oleh

Meningkatkan Intensi dan Motivasi Berwirausaha bagi Siswa SMA Terbuka

Menurut Permendikbud No 72 tahun 2013, Sekolah Terbuka termasuk juga Sekolah Memenengah Atas (SMA) Terbuka adalah salah satu bentuk pendidikan formal yang berdiri sendiri tetapi merupakan bagian dari sekolah induk yang penyelenggaraan pendidikannya menggunakan metode belajar mandiri. Kebanyakan peserta didik sekolah terbuka adalah remaja usia 16-21 tahun yang semula putus sekolah. Bermacam alasan putus sekolah seperti kurangnya kesadaran pentingnya pendidikan, kondisi geografis, juga ketiadaan dana pendidikan, terpaksa bekerja untuk membantu keuangan keluarga, dan masih banyak alasan lain.

SMA Terbuka di Depok merupakan bagian dari Program SMA Terbuka di Jawa Barat yang sudah dilaksanakan mulai tahun ajaran 2017/2018 diberbagai wilayah seluruh Jawa Barat. SMA Terbuka Jawa Barat dilaksanakan di Sekolah yang menjadi Sekolah Induk di masing-masing kecamatan. SMA Terbuka Jawa Barat ini tidak membebankan biaya kepada siswa yang mengikutinya, semuanya ditanggung oleh dana dari pemprov Jawa Barat. Tujuan dari diadakannya SMA Terbuka adalah untuk meningkatkan Angka Partisipasi Kasar (APK) penduduk.

Sulitnya mencari pekerjaan untuk lulusan Sekolah Menengah Atas yang tidak melanjutkan ke jenjang berikutnya, termasuk lulusan SMA Terbuka, seharusnya menjadi cambuk bagi sekolah untuk mengelola kurikulum sekolah berbasis kewirausahaan. Karena setelah lulus SMA terbuka, siswa dituntut untuk mampu membuka usaha sendiri dengan bekal pendidikan yang ditempuh.

BACA JUGA:  UNJ Gelar ICELS 2020: Sosialisasikan Pendekatan Baru Bahasa, Humaniora, dan Iptek Di Masa Covid-19

Oleh karena itu, siswa SMA terbuka perlu dibekali dengan pendidikan kewirausahaan yang baik, untuk meningkatkan intensi dan motivasi berusaha berwirausaha sekaligus kemampuan berusaha, agar nantinya usaha yang dijalankan mampu bertahan dan meningkat di tengah persaingan ketat diantara para pelaku usaha sama.

Dengan alasan tersebut, Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Jakarta telah ikut membantu mengatasi permasalahan tersebut dengan melakukan kegiatan kepada masyarakat di SMA Terbuka Depok, pada bulan Agustus 2019.

BACA JUGA:  UNJ Gelar ICELS 2020: Sosialisasikan Pendekatan Baru Bahasa, Humaniora, dan Iptek Di Masa Covid-19

Kegiatan pengabdian masyarakat ini berujuan meningkatkan intensi dan motivasi berwirausaha melalui pelatihan pengelolaan usaha, meliputi penguatan intensi dan motivasi siswa untuk berwirausaha yang berprospek, pembelajaran pengelolaan manajerial dalam pencatatan persediaan, pembelajaran tata kelola organisasi dalam hal mencatat transaksi jual beli sesuai standar akuntansi yang berlaku umum, sehingga memiliki pelaporan yang memadai yang dapat memberikan informasi bagi pihak yang membutuhkan untuk memperluas segmen pasar.

BACA JUGA:  UPH Percepat Transformasi Digital bagi Siswa dan Guru

Sub-materi penguatan intensi dan motivasi siswa untuk berwirausaha dimulai dengan memberi brain storming tentang hal-hal atau faktor-faktor apa saja menyenangkan menjadi seorang wirausaha pada para peserta kegiatan. Selanjutnya masuk ke materi inti tentang keuntungan menjadi wirausaha, bagaimana mengelola usaha, bagaimana cara mengelola persediaan, bagaimana mencatat transaksi jual-beli.

Pelaksanaan kegiatan diakhiri dengan foto bersama bersama para peserta dan giru-guru SMA Terbuka. Kegiatan ini akan ditindaklanjuti di tahun yang akan datang untuk melihat efek kegiatan ini terhadap meningkatnya intensi dan motivasi berwirausaha, serta pengelolaan persediaan dan pencatatan transaksi jual-beli.

 

Penulis :
Dr. Sri Indah Nikensari, SE, MSE
Susi Indriani, SE, MS.Ak
Yunika Murdayanti, MSi, M.Ak
(Dosen Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Jakarta)

Komentar

Berita lainnya