oleh

Game Online, Makanan (Tak Sehat) Kaum Milenial?

Oleh : Hardilah Pausiyanti, Mahasiswi STEI SEBI Depok

Perkembangan jaringan teknologi dan komunikasi di era milenial ini sangatlah pesat mengikuti perkembangan zaman ke zaman. Seiring berkembangnya teknologi dan komunikasi di era modern ini, memicu banyak perubahan dan pengaruh besar yang terjadi pada kegiatan masyarakat sosial. Salah satu teknologi yang canggih saat ini adalah internet.

Bagi anak millenial siapa sih yang gak mengenal internet itu, yang mereka tau internet adalah suatu wadah yang apa kita cari dapat ditemukan dengan mudah, sehingga jumlah pengguna internet di era millenial ini sangatlah besar. Mulai dari kalangan anak-anak, remaja, dewasa, bahkan hampir semua kalangan usia dapat menikmati kecanggian internet. Namun kebanyakan pengguna internet yang kita temukan saat ini adalah anak-anak remaja.

Dengan internet memudahkan kita mau mengakses situs apa aja, seperti yang sangat menonjol saat ini adalah game online, sehingga tidak jarang anak remaja millenial yang tidak tau apa itu game online. Game online ini sangat berbeda dengan game tradisional, seperti yang kita ketahui game online ini cenderung menggunakan kemampuan otak yang selalu berpikir serta kelincahan jari-jemari saat memainkannya. Berbagai fitur yang ditawarkan seperti mobile lagend dan PUBG.

Di zaman sekarang ini tidak minim anak millenial menggunakan waktunya hanya untuk bermain game online. Bahkan mereka yang pengguna game online begitu relanya menghabiskan kuota yang sangat banyak untuk mengaksesnya. Lebih parahnya lagi mereka cenderung lupa dengan waktu akibat kecanduan oleh game online. Waktu yang seharusnya dipersiapkan untuk mengasah otak untuk minat dan bakat belajarnya.

BACA JUGA:  Netizen Bukan Maha Benar Tapi Maha Sok Tahu

Bagi mereka para pengguna game online, bermain game online adalah hal yang seru, apalagi menikmati keseruan bersama teman-temannya sambil menikmati coffe dan sesuguhan lainnya, betapa menyenangkan jika telah berkumpul sembari bercanda ria. Tentunya hal tersebut sangat memberi dampak yang negatif jika terlalu sering apalagi sampai melupakan waktu.

Lalu apa saja dampak dari game online ini? banyak banget loh, semisal pada game PUBG dan mobile lagend, game online yang ini membuat seorang remaja yang telah kecanduan menjadi malas-malasan, kebanyakan dari mereka melupakan waktu, lupa waktu makan,waktu belajar, bahkan waktu istirahatpun mereka relakan demi gamenya. Makanya tidak jarang anak remaja yang bisa lepas dengan gadgetnya, seharian mata dan jari-jari selalu tertuju pada game, parahnya lagi mereka sampai bergadang bahkan bermain sampai tembus pagi, karena mata tak sanggup lagi menahan kantuk, maka pagi di jadikan waktu istirahat. Tidak hanya itu, ketika bermain game otomatis mata selalu tertuju pada layar gadget, kondisi tersebut memicu bahaya bagi kesehatan mata, di sisi lain juga otak yang selalu berpikir dapat memicu sakit kepala, susah tidur dan lain sebagainya.

Sebenarnya game online itu semisal PUBG dan Mobile lagend tidak selalu berdampak negatif jika di mainkan dengan wajar saja, misal bermain game online untuk mengisi kejenuhan, menghilangkan rasa bosan, penat dan stress. Namun menjadi dampak negatif karena terlalu seringnya seorang remaja bermain game dapat mempengaruhi rusaknya kejiwaan dan mental remaja tersebut, akan timbulnya stress dan emosi akibat berlebihan memainkan game online, lebih memprihatinkan lagi ketika mendalami game online, remaja bisa melakukan tindakan kriminal akibat mereka meniru apa yang ada dalam game online tersebut.

