oleh

Perusahaan Asing di Indonesia Sejahterakan Masyarakat?

Kebutuhan manusia di era sekarang sudah lebih banyak dibandingkan dengan sebelumnya. Ini menjadikan para pengusaha untuk menjadi lebih kreatif dan inovatif dalam mengembangkan usaha mereka. Bukan hanya pengusaha yang baru memulai usahanya saja tetapi pengusaha yang sudah menghasilkan penghasilan yang miliaran juga ikut dalam persaingan ini. Hal ini menjadikan persaingan dalam dunia bisnis atau usaha menjadi lebih luas.

Para pengusaha pasti menargetkan suatu pasar terlebih dahulu untuk mengembangkan usahanya. Sekarang sudah banyak perusahaan besar yang memiliki eksistensi tinggi serta memiliki cabang atau anak perusahaan di berbagai negara. Hal ini bisa terjadi karena permintaan akan barang usaha mereka yang datang dari negara tersebut berlimpah, sehingga mereka berfikir untuk membangun cabang atau anak perusahaan disana.

Termasuk Indonesia, negara kita juga menjadi perhatian bagi para pengusaha di dunia untuk menjadi target tempat berdirinya anak perusahaan mereka. Dilansir dari web Awalilmu.com yang ditulis oleh Zein Sakti, ada beberapa alasan yang menjadikan Indonesia menjadi kandidat terkuat bagi mereka untuk mendirikan anak perusahaannya. Pertama, Indonesia memiliki sumber daya alam (SDA) yang berlimpah, hal ini sudah diakui dunia. Kedua, Indonesia merupakan negara yang berkembang, atau memiliki banyak penduduk sehingga kebutuhan konsumen cukup besar dan ini sangat menarik bagi pengusaha asing karena dapat dijadikan sebagai target konsumen. Ketiga, upah tenaga kerja (SDM) yang murah, karena mayoritas penduduk di Indonesia kurang memiliki keahlian dan pendidikan yang memadai serta kurangnya lapangan kerja. Keempat, stabilitas keamanan di Indonesia cukup stabil dan terkendali, negara Indonesia bukanlah negara konflik sehingga pengusaha asing lebih merasa aman untuk menanam modal di Indonesia.

BACA JUGA:  Bagaimana Masyarakat Hadapi Resesi?

Dilihat dari beberapa alasan di atas mungkin kita bisa mengerti kenapa pengusaha asing berbondong-bondong datang ke Indonesia. Tapi, ada satu hal yang menjadi keresahan bagi warga khususnya pengusaha lokal. Yaitu, pengusaha asing diberikan kemudahan oleh pemerintah Indonesia untuk mengembangkan usahanya di Indonesia. Apakah Benar?

Hal ini mungkin benar, salah satunya adalah kemudahan dalam pembayaran pajak. Dilansir dari laman Bisnis.tempo.co Mentri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Wishnutama Kusubandiono mengungkapkan bahwa masih banyak perusahaan asing yang menjalankan usahanya di Indonesia tidak membayar pajak. Dari kutipan diatas masyarakat awam saja sudah bisa berpendapat bahwa kurangnya ketegasan oleh pemerintah dalam penangan pajak bagi perusahaan asing. Padahal, perusahan asing tersebut bisa saja dikenakan pajak yang lebih tinggi sehingga menambah pemasukan negara, terus kenapa pemerintah tidak memanfaat ini?

Ini menjadi pekerjaan rumah bagi pemerintah Indonesia dalam mengatasi pajak perusahaan asing di Indonesia. Menurut Direktur Jenderal Pajak Kementerian Keuangan (Dirjen Pajak) Robert Pakpahan yang dimuat dalam laman Tirto.id menyatakan program insentif fiskal (tax holiday) yang diberikan pemerintah tahun ini tidak akan berpengaruh terhadap pertumbuhan nisbah pajak atau tax ratio negara. Meskipun demikian, ada potensi tax expenditure (berkurangnya pendapatan pajak) seperti yang pernah dihitung oleh Badan Kebijakan Fiskal (BKF). Bahkan, beliau mencontohkan insentif tax holiday bisa memicu tax expenditure mencapai Rp180 trilyun. Tetapi harus hati-hati menghitung tax expediture karena dengan adanya tax holiday investasi bisa bertambah, tetapi jika tidak ada tax holiday bisa jadi investasi tidak datang.

