oleh

Program Ini Persiapkan Generasi Muda Menjadi Pebisnis Unggul

Melalui Center for Strategic Entrepreneurial Leadership, generasi muda akan dipersiapkan menjadi wirausahawan yang unggul dan mempunyai jiwa kepemimpinan kuat

Menuju visi emas Indonesia tahun 2045, saat ini Indonesia perlu melahirkan banyak wirausahawan (entrepreneur) yang memiliki jiwa kepemimpinan (leadership) yang baik agar mampu bersaing dengan entrepreneur Global. Kebutuhan akan wirausahawan sangat besar untuk Indonesia. Kamar Dagang Industri (Kadin) Indonesia mencatat bahwa jumlah wirausaha di Indonesia masih tertinggal jauh dibanding negara di kawasan Asean lainnya, yang saat ini tidak lebih dari 1,6% dari seluruh penduduk Indonesia. Sebagai contoh: Malaysia 2,1% dan Singapura 7% (Republika, 2015). Sedangkan tidak dapat dipungkiri bahwa jumlah wirausahawan pada suatu negara sangat berhubungan dengan tingkat kemajuan ekonomi di negara tersebut.

BACA JUGA:  UNJ Gelar ICELS 2020: Sosialisasikan Pendekatan Baru Bahasa, Humaniora, dan Iptek Di Masa Covid-19

Begitu pentingnya penguasaan kemampuan berwirausaha (entrepreneurship) dan kepemimpinan (leadership) bagi generasi muda, menjadi pendorong utama dibentuknya Center for Strategic Entrepreneurial Leadership. Melalui Center for Strategic Entrepreneurial Leadership, generasi muda akan dipersiapkan menjadi wirausahawan yang unggul dan mempunyai jiwa kepemimpinan kuat yang tidak hanya akan memandirikan dirinya secara ekonomi, namun juga akan turut mengembangkan potensi ekonomi daerah untuk menyokong perekonomian Negara.

Menurut Prof. Roy Darmawan, selaku Ketua UKK Center for Strategic Entrepreneurial Leadership SKSG Universitas Indonesia, lembaga ini didirikan sebagai wadah untuk menyelesaikan tantangan masa depan melalui kerangka berfikir strategis, pengembangan soft skill serta penumbuhan mindset entrepreneurship dan leadership. Penguasaan soft skill dan hard skill merupakan kunci sebuah human excellent. Soft skill dapat ditumbuhkan melalui kanal pendidikan diantaranya seperti keterampilan kepemimpinan, komunikasi, toleransi dan bahkan keterampilan kemandirian seperti kewirausahaan.

BACA JUGA:  UPH Percepat Transformasi Digital bagi Siswa dan Guru

Menurut Direktur Sekolah Kajian Stratejik dan Global, Athor Subroto, Ph.D, saat ini penopang utama perekonomian Indonesia secara makro terletak pada pergerakan sektor UMKM yang jumlahnya mencapai 1/3 dari penduduk Indonesia. Kelemahan dari sektor UMKM adalah lemahnya manajerial dalam bidang kepemimpinan dan kewirausahaan. Pentingnya nilai (value) dalam berwirausaha dalam pengembagan sektor ini, akan membuat arah dan strategi pengembangan dan penciptaan usaha di Indonesia jadi lebih maju, sukses dan berkelanjutan.

BACA JUGA:  PNJ Bagikan 100 Paket Aktivitas Kreatif untuk Anak-anak di Pulo Geulis, Bogor

Kepemimpinan dan kewirausahaan adalah dua hal yang harus berjalan seiringan dalam menghadapi industri 4.0. Pentingnya upaya peningkatan mutu dan kualitas sumber daya Indonesia yang menjadi dasar pemikiran Center for Strategic Entrepreneurial Leadership UI untuk melakukan pendampingan, pelatihaan, serta konsultasi berprinsip Spirit of Leaderpreneur.

Pembentukan Lembaga ini di bawah Sekolah Kajian Stratejik dan Global Program Pasca Sarjana Universitas Indonesia di Kampus Universitas Indonesia, Salemba. Kegiatan ini juga dihadiri oleh Wakil Rektor Universitas Indonesia Bidang SDM dan Aset Universitas Indonesia, Dr. Mohammad Luthfi, MA., Pengurus Ikatan Alumni SKSG – SIL dan tokoh penting lainnya.

Komentar

Berita lainnya