oleh

Peran Mahasiswa Terhadap Organisasi dan Kuliah di Kampus

Oleh : Humairy izzatul fithry

Berbicara tentang mahasiswa tidak akan pernah ada habisnya, dalam konteks mahasiswa kuliahan bukan hanya mereka yang memiliki indeks prestasi yang tinggi dan bukan pula yang aktif berorganisasi, tapi dia yang mampu menyeimbangkan antara keduanya, dibagian akademik dan organisasi. Dari segi akademik mahasiswa memiliki tanggung jawab terhadap orang tuanya dan dirinya sendiri, untuk bisa lulus dengan predikat membanggakan serta tepat waktu.

Menjadi seorang mahasiswa bukanlah hal yang mudah, namun bisa dipermudah jika kita mau untuk menjalaninya dengan baik. Caranya, kita harus menjalankan kewajiban kita sebagai mahasiswa dengan semestinya, menjadi mahasiswa jangan hanya sebatas mahasiswa biasa saja, kita harus mengikuti arus pergaulan kampus, tentunya pergaulan yang memberikan dampak positif bagi perkuliahan kita di kampus, kita harus bisa membiasakan diri untuk menunjukkan rasa sosial yang tinggi. Itu semua bisa diwujudkan dengan bergabung di organisasi-organisasi yang ada di kampus. Disana kita bisa menunjukkan bahwa kita mampu memberikan dampak yang baik di lingkungan perkuliahan.

Kuliah maupun organisasi adalah dua hal yang berbeda, tapi sering berjalan saling beriringan. Kita juga harus mengikuti pendidikan formal dalam sebuah perkuliahan karna itu adalah sebuah kewajiban di saat kita memutuskan untuk melanjutkan ke jenjang universitas, sedangkan organisasi adalah hak kita yang mengikuti di belakangnya. Masuk dalam suatu organisasi dalam masa sekolah maupun dalam lingkungan perkuliahan adalah sebuah pilihan pribadi, baik ataupun menjadi kurang baik dampak akhirnya akan tergantung pada diri sendiri, kemampuan, serta lingkungannya.

BACA JUGA:  Ringankan Warga Terdampak Covid-19, Kelompok Dosen PNJ Beri Bantuan

Selain itu perlu diperhatikan keseimbangan antara kedudukan kuliah maupun organisasi. Kita, mahasiswa, harus benar-benar bisa memberi batasan yang jelas tentang mana yang harus didahulukan, harus bisa benar-benar mengerti apa itu kewajiban dan apa itu hak, yang mana kewajiban dan yang mana hak. Tentu saja kuliah itu penting dan utama karena itulah kewajiban kita saat masuk sebuah universitas, tapi organisasi yang diikuti juga bukan hal yang bisa dianggap tidak penting. Seimbang maksudnya adalah kedua hal ini, kuliah dan organisasi, dapat berjalan selaras dengan tidak mengganggu kewajiban utama (kuliah). Kuliah harus berjalan lancar dan tidak terganggu, tapi dibalik itu organisasi sebagai bentuk pengembangan diri hendaknya dapat diberi ruang yang semestinya agar dapat juga mendukung kewajiban.

BACA JUGA:  JPI dan FORSI HIMMPAS INDONESIA Jalin Kerjasama Di bidang Literasi dan Digitalisasi

Bagi mahasiswa yang belum menemukan jati dirinya sebagai seorang mahasiswa, maka berusahalah untuk bergabung dengan organisasi yang ada di kampus. Semua itu akan berguna untuk kelangsungan perkuliahan dan mampu menjalin persahabatan antara sesama mahasiswa di kampus. Janganlah menjadi mahasiswa seperti batu yang terselip dalam pondasi, yang hanya bertahan pada satu tempat berdiam. Sama halnya dengan mahasiswa yang hanya duduk di bangku kuliah tanpa memberikan umpan balik dalam perkuliahan.

Mungkin kita pernah mendengar istilah “mahasiswa kupu-kupu” yang artinya mahasiswa tersebut hanya datang untuk perkuliahan semata. Sementara untuk informasi lainnya yang ada di kampus tidak ia hiraukan jika tidak ada sangkut pautnya dengan mata kuliah. Sebaiknya, kita jangan mencontoh mahasiswa yang demikian. Hendaknya kita bisa menjadi mahasiswa sejati dan mampu memberikan dampak positif bagi kehidupan kita dengan berorganisasi di kampus.

Terkadang seorang mahasiswa merasa terlalu nyaman berada di sebuah organisasi, sehingga malah mengabaikan kewajibannya sebagai mahasiswa. Prioritas yang berbeda ini akhirnya membuat tidak seimbangnya kewajiban dan hak, Sekali lagi, kalau kita sudah memutuskan masuk dalam suatu organisasi dalam masa perkuliahan, keseimbangan antara organisasi dan kuliah harus dijaga dengan baik, karena kita tentu tidak menginginkan kuliah kita berantakan karena terlalu sibuk berorganisasi.

BACA JUGA:  Permudah Biaya Kuliah, Pintek Teken MoU dengan UBSI

Ada beberapa faktor yang menjadi alasan mahasiswa tidak ikut dalam kegiatan organisasi, salah satunya yaitu kesulitan dalam memanajemen waktu. faktor tersebut menjadi penghambat yang sangat berpotensi terhadap mahasiswa. Dalam berorganisasi, mahasiswa dituntut harus mampu mengatur waktu antara jadwal kuliah dengan kegiatan diluar jadwal kuliah. Sayangnya, masih banyak mahasiswa yang belum mampu mengatur waktunya dan seringkali salah satu dari kegiatan tersebut menjadi keteteran. Jika hal tersebut sudah terjadi, maka mahasiswa terpaksa harus mengorbankan salah satunya, jika bukan kuliah yang menjadi korban maka organisasinyalah yang harus bubar jalan. Sebenarnya kuliah maupun organisasi dapat berjalan dengan lancar jika saja mahasiswa tersebut mampu untuk mengatur waktu.

Komentar

Berita lainnya