI ke depan menjadi media partner atau kemitraan kedua lembaga. Selanjutnya, mempublikasi berita berupa press release atau opini (atas nama lembaga) atau pribadi.

“Kerjasama itu tidak hanya literasi, tapi juga digitalisasi (youtube dll). Jadi memadukan antara literasi dan digitalisasi. Termasuk mengembangkan minat jurnalistik, baik dalam pelatihan video, maupun editing video lewat handphone, misalnya. Di bidang literasi, akan ada panduan atau arahan bagaimana sebuah tulisan layak dimuat di media,” kata Sekjen JPI, Adhes Satria, Ahad lalu (9/8/2020).

Lebih lanjut, Adhes dan Ikhsan mengatakan, diperlukan konsep dan perencanaan tulisan yang dikirim ke media. Redaksi berhak menolak atau mengedit tulisan sebelum dipublish, berdasarkan kebijakan redaksi masing-masing media. “Teman-teman bisa menyesuaikan tulisan atau konten berdasarkan rubrikasi yang tersedia. Jika sudah dipublish, diharapkan
menyebarkan link tulisan ke grup-grup WA ataupun sosial media,” tandas Adhes.

BACA JUGA:  UNJ Gelar ICELS 2020: Sosialisasikan Pendekatan Baru Bahasa, Humaniora, dan Iptek Di Masa Covid-19

Untuk follow up nya, tiap wilayah bisa menjadi kontributor dan membesarkan media kita bersama. Upayakan untuk mengirim tulisan atau press release setiap minggunya secara berkesinambungan sesuai perencanaan tadi. “Agar kerjasama ini lebih luas, seyogianya kerjasama ini dilakukan antara organisasi dengan organisasi, dalam hal ini JPI dengan FORSI HIMMPAS INDONESIA. Soal pelatihan jurnalistik, hendaknya join via zoom setiap dua pekan di program pelatihan jurnalistik untuk Milineal,” tanda Ikhsan menambahkan.

Sekilas Forsi Himpas

Pada tanggal 24-25 November 2012 Himpunan Mahasiswa Muslim Pascasarjana Universitas Gadjah Mada (Himmpas UGM) mengadakan acara Himmpas Fair yang merupakan sebuah kegiatan tingkat nasional yang digagas oleh Himmpas UGM periode 2012, dimana salah satu agenda utamanya yakni Silaturahmi Nasional Himmpas se-Indonesia yang bertujuan untuk membentuk suatu wadah komunikasi dan koordinasi antar Himmpas yang ada di beberapa kampus besar di Indonesia.

Dari musyawarah nasional yang digelar pada Hari Sabtu, 24 November 2012, dihasilkan sebuah kesepakatan bersama untuk mendirikan sebuah forum silaturahmi dan komunikasi yang diberi nama FORUM SILATURAHMI HIMPUNAN MAHASISWA MUSLIM PASCASARJANA INDONESIA (FORSI HIMMPAS INDONESIA), dan Himmpas UGM ditunjuk menjadi koordinator pusat yang akan menjalankan fungsi Pusat Koordinasi Nasional (Puskornas) untuk periode satu tahun ke depan.

Keberadaan lembaga dakwah kampus pada tingkat pascasarjana di lingkungan universitas sangatlah penting, sebab di sanalah berkumpulnya para intelektual yang akan melanjutkan estafet perjuangan bangsa. Pada saat ini, Himpunan Mahasiswa Muslim Pascasarjana (Himmpas) sudah berdiri di beberapa kampus di Indonesia, sehingga dibutuhkan suatu wadah komunikasi dan koordinasi yang mampu menjalankan fungsi pengelolaan, koordinasi, dan pengarahan yang jelas bagi setiap Himmpas yang ada di masing-masing kampus.

BACA JUGA:  UPH Percepat Transformasi Digital bagi Siswa dan Guru

Forsi Himmpas Indonesia punya Visi, terwujudnya peran intelektual muslim dalam memberikan kontribusi nyata terhadap kemajuan bangsa. Adapun
Misinya: Membangun integritas Himmpas dalam menyiapkan intelektual muslim; Optimalisasi pembentukan Himmpas se-Indonesia; Menyelaraskan peran Himmpas se-Indonesia; Berperan aktif dalam menyikapi permasalahan bangsa; Mempererat ukhuwah islamiyah antar Himmpas se-Indonesia.

Salah satu tujuan utama dari pendirian Forsi Himmpas Indonesia ini adalah untuk memberikan masukan, pendampingan, dan pengembangan bagi Himmpas di tiap kampus yang belum mapan dari sisi kinerja dan eksistensinya di kampus. Diharapkan, melalui forum ini, terdapat proses pertukaran informasi dan aktivitas, sehingga Himmpas di tiap kampus mampu mengadopsi hal-hal yang dirasa bermanfaat untuk diterapkan di kampusnya guna meningkatkan kinerja dan eksistensinya.

Kegiatan Silaturahmi Nasional Himmpas se-Indonesia yang pertama diikuti oleh 45 orang delegasi dari 9 kampus negeri, yakni ITS (3 orang), ITB (10 orang), UNS (10 orang), IPB (8 orang), UNJ (1 orang), Undip (5 orang), Unsoed (2 orang), UI (3 orang), UPI (3 orang). Kemudian selanjutnya di laksanakan di ITB, IPB, UI dan UNS.

Sekilas JPI

Jaringan Pewarta Indonesia atau yang disingkat JPI adalah sebuah perkumpulan jurnalis media cetak, onlnine, dan elektronik, atau mereka yang terlibat dalam menyampaikan informasi seperti bloger, vloger, citizen journalism, youtubers, film maker dan pekerja kreatif lainnya.

BACA JUGA:  UNJ Gelar ICELS 2020: Sosialisasikan Pendekatan Baru Bahasa, Humaniora, dan Iptek Di Masa Covid-19

Di tengah deras informasi, JPI yang berdiri pada bulan Juni 2020 ini, berkomitmen untuk memberikan edukasi kepada masyarakat, menyampaikan narasi positif dan kritis, panduan dan arahan terkait informasi yang benar, dengan mengikuti regulasi yang ada.

Diharapkan masyarakat lebih bijak menerima informasi dengan mengedepankan etika dan nilai-nilai. JPI berupaya mendedikasikan diri untuk berkontribusi pada umat, bangsa dan negara menuju peradaban yang gemilang.

Dalam menjalankan visi-misinya, JPI hadir untuk mendorong jurnalis Indonesia untuk survive dalam menghadapi krisis, situasi dan kondisi apapun, termasuk disaat Pandemi Covid-19. Mengingat tak sedikit jurnalis Indonesia yang terdampak akibat itu. Dalam situasi apapun, profesi jurnalis tetap menjadi garda terdepan dalam mengabarkan informasi dan aspirasi yang berkembang di masyarakat.

Diharapkan JPI berpartisipasi untuk mengurai persoalan bangsa dan problematika sosial di negeri tercinta Indonesia. Berupaya untuk berpikir dan bertindak solutif, inovatif, dan kreatif. Pada akhirnya Jurnalis Indonesia diharapkan gatekeeper, benteng pertahanan terakhir dalam menjaga umat dang bangsa, setidaknya menjembatani pemerintah, pemimpin agama, dan instansi terkait lainnya.

JPI juga diharapkan menjadi motivator dan inspirasi bagi masyarakat dalam menebar kebajikan, amal saleh, saling tolong menolong dalam kebaikan, menjadi insan yang bermanfaat dan segala hal yang positif. (ass)

Komentar

Berita lainnya