oleh

UMKM Binatu Terdampak Krisis Pandemi Covid-19, Aplikasi Laundry Jadi Solusi

Depok – Sejak pandemi Covid-19 masuk ke Indonesia, para pengusaha berbagai sektor bisnis diterpa kecemasan akan kelangsungan usaha masing-masing. Bisnis binatu atau laundry yang tergolong Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) ikut terkena dampak dari pandemi Covid-19, jumlah pelanggan yang memasukkan pakaiannya ke laundry berkurang. Virus corona yang bisa menempel di benda dan permukaan dari berbagai jenis material selama berjam-jam menimbulkan kecemasan pelanggan terhadap penggunaan jasa laundry.

Kebijakan pemerintah Indonesia yang mewajibkan penerapan social distancing dan physical distancing untuk memutus mata rantai penyebaran virus corona membuat para perilaku konsumen jasa laundry berubah, sehingga pengusaha laundry harus sigap dalam mengambil sikap. Kini masyarakat cenderung melakukan transaksi secara daring (online) untuk memenuhi kebutuhannya. Aplikasi laundry bisa jadi solusi untuk masyarakat dan para pengusaha laundry, jika semula konsumen harus datang langsung membawa pakaian yang ingin dicuci kini dapat diantar jemput sehingga konsumen tetap bisa menggunakan jasa laundry tanpa harus keluar rumah.

BACA JUGA:  Innovating Jogja, Tumbuh Kembangkan IKM di Masa Pandemi

Sadar akan dampak pandemi Covid-19 pada bisnis binatu, D-Laundry aplikasi laundry on demand yang dikembangkan oleh DROP (PT Drop Global Tech) menggelar event online “Menghadapi Pandemi Bersama D-Laundry” Jumat (1/5/2020) untuk mengajak para pengusaha laundry untuk bersama-sama berjuang dan meraih peluang dalam pandemi. Co-Founder & CEO DROP, Ridhwan Basalamah menyatakan pihaknya ingin memberikan solusi kepada UMKM laundry yang terkena dampak kebijakan pembatasan jarak, yang menyebabkan penggunaan jasa laundry offline menurun.

BACA JUGA:  Innovating Jogja, Tumbuh Kembangkan IKM di Masa Pandemi

“Melalui event online ini, kami ingin berbagi informasi tentang bagaimana penanganan laundry yang sebaiknya dilakukan saat pandemi seperti saat ini. Selain menambahkan prosedur tambahan untuk menjaga kualitas dan kebersihan agar terhindar dari Covid-19, UMKM laundry juga perlu memasuki ranah online untuk menjangkau konsumennya.” tutur Ridhwan.

Dengan menggunakan aplikasi D-Laundry, masyarakat tidak perlu khawatir akan penularan Covid-19 melalui material laundry karena D-Laundry menerapkan Standar Operasional Prosedur (SOP) tambahan kepada seluruh mitranya dalam menangani cucian selama pandemi, diantaranya selalu membersihkan ruang dan fasilitas laundry dengan desinfektan, memastikan kesehatan pekerja, menyediakan fasilitas cuci tangan dan masker, mengantar jemput cucian konsumen dengan prosedur contactless delivery, menambah layanan transaksi cashless (tanpa uang tunai), dan menggunakan bahan dan cairan kimia berstandar untuk membersihkan kuman, virus, dan kotoran.

BACA JUGA:  Innovating Jogja, Tumbuh Kembangkan IKM di Masa Pandemi

Ridhwan menyampaikan bahwa dengan aplikasi laundry banyak keuntungan yang akan didapatkan UMKM laundry diantaranya memperluas jangkauan pelanggan, dapat mengelola dan memantau bisnis laundry secara digital, dan turut berkontribusi menerapkan kebijakan pemerintah, social distancing dengan layanan antar jemput dan transaksi cashless (tanpa uang tunai).

Komentar

Berita lainnya