BACA JUGA:  Penguatan Green Politic dalam Menjaga Bumi dari Politisasi Lingkungan

Menurut dosen mata kuliah Ekonomi Makro Islam, Rachmad Rizky Kurniawan, SEI, MM, tax holiday yang diterapkan di Indonesia masih belum bisa dikatakan sukses karena kebijakan tersebut yang awalnya diharapkan untuk bisa meningkatkan arus investasi ke Indonesia di tengah krisis global belum membuahkan hasil yang baik. Karena dengan adanya kebijakan tersebut perusahaan asing bebas melakukan usahnya di Indonesia tanpa harus membayar pajak, lingkungan dan sosial masyarakat menjadi hancur serta banyak pengusaha lokal gulung tikar karena tidak mampu bersaing dengan pengusaha asing yang ada.

Dengan banyaknya perusahaan asing yang berdiri di Indonesia maka semakin banyak pula prosuk atau jasa yang dihasilkan oleh mereka. Sehingga hal ini dapat menurunkan minat masyarakat terhadap produk lokal dan memilih produk mereka. Karena dalam opini masyarakat, jika menggunakan produk yang branded itu bisa meningkatkan status sosial seseorang di masyarakat. Hal ini menjadi alasan yang sangat berpengaruh bagi perusahaan untuk menutup usaha mereka (gulung tikar). Sehingga pengusaha lokal menjadi lebih sedikit dan cenderung memiliki pasar yang terbatas.

Dikarenakan hal inilah masyarakat Indonesia lebih banyak memilih untuk menjadi karyawan diperusahaan-perusahaan termasuk di perusahaan asing dibandingkan menjadi pengusaha. Padahal mereka berkerja di negaranya sendiri tetapi mengapa menjadi bawahan? Hal ini menyebabkan pengusaha asing berpikiran bahwa upah pekerja yang mereka keluarkan untuk perusahaan yang ada di Indonesia rendah. Selain tidak memiliki kemampuan bersaing dalam perusahaan, minimnya keahlian dan pendidikan yang dimiliki juga menjadi alasan yang cukup kuat.

BACA JUGA:  Ketika Pendidikan Cenderung Diabaikan

Dalam hal ini menurut saya peran pemerintah untuk mengeluarkan kebijakan yang tepat dalam mengatasi permasalahan ini sangatlah penting. Misalnya lebih memperketat pajak perusahaan asing yang ada di Indonesia agar bisa dengan sportif bisa bersaing dengan pengusaha lokal. Lebih memperhatikan atau mengembangkan usaha lokal sehingga mereka juga bisa berkiprah di negara lain bukan hanya di Indonesia. Dengan menciptakan pasar yang sportif bukan hanya pengusaha saja yang diuntungkan, tetapi juga masyarakat. Sehingga mengurangi pandangan masyarakat untuk membanding-bandingkan tingkat sosial yang sering terjadi di masyarakat. Membangun atau memberikan pelajaran kepada masyarakat Indonesia terutama pemuda-pemudi sehingga bisa memiliki kemampuan serta pendidikan yang lebih baik dan juga mereka bisa menjadi pengusaha bukan hanya menjadi pekerja.

Bukannya hal ini dapat menjadikan perekonomian masyarakat menjadi lebih baik atau sejahtera? Dengan memiliki kebijakan yang tepat serta memaksimalkan kemampuan yang dimiliki masyarakat bisa meningkatkan perekonomian Indonesia menjadi lebih baik.

Ditulis oleh Rizqa Julia Nada, STEI SEBI.

Komentar

Berita lainnya