oleh

Saintis Cilik dari Depok Lahir Melalui Ajang OSK 20 Tingkat Nasional

Olimpiade Sains Kuark 2020 (OSK’20) menggelar Pengumuman dan penghargaan secara virtual di Premier YouTube Live PADA 28 Juni 2020 jam 15.30 – 16.30 Iftina Izma Rafifa siswi kelas 4 SDIT Al Haraki Kota Depok Jawa Barat meraih prestasi Bronze Medal dan videonya termasuk salah satu dari 12 video favorit dari like di YouTube dari 103 finalis level 2 (kelas 3 -4) seluruh Indonesia dengan nama Channel “Izma Scientis”.

Secara Virtual sambutan dari Siti Nurbaya sebagai Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Judul Proyek yg di angkat oleh iftina Izma Rafifa adalah “Ayo Jaga Bumi Kita, mulai dari piring, bijak bertransportasi dan membiasakan hemat listrik!”.

Proyek yang dilakukan adalah merencanakan dan melakukan gaya hidup rendah emisi karbon, melalui kegiatan sehari-hari yang menghasilkan jejak karbon, seperti membuat menu makanan harian rendah emisi karbon, bijak dalam penggunaan transportasi dan penghematan pemakaian energi listrik. Dalam proyek ini juga dilakukan penghitungan jejak karbon harian dari aktivitas, kemudian dilakukan perbandingan antara sebelum dan sesudah aktivitas pengurangan jejak karbon.

BACA JUGA:  Belajar dari Rumah, Siswa SMP di Depok Harus Berseragam

Proyek ini dikerjakan dengan proses pembelajaran Inkuiri.Aktivitas pengurangan jejak karbon ini dilakukan selama 10 hari pengamatan yang dimulai sejak tanggal tgl 4 sd 13 Mei 2020 dalam kondisi berpuasa Ramadhan, belajar di rumah, dan situasi pandemi Covid-19. Jejak karbon yang dihasilkan sebelum aktivitas pengurangan jejak karbon adalah sebesar 7,8 kg CO2-ek perhari, sedangkan jejak karbon yang dihasilkan dari aktivitas pengurangan jejak karbon adalah rata-rata sebesar 4,4 kg CO2-ek per harinya.

Jika gaya hidup rendah jejak karbon ini rutin dan terus dilaksanakan, maka dalam setahun jejak karbon yang bisa dikurangi adalah sebanyak 1242 kg CO2-ek. Aktivitas pengurangan jejak karbon seperti pengaturan menu makanan rendah jejak karbon (dengan mengurangi makan daging sapi, makanan import, memperbanyak makan ikan buah dan sayur, serta maknan lokal), bijak bertransportasi (mengurangi pemakaian kendaraan pribadi dan beralih ke penggunaan transportasi umum) dan hemat dalam pemakaian listrik di rumah, serta aksi lainnya seperti pemilahan sampah, kegiatan Reduce, Reuse, Recycle dan Composting, menanam pohon, hidroponik, dan ajakan peduli lingkungan melalui stiker dan poster, dapat mengurangi emisi gas rumah kaca di udara sehingga bisa mencegah pemanasan global yang mengakibatkan perubahan iklim.

BACA JUGA:  Belajar dari Rumah, Siswa SMP di Depok Harus Berseragam

Olimpiade sains Kuark tingkat SD terdiri dari level 1 (kelas 1 – 2 SD), level 2 (kelas 3 – 4 SD), level 3 (kelas 5 – 6 SD). Sudah di mulai sejak 2007 Rutin dilaksanakan setiap tahun.

Olimpiade Sains Kuark 2020 mengangkat tema perubahan iklim “Aku Saintis! Aku Lindungi Bumi!”. Tujuannya untuk menumbuhkan kesadaran mengenai perubahan iklim dan mengajak anak-anak Indonesia untuk menjadi saintis, termasuk dalam sikap maupun tindakan(www.komikkuark.net). Iftina Izma Rafifa siswa kelas 4 SDIT Al Haraki bersaing dengan ratusan ribu peserta pada babak penyisihan tgl 29 Februari 2020 di 34 provinsi 207 kota/ kabupaten seluruh Indonesia.

BACA JUGA:  Belajar dari Rumah, Siswa SMP di Depok Harus Berseragam

Tanggal 30 Maret 2020 pengumuman semifinalis untuk level 2 ( kelas 3 dan 4 SD) dan Izma sapaan akrab di sekolahnya dapat masuk ke tahapan semifinal bersama 1.575 orang.

Dengan bimbingan dari guru Ade Maulana S.Si dan didampingi Karina Dianingsari, M.Si sebagai ibu dari Izma, Iftina Izma Rafifa masuk menjadi finalis sebanyak 103 orang dari seluruh Indonesia menyisihkan 1.500 lainnya, Final proyek 21 April 2020 sampai 21 mei 2020. Pengiriman laporan dan video 21 mei – 28 mei 2020. Hidayat, S.Pdi selaku kepala SDIT Al Haraki sangat bangga dengan Torehan prestasi siswa didiknya meraih Bronze Medal untuk level 2 satu satunya dari Depok.

Komentar

Berita lainnya