oleh

Ringankan Warga Terdampak Covid-19, Kelompok Dosen PNJ Beri Bantuan

DEPOK – Pandemi Covid-19 menuntut kita saling berjauhan. Namun jangan sampai rasa kemanusiaan ikut berjauhan. Kita semua terpukul dengan pandemi ini. Semua bidang kehidupan pun ikut terdampak, terutama bagi masyarakat kecil. Belum lagi PHK massal menambah pahitnya kenyataan yang harus diterima masyarakat. Imbas lainnya, beberapa masyarakat mengalami kesulitan walau hanya untuk memenuhi kebutuhan pokok sehari-hari mereka.

Sebagian besar daerah di Jabodetabek menjadi kontributor terbesar korban pandemi Covid-19. Daerah Citayam menjadi salah satu yang termasuk dalam zona merah. Daerah yang secara wilayah berada di Bogor namun berbatasan dengan Depok ini memiliki jumlah masyarakat menengah ke bawah cukup banyak. Sehingga program studi Teknologi Industri Cetak Kemasan (TICK), Politeknik Negeri Jakarta berinisiatif melakukan pengabdian masyarakat di daerah Citayam sebagai bentuk kontribusi kepada pemerintah dalam upaya menjaga ketahanan pangan masyarakat terdampak Covid-19.

BACA JUGA:  Peduli Keselamatan Pekerja UMKM, Mahasiswa UI Berikan Video Edukasi dan Bantuan APD

Citayam dipilih karena arahan dari Unit Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (UP2M) mengutamakan wilayah terdekat dari PNJ. “Kelompok dosen Teknik Industri Cetak Kemasan (TICK) juga sudah bermitra dengan Dewan Kemakmuran Musala (DKM) Al Ikhlas Puri Bojong Lestari 2 Pabuaran Bojong Gede,” kata Zulkarnain, Ketua Pelaksana Pengabdian Masyarakat Berbasis Kelompok Dosen program studi TICK.

Pengabdian masyarakat yang dilaksanakan pada Rabu, 29 Juli 2020 berbentuk aksi penyerahan bantuan berupa bahan kebutuhan pokok masyarakat. Kegiatan ini dihadiri oleh pengurus DKM Al Ikhlas Puri Bojong Lestari 2 Pabuaran Bojong Gede yang menjadi mitra prodi TICK, ketua pengabdian, beberapa anggota pengabdian serta perwakilan dari mahasiswa.

BACA JUGA:  Unpak Wisuda 731 Lulusan, Vici Wisudawati Terbaik IPK 4.0

Dalam sambutannya, ketua pengabdian masyarakat prodi TICK menyampaikan “Pengabdian masyarakat kali ini yang pertama kalinya tidak berbentuk pelatihan. Namun, menyelenggarakan kegiatan penyaluran bantuan kebutuhan bahan pokok sebagai bentuk langkah nyata dalam menghadapi dampak akibat pandemi Covid-19,” ujar Zulkarnain.

Dalam pengabdian masyarakat kali ini, sebanyak 100 paket bahan pokok dibagikan. Paket bahan pokok tersebut berisi beras 5 kg, minyak goreng 1L, mie Cap Ayam 3 bungkus, dan gula pasir 1 kg. Sasaran penerimanya adalah warga yang terdampak langsung. Mulai dari dari pekerja yang dirumahkan hingga wirausaha yang benar-benar terdampak.

BACA JUGA:  Peduli Keselamatan Pekerja UMKM, Mahasiswa UI Berikan Video Edukasi dan Bantuan APD

Pembagian bahan kebutuhan pokok akan dibagikan pada Malam Takbiran Idul Adha. Malam itu dipilih karena dianggap momen yang spesial seperti momen pembagian zakat fitrah saat Malam Takbiran Idul Fitri. “Jadi pembagian ini bisa menjadi bingkisan tidak terduga bagi warga yang benar-benar membutuhkan,” jelas Wawan Hermawan, Ketua DKM Al Ikhlas Puri Bojong Lestari 2 Pabuaran Bojong Gede.

Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia lain. Dalam hidup, puncak kebahagian tertinggi adalah saat kita berbagi kebahagian dengan orang-orang di sekitar kita. Boleh jadi hal kecil yang kita bagi bermakna besar bagi mereka yang benar membutuhkan. Sesungguhnya orang yang berbagi tidak akan pernah merugi. (Poppy Fadhilah)

Komentar

Berita lainnya