oleh

Pengaruh Pemangkasan Bea Masuk Terhadap Perekonomian Indonesia

Oleh : Firliyati Hasanah, STEI SEBI

Bea masuk adalah pungutan negara yang dikenakan terhadap barang impor. Pungutan yang dimaksud adalah pungutan yang diatur dalam Undang-Undang dan diberlakukan terhadap daerah Indonesia. Jadi, jika setiap barang impor baik pengirimannya melalui jasa pengiriman ataupun yang dibawa sendiri dari luar negeri harus dikenakan pungutan oleh negara. Pada prakteknya saat ini dalam penetapan tarif bea masuk, terjadi pemangkasan tarif bea masuk yang diberlakukan oleh negara. (beacukai.go.id)

Banyak pro dan kontra terhadap pemangkasan bea masuk impor. Menurut dosen mata kuliah Ekonomi Makro Islam STEI SEBI; Rachmad Rizky Kurniawan SEI, MM. “Pemangkasan bea masuk agar impor deras dan pengusaha lokal hancur”.

Dari statement tersebut dapat dijabarkan bahwa dengan diberlakukannya pemangkasan bea masuk, akan membuat perekonomian Indonesia semakin terpuruk, barang-barang produksi dalam negeri menjadi terganggu akibat barang impor yang dijual dengan perbandingan harga yang lebih murah, menyebabkan industri dalam negeri mengalami kerugian besar.

BACA JUGA:  Jangan Anti Nasihat!

Tidak hanya masalah internal akan tetapi dengan kebijakan ini munculnya ketergantungan dengan negara maju, akhirnya bila Indonesia tidak mampu bersaing maka pertumbuhan perekonomian negara akan semakin menurun dan menyebabkan peningkatan pengangguran dalam negeri.

Dapat kita lihat terkait peraturan pemangkasan tarif bea masuk di Indonesia dari US$75 menjadi US$3 (beacukai.go.id). Pemangkasan tarif bea tersebut menurun secara signifikan dan dapat menyebabkan banyaknya barang-barang impor yang masuk di Indonesia. Jika terus terjadi pemangkasan bea masuk dengan tarif yang sangat rendah maka pasar Indonesia akan sangat mudah dikuasai oleh barang-barang impor.

BACA JUGA:  Netizen Bukan Maha Benar Tapi Maha Sok Tahu

Untuk itu dengan penerapan pemangkasan bea masuk ini, Indonesia seharusnya memperhatikan lagi terkait peraturan yang dibuat. Dengan peraturan tersebut apakah membawa dampak positif atau negatif, terlebih ditengah kebijakan tersebut faktanya ekonomi Indonesia bukanlah termasuk kedalam jejaran negara dengan kebijakan fiskal yang seimbang. Dapat kita lihat dengan banyaknya impor dan minimnya ekspor yang dilakukan di Indonesia, hal ini dikarenakan kebijakan pemerintah terkait pemangkasan bea masuk tersebut.

Kebijakan terkait pemangkasan bea masuk ini dirasa kurang tepat, karena jika dengan kebijakan tersebut membawa dampak negatif kenapa pertahankan? Seharusnya pemerintah bukan memangkas tarif bea masuk tetapi meningkatkan tarif bea masuk agar impor tidak masuk ke Indonesia dan ekspor dapat meningkat, karena yang harus ditingkatkan adalah ekspor bukan impor. Jika memberlakukan kebijakan dengan meningkatkan tarif bea masuk impor maka akan berdampak positif bagi Indonesia dapat meningkatkan APBN sehingga dapat dialokasikan untuk membuka lapangan pekerjaan.

BACA JUGA:  Nasib Anak dalam Lingkaran Setan

Dengan peningkatan bea masuk juga akan menjadikan investor lebih menarik membuka pabriknya di Indonesia dari pada mengekspor barang ke Indonesia sehingga dapat meningkatkan pendapatan Indonesia jika pemerintah meningkatkan penetapan pajak yang lebih tinggi untuk Investor asing. Dengan ketetapan seperti itu juga sangat menguntungkan sumber daya manusia yang ada dengan tidak membebani anggaran negara sehingga meningkatkan perekonomian negara Indonesia.

Komentar

Berita lainnya