oleh

Pacu Ekspor Produk Makanan dan Minuman, Indonesia Sasar Pasar Arab Saudi

JAKARTA – Produk makanan dan minuman (mamin) Indonesia masih merupakan komoditas unggulan yang dapat terus didorong ekspornya ke berbagai negara di tengah pandemi Covid-19, termasuk Arab Saudi. Salah satu upaya yang dilakukan adalah dengan menyelenggarakan seminar web (webinar) dengan tema ‘Enhancing Indonesian Food Export to Arab Saudi’ yang dilaksanakan pada Rabu (15/7).

“Melihat kondisi Arab Saudi yang merupakan pasar potensial bagi produk Indonesia, para pelaku usaha diharapkan aktif mencari peluang pasar ekspor dengan terus berkomunikasi dengan perwakilan Indonesia di Arab Saudi,” ujar Konsul Jenderal RI Jeddah Eko Hartono melalui siaran pers yang diterima DepokPos.

Webinar ini, lanjut Eko, diharapkan tidak hanya menambah wawasan para pelaku usaha mengenai peluang serta regulasi dagang di Arab Saudi, namun juga menjadi jembatan untuk menjajaki kesepakatan yang ada.

BACA JUGA:  Innovating Jogja, Tumbuh Kembangkan IKM di Masa Pandemi

Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kasan yang turut hadir dalam webinar ini menyampaikan, Arab Saudi merupakan salah satu pintu masuk bagi produk Indonesia yang ingin menjajaki pasar di kawasan teluk. “Dengan jumlah penduduk lebih dari 30 juta jiwa, serta kunjungan jemaah haji dan umrah yang hampir pasti setiap tahunnya lebih dari 10 juta kunjungan, Arab Saudi adalah pasar segmen khusus (captive market) yang perlu diperhatikan oleh pengusaha Indonesia,” jelasnya.

Menurut Kasan, hal lain yang menjadikan Arab Saudi menjadi pasar potensial bagi Indonesia adalah pola konsumsi masyarakatnya. “Konsumsi masyarakat Arab Saudi yang kini meningkat cukup tinggi menjadikannya sebagai salah satu pasar yang menjanjikan bagi berbagai produk makanan dari Indonesia,” ungkapnya.

BACA JUGA:  Innovating Jogja, Tumbuh Kembangkan IKM di Masa Pandemi

Saat ini, regulasi impor makanan di Arab Saudi mengalami perubahan yang dinamis. Setiap perusahaan makanan, utamanya yang terkait ayam, daging, dan ikan, perlu mendaftarkan diri dan melakukan self assessment. Selain itu, perusahaan tersebur harus berkoordinasi dengan Badan Pengawas Obat dan Makanan yang sudah bekerja sama dengan Saudi Food and Drug Authority (SFDA).

Meski demikian, menurut Atase Perdagangan Riyadh Erwansyah, dinamika perubahan aturan tersebut merupakan tantangan positif bagi pengusaha di Indonesia. Bila pengusaha Indonesia bisa menembus pasar Arab Saudi, maka dipastikan akan lebih mudah melakukan penetrasi ke negaranegara tetangga lainnya di kawasan.

BACA JUGA:  Innovating Jogja, Tumbuh Kembangkan IKM di Masa Pandemi

Webinar ini dihadiri 252 peserta yang terdiri atas para pelaku usaha dan unsur pemerintah kedua negara. Kegiatan ini merupakan tindak lanjut permintaan Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Jeddah terkait daftar eksportir produk Indonesia, khususnya komoditas buah dan sayuran yang siap diekspor ke Arab Saudi beberapa waktu yang lalu.

Total perdagangan Indonesia-Arab Saudi pada Januari—Mei tahun 2020 tercatat sebesar USD 1,81 miliar. Dari jumlah tersebut, ekspor nonmigas Indonesia ke Arab Saudi pada Januari—Mei tahun 2020 sebesar USD 597,76 juta, atau meningkat 0,56 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Sedangkan, total perdagangan Indonesia-Arab Saudi tahun 2019 senilai USD 5,07 miliar. []

Komentar

Berita lainnya