oleh

13 Kelurahan di Depok Masuk Zona Hijau Covid-19

DEPOK – Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kota Depok menegaskan hingga saat ini sudah tercatat 13 kelurahan yang masuk zona hijau atau tidak memiliki kasus positif COVID-19.

Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kota Depok Mohammad Idris menyebutkan, ke-13 kelurahan tersebut, adalah Kelurahan Limo, Tirtajaya, Jatimulya, Tapos, Kedaung, Harjamukti, Krukut, Pangkalan Jati Baru, Duren Mekar, Duren Seribu, Bojongsari Baru, Bojongsari Lama, dan Leuwinanggung.

BACA JUGA:  Angkot Ber-AC Segera Beroperasi di Depok

Ia mengatakan bagi kelurahan yang masih memiliki kasus positif, terus dilakukan upaya prevent, detect dan response, di antaranya mendorong yang isolasi mandiri agar dapat melakukan isolasi rumah sakit.

“Hal ini dilakukan untuk mencegah penularan pada lingkungan keluarga dan orang-orang yang kontak erat,” ujarnya.

Sementara itu, untuk penambahan kasus konfirmasi positif pada Jumat (10/7) sebanyak 5 kasus. Penambahan tersebut berasal dari tindak lanjut program rapid test Kota Depok yang ditindaklanjuti dengan tes usap dan PCR di Laboratorium Kesehataan Kota Depok (Labkesda) 3 kasus dan Laboratorium RS UI 2 kasus.

BACA JUGA:  Penanganan Covid-19, Depok Akan Kembali Perketat Pengawasan Area Publik

Sedangkan kasus konfirmasi yang sembuh hari ini bertambah 23 orang menjadi 635 orang atau 73,50 persen dari seluruh kasus konfirmasi positif yang ada di Kota Depok.

Selanjutnya, untuk orang tanpa gejala (OTG) yang selesai pemantauan bertambah 7 orang dan orang dalam pemantauan (ODP) 8 orang, sedangkan untuk pasien dalam pengawasan (PDP) yang selesai pengawasan bertambah 1 orang.

BACA JUGA:  Depok Masih Rawan Penularan Covid-19, Ini Alasannya

Untuk PDP yang meninggal saat ini berjumlah 121 orang, tidak terdapat penambahan dibanding hari sebelumnya. Status PDP tersebut merupakan pasien yang belum bisa dinyatakan positif atau negatif, karena harus menunggu hasil PCR, yang datanya hanya dikeluarkan oleh PHEOC (Public Health Emergency Operating Center) Kemenkes RI. []

Komentar

Berita lainnya