oleh

Pemkot Depok Gencarkan Sosialisasi PSBB

DEPOK – Meski pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) telah dimulai hari ini, 15 April 2020, namun, menurut pantauan di lapangan, masih terdapat beberapa warga yang tidak mematuhi aturan yang ditetapkan. Untuk itu, Wali Kota Depok Mohammad Idris meminta seluruh pihak terkait (stakeholder) agar menggencarkan edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat.

“Ini hari pertama PSBB dilaksanakan di Kota Depok. Kami juga sudah mengadakan check point di beberapa lokasi dan masih ditemui warga yang keluar rumah tanpa alasan yang jelas. Kami minta stakeholder dan pemangku wilayah melakukan sosialisasi lebih masif,” ujarnya, Rabu (15/04/20).

BACA JUGA:  Angkot Ber-AC Segera Beroperasi di Depok

Dirinya juga meminta, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Depok untuk memberikan sosialisasi lebih merata dengan menjangkau setiap wilayah. Termasuk ke seluruh kelurahan di Kota Depok.

“Utamanya di wilayah perbatasan, seperti Depok-Bogor, Depok-Bekasi, Depok-Jakarta Timur, Depok-Tangerang. Hari pertama pelaksanaan PSBB ini juga jadi evaluasi kami, agar ke depan semakin efektif,” terangnya.

BACA JUGA:  Cari Buaya Lain, Damkar Depok Susur Kali Pesanggrahan

Senada dengan itu, Kepala Satpol PP Kota Depok Lienda Ratnanurdianny mengatakan, pihaknya mengerahkan sebanyak 285 personel untuk mendukung pelaksanaan PSBB. Dalam tugasnya, Satpol PP bersinergi dengan TNI dan Polri.

“Kami kerahkan seluruh personel untuk mengoptimalkan pelaksanaan PSBB. Semua personel dikerahkan untuk bersiaga di 22 titik pintu masuk dan keluar Kota Depok,” ucapnya.

Untuk diketahui, perkembangan kasus Orang Dalam Pengawasan (ODP) di Kota Depok sebanyak 2.054 orang dan Pasien Dalam Pengawasan (PDP) 614 orang.

BACA JUGA:  Depok Sudah Perbolehkan Hajat Pernikahan dan Khitanan

Sementara untuk PDP yang meninggal saat ini berjumlah 39 orang. Namun demikian, status PDP tersebut merupakan pasien yang belum bisa dinyatakan positif atau negatif, karena harus menunggu hasil pemeriksaan Polymerase Chain Reaction (PCR), yang datanya hanya dikeluarkan oleh Public Health Emergency Operating Center (PHEOC) Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI.

Kemudian, untuk kasus konfirmasi sebanyak 139 orang, sembuh 11 orang, dan meninggal dunia 15 orang. Sedangkan Orang Tanpa Gejala (OTG) 681 orang.

Komentar

Berita lainnya