oleh

Restrukturisasi Strategi Penyelamatan UMKM di Tengah Wabah Pandemi

Oleh : Meilin Afifah, Mahasiswi STEI SEBI

Sejak munculnya wabah covid-19 yang kini sudah menjadi pandemi membuat banyak sekali kerugian yang ditimbulkan. Korbannya bukan hitungan satu atau dua jiwa, melainkan banyak ribuan jiwa yang meninggal dunia dan jutaan yang sudah terindikasi virus ini. Perekonomian dunia pun semakin lesu atas lamanya waktu virus ini menetap. Tak terkecuali Indonesia, berbagai sektor perekonomian terdampak akibat adanya wabah ini.

Begitupun sektor UMKM (Usaha Mikro Kecil dan Menengah) yang mendominsi perekonomian Indonesia bahkan tak terhindarkan dari dampak adanya virus ini. Banyak UMKM yang terancam tutup usahanya karena beberapa faktor seperti rendahnya daya beli masyarakat, sulitnya memperoleh bahan baku serta terganggunya proses distribusi produk kepada konsumen. Padahal perekonomian sektor ril ini sangat berpengaruh besar terhadap perekonomian Indonesia. Menurut data yang diunggah di INDONESIA.GO.ID pada tahun 2019 Sekitar 99,92 persen jumlah UMKM yang ada dengan kontribusi terhadap PDB nasional sebesar 60 persen. Serta penyerapan tenaga kerja sebanyak 116,73 juta orang.

BACA JUGA:  New Normal: Kebijakan yang Menguntungkan Pemilik Modal?

Potensi yang dimiliki UMKM diharapkan mampu untuk memberikan kontribusi dalam peningkatan perekonomian saat wabah pandemi ini berakhir. Maka sangat disayangkan jika UMKM kini dibiarkan tergerus dengan sendirinya oleh wabah yang malanda tanpa strategi penyelamatan untuk mempertahankan usaha. Dalam hal ini sangat dibutuhkan peran pemerintah juga peran UMKM itu sendiri. Salah satu strategi yang dapat dilakukan adalah dengan melakukan restrukturisasi, yaitu dengan melakukan penataan kembali di berbagai sisi.

Hingga saat ini peran pemerintah dalam restrukturisasi adalah dengan melakukan relokasi anggaran dan refocusing kebijakan guna memberikan insentif ekonomi bagi para pelaku UMKM dan Informal. Serta relaksasi kredit bagi UMKM, yaitu khususnya untuk nilai kredit di bawah 10 miliar, baik kredit perbankan maupun industri keuangan non bank. Relaksasi kredit ini berupa penundaan cicilan sampai satu tahun dan penurunan bunga.

BACA JUGA:  New Normal: Kebijakan yang Menguntungkan Pemilik Modal?

Namun selain itu pemerintah juga diharapkan dapat memberikan kepastian tentang bahan baku agar tetap tersedia dan mudah didapat serta membantu memasarkan produk UMKM yang ada. Hal ini seperti yang diharapkan oleh para pelaku UMKM yang disampaikan melalui call center pengaduan yang disediakan oleh Kementerian Koperasi dan UKM.

Kemudian upaya agar UMKM tetap berproduksi dan beraktivitas juga harus dilakukan para pelaku UMKM itu sendiri dengan memperbaharui sistem, strategi dan manajemen bisnis, atau yang bisa disebut dengan restrukturisasi usaha. Misalnya dalam bentuk produk dan promosi. Kita dapat mengalihkan perlahan produksi kita pada produk-produk yang sangat dibutuhkan saat situasi seperti sekarang. Berfokus pada Makanan dan kebutuhan pokok dapat menjadi alternatif peralihan produk pada usaha kita.

BACA JUGA:  New Normal: Kebijakan yang Menguntungkan Pemilik Modal?

Kemudian teknik marketing dapat dilakukan dengan memanfaatkan sebaik mungkin media online yang ada. Promosi produk melaui media sosial serta distribusi produk menggunakan jasa antar seperti Gofood atau Grabfood dapat mempermudah konsumen dalam mengenali dan memesan produk kita. Untuk menambah ketertarikan konsumen dapat dilakukan dengan cara memberikan diskon pada beberapa waktu tertentu. Program untuk menarik simpati para konsumen dalam usaha membantu penanganan covid-19 ini juga perlu dilakukan dengan konten yang menarik atau pembukaan donasi.

Tapi sejatinya dari semua itu, yang harus kita pahami betul adalah bahwa restrukturisasi menjadi sebuah alat dalam penyelamatan untuk mempertahankan sektor UMKM. Namun tentunya yang terpenting tetap membutuhkan kerja sama yang baik dari seluruh pihak baik pemerintah, pelaku UMKM, serta bank ataupun industri keuangan non bank, juga masyarakat luas untuk meminimalisasi dampak dari wabah covid-19 ini.

Komentar

Berita lainnya