oleh

Volume Sampah di DKI Menurun, Pengangguran Meningkat Drastis

Oleh: Mustafa Hadi Karya, Ketua Forum Wartawan Jakarta

Jakarta – Wabah virus corona (covid-19) telah banyak mrmbawa perubahan di DKI Jakarta. Setelah sekian lama mengindam-idamkan bebas kemacetan lalu lintas, dan udara segar, DKI berhasil melakukannya. Bisa kita lihat di jalan-jalan protokol maupun jalan kampung, semua terlihat lenggang.

Selain itu, tumpukan sampah pun ikut terurai, pasalnya sekian puluh tahun para gubernur DKI merancang sistem untuk menanggulangi sampah yang sulit dielakan, namun akibat wabah covid-19 volume sampai turun draktis.

BACA JUGA:  Nasib Anak dalam Lingkaran Setan

Semua itu berbanding terbalik, DKI harus menukar puluhan nyawa warganya akibat wabah corona, bahkan volume pengangguran naek pesat. Anies Baswedan kembali dihadapkan dengan pilihan yang pelik dan tak kunjung tuntas. Satu permasalahan belum selesai, muncul permasalahan baru. Hal itu lantaran bukan karena Anies tak bisa kerja, anies selalu prioritaskan keselamatan dan kesejahteraan warganya.

BACA JUGA:  Efektivitas Guru dan Siswa dalam Interaktif Pembelajaran Daring di Masa Pandemi

Tak tanggung-tanggung berbagai kebijakan Gubernur DKI ini selalu dipatahkan oleh pemerintahan pusat. Contoh kecil ketika anies perjuangkan para ojek online untuk tetap bisa menarik penumpang, namun kembali dipatahkan Luhut Binsar Panjaitan (LBP) yang menjabat sebagai Plt. Menteri Perhubungan RI setelah Budi Karya dinyatakan positif corona. Bahkan ultimatum Menteri Kesehatan RI juga menolak atas kebijakan Anies.

Sederet kebijakan Gubernur rasa presiden ini terus dipatahkan pemerintahan pusat dengan alih-alih alasan bahwa DKI Jakarta adalah jantung dari perekonomian Negara.

BACA JUGA:  Jangan Anti Nasihat!

Masuk di fase Pengendalian Sosial Berskala Besar (PSBB), Anies kembali dihadapkan pada pembagian subsidi kebutuhan warganya. PSBB yang sementara diberlakukan hingga 23 April 2020, Anies bersama perangkat kerjanya merancang sistem guna mencegah perkembangan corona. Mampukah Anies mensubsidi 12 juta-an warganya dengan anggaran 3 Triliun?

Komentar

Berita lainnya