BACA JUGA:  Jangan Anti Nasihat!

Seperti yang dikutip dalam redaksi lampung.tribunnews .Seorang bocah usia 13 tahun bernama Xu tianci nekat melompat dari lantai 4 gedung apartemen tempat dimana dia tinggal bersama orangtuanya. Kedua orangtuanya sama sekali tidak menyangka anaknya melakukan hal yang sangat fatal. Padahal di ketahui tianci ini tidak ada masalah dengan teman,keluarga maupun orangtuanya, Namun di balik kejadian tianci termasuk bocah yang sangat kecanduan dengan game online yaitu PUBG. Dia sangat nekat melompat untuk meniru karakter di game PUBG itu.

Bukan hanya karena kecerobohan semata loh, ada juga yang sampai meninggal karena adanya gangguan kesehatan akibat seringnya bermain game online. seperti yang di kutip dalam newssindianexpress, remaja bernama Furkhan qureshi yang berusia 16 tahun asal india yang kabarnya meninggal akibat bermain PUBG selama 6 jam non-stop. Kakak dari remaja ini sempat melihat adiknya bermain begitu semangatnya sambil berteriak pada pemain lain. Setelah itu remaja ini terjatuh lalu di bawa ke rumah sakit, tapi nyawanya tidak terselamatkan. Fukhan di nyatakan meninggal akibat serangan jantung mendadak, dan masih banyak kejadian tragis yang lainnya.

Namun dibalik game online yang berdampak negatif, ada banyak game online edukatif yang sifatnya mendidik dan bermanfaat seperti game memrise, game mama cooking dan lain sebagainya. Artinya game online juga memiliki nilai positif selama di gunakan secara tepat.

Kecanduan game online dianggap suatu penyakit yang datang dari dalam seorang pecandu, tapi jika di lihat lebih dalam, ada banyak yang memungkinkan menjadi pemicu kecanduan oleh seorang gamer, kebiasaan itu bisa terjadi di karenakan adanya lingkungan yang tidak mendukung dan terjadi secara terus-menerus , kecanduan yang dirasakan oleh anak bisa jadi diawali dari rasa sayang orangtua yang berlebihan, sehingga kontrol kedisiplinanya berkurang, hingga anak tidak merasa bersalah karena secara tidak langsung dia merasa masuk ke alamnya. Maka orangtua perlu memberi rasa peduli dengan membatasi jatah kuota dan pemakaian gadget.

BACA JUGA:  Efektivitas Guru dan Siswa dalam Interaktif Pembelajaran Daring di Masa Pandemi

Dalam lingkup Sekolah bisa menggunakan waktunya untuk mengadakan sosialisasi untuk memberikan ilmu terkait apa saja dampak yang terjadi dari penggunaan game online, tidak hanya itu, pihak sekolah juga harus menuntun para siswanya agar mereka dapat menggunakan internet dengan baik untuk hal-hal yang bermanfaat.

Begitupun dengan pemerintah, harus peduli terhadap remaja zaman sekarang, agar mereka tidak kecanduan game online, pemerintah bisa memberikan wadah untuk pengembangan bakat dan minat tanpa melibatkan akses ke internet, dan pemerintah juga bisa membuka suatu tempat dimana tempat itu berisi permainan tradisional yang dapat di mainkan oleh kalangan usia, agar dalam mengenal permainan-permainan zaman dahulu dan melestarikannya.

Dengan adanya kepedulian pihak keluarga,sekolah dan pemerintah setidaknya bisa mengurangi jumlah pengguna game online yang bisa membuat efek candu . Alangkah lebih baik jika kita, menggunakan waktu remaja kita dengan sebaik mungkin. Memang butuh upaya dan tekad yang kuat untuk terlepas dari zona nyaman itu. Namun selagi ada niat untuk merubah kebiasaan buruk, Tuhan pasti akan memberi jalan. []

Komentar

Berita lainnya