oleh

Ini Cara Mahasiswa Universitas Mercu Buana Melawan Hoaks yang Marak

Dalam kehidupan sehari-hari, kebutuhan informasi tentu diperlukan banyak orang. Namun, bagaimana jika informasi yang diakses di media ternyata berita bohong? Tentu akan sangat berdampak buruk bagi masyarakat yang mengonsumsinya. Salah satu dampak, dapat menyebabkan kesalahpahaman dan sesat pikir, fitnah bagi tokoh yang diberitakan bahkan dalam skala yang besar sampai satu negara!

Dapat dikatakan sebagai opini, masyarakat Indonesia masih memiliki tingkat kesadaran informasi yang rendah. Hal itu dipengaruhi dengan budaya membaca yang belum berkembang pesat. Melalui kebiasaan membaca dapat melatih seseorang melakukan konfirmasi dan cek kebenaran sebuah informasi yang diterima. Oleh sebab itu, penting untuk memberikan kesadaran kepada masyarakat betapa berbahayanya berita bohong jika sudah dipercaya sebagai kebenaran.

Di tengah masa pandemi ini, begitu banyak informasi hoaks juga yang ditemui oleh beberapa media yang dikelola oleh pemerintah di website turnbackhoax.id , didukung beberapa media nasional yang menyediakan kanal khusus untuk berita hoaks. Beberapa di antara media yang berpartisipasi liputan6.com , medcom.id , tempo.co , suara.com dan tirto.id . Hal ini disambut positif, juga partisipasi mahasiswa yang melakukan sosialisasi dan edukasi berita hoaks.

BACA JUGA:  UPH Percepat Transformasi Digital bagi Siswa dan Guru

Kelompok mahasiswa Universitas Mercu Buana berinisiatif menyumbangkan ilmunya untuk mengedukasi masyarakat. Mereka menggunakan platform digital dan media sosial agar lebih praktis dan efisien. Ditambah kondisi karantina mandiri ini yang semakin meng-efektifkan sosialisasi pengetahuan cek dan re-check sebuah informasi.

Disiplin ilmu jurnalistik ini sangat membantu ditambah kemampuan produksi konten video, memberi penilaian kreatif dan peduli isu sedang marak di tengah masyarakat. Tak lain dan tak bukan, kelompok mahasiswa ini berasal dari jurusan Broadcasting sehingga kemampuan dan ilmu yang disumbangkan tidak diragukan. Kelompok ini terdiri dari 5 mahasiswa, Emma Lesliani Bonatio, Farida ikhlimah, Lika Fauziah, Regi Melliala dan Ali Zainal Abidin.

Melalui platform Youtube, kelompok ini memakai channel dengan nama Group Sebelah. Mereka membagikan informasi dengan format video bagaimana cara menyikapi berita secara kritis, tips menyikapi orang terdekat yang menyebarkan dan cara cek kebenanaran informasi yang mungkin tidak jelas sumbernya. Lalu, mereka juga membagikan beberapa informasi terbaru selama musim penyebaran COVID-19 ini, yaitu 4 obat ampuh untuk menyembuhkan Corona. Berita selanjutnya, kumpulan informasi viral yang membawa nama Presiden, Joko Widodo yang ternyata hoaks.

BACA JUGA:  Compfest Talks Sebagai Puncak Acara Compfest Tahun Ini Hadirkan Sandi Uno

Inovasi ini memanfaatkan teknologi dan juga menyasar kepada para pengguna internet yang sering terjebak hoaks. Pada platform Instagram, mereka memakai nama akun @groupsebelah_. Kelompok Group Sebelah ini meyakini visi mengedukasi pemakai Instagram yang juga sudah meluas di masyarakat. Terutama, berita hoaks juga yang sering merebak di platform Instagram ini sehingga pendekatan yang tepat dan tidak jauh bagi penikmat informasi media sosial.

Akun Instagram @GroupSebelah_ membagikan informasi ciri-ciri dan jenis berita hoaks, hukum bagi penyebar hoaks dan data situs hoaks yang tercatat di Kominfo yang terus bertambah seiring meningkatnya pengguna internet. “Saya dan teman-teman ingin menyumbangkan ilmu untuk mensosialisasikan, cara membedakan informasi hoaks dan mana yang benar. Karena mudahnya hoaks dengan tidak sadar masuk ke kehidupan kita sehari-hari gitu,” ujar Regi Meliala, salah satu anggota Group Sebelah berkomentar.

BACA JUGA:  Compfest Talks Sebagai Puncak Acara Compfest Tahun Ini Hadirkan Sandi Uno

Di tengah situasi karantina mandiri, ada banyak hal yang sulit dikendalikan terutama berita hoaks. Sepenuhnya, Group Sebelah juga mendukung pemerintah untuk melakukan inspeksi dan perketat website bodong yang berusaha mengambil keuntungan ditengah situasi saat ini. Setiap bagian lapisan masyarakat dapat berpartisipasi untuk menghentikan penyebaran berita hoaks walaupun dengan usaha yang kecil.

Hal ini dapat dilakukan dengan melakukan usaha sedikit lebih berinisiatif mencari kebenarannya. Lebih detailnya dengan melakukan konfirmasi fakta yang didapat pada media lainnya yang lebih kredibel. Tindakan ini dapat membantu menemukan titik terang dari sebuah berita yang didapatkan.

Melalui kelompok mahasiswa Universitas Mercu Buana, dalam Group Sebelah juga ikut ambil bagian memutus rantai penyebaran berita hoaks. Dengan visi ini, kiranya dapat meningkatkan kesadaran bagi penikmat berita agar lebih kritis dan menimbang terlebih dahulu sebelum menyebarkannya kepada orang lain.

Komentar

Berita lainnya