oleh

Berbagi Masker di Masa Covid-19, Perbuatan Kecil Berfaedah Besar

Oleh: Syarifudin Yunus, Pegiat Literasi TBM Lentera Pustaka

Wajib pakai “masker” saat ke luar rumah. Akibat wabah virus corona, imbauan itu resmi dikeluarkan. Sekalipun sehat harus pakai masker. Untuk mencegah penularan dan penyebaran virus corona covid-19. Apalagi pandemi Covid-19 terus bertambah. Per hari ini saja, ada penambahan 337 kasus baru. Itu berarti, ada 3.293 kasus positif di Indonesia; yang dirawat 2.761, yang meninggal 280, dan yang sembuh 252. Sungguh, wabah virus corona belum akan berakhir.

Tapi faktanya, banyak saudara kita, utamanya yang di kampung-kampung sama sekali tidak tahu manfaat masker di tengah wabah virus corona. Boro-boro tahu, pakai masker itu sesuai dengan rekomendasi dari WHO. Mereka yang di kampung-kampung, manfaat masker saja tidak tahu apalagi punya masker. Maka itulah pentingnya edukasi dan sosialisasi tentang apa dan bagaimana wabah virus corona Covid-19? Lalu, apa gunanya pakai masker?

Sebut saja warga di Kampung Warung Loa Desa Sukaluyu Kec. Tamansari Kab. Bogor. Banyak di antara mereka tidak tahu manfaat masker, apalagi punya masker. Karena bagi mereka, sekalipun harga masker terjangkau buat sebagian kalangan, lebih baik mereka gunakan uangnya untuk belanja masak hari-hari. Maklum, kampung itu tergolong prasejahtera alias miskin. Karena itu, saya melalui TBM Lentera Pustaka yang saya dirikan di Desa Sukaluyu pun berupaya membantu dan menyediakan masker untuk dibagikan ke warga dan anak-anak pembaca aktif di sekitar TBM Lentera Pustaka. Karena salah seorang RT di sana WA saya, menyatakan “ekonomi di sana sudah muali sulit dan tolong dibawakan masker”. Apalagi pemprov Jabar pun sudah mewajibkan warganya menggunakan masker.

BACA JUGA:  Akankah Generasi Milenial Bangkrut Di Masa Pensiun?

Kenapa pakai masker?

Karena untuk mencegah penularan dan penyebaran virus corona Covid-19. Seperti dilansir dari Antara, Senin (6/4/2020), berdasarkan hasil studi Komisi Tetap penyakit Menular dan Ancaman Abad 21 di Amerika Serikat, virus corona bisa menular melalui percakapan dan pernapasan normal dengan orang terpapar. Artinya, siapapun yang saling ngobrol saling berbicara bisa terkena virus corona. Masalahnya, kita tidak tahu apakah teman ngobrol kita terpapar atau tidak? Maka, lebih amannya gunakanlah masker.

Jadi sekalipun sehat, masker pun harus digunakan saat keluar rumah. Agar tidak tertular. Apalagi saat bepergian di masa pandemi virus corona seperti sekarang ini. Tapi harus diingat pula, pakai masker bukan satu-satunya cara mencegah penularan virus corona.

BACA JUGA:  Generasi Muslim, Stop Bullying!

Ada juga yang penting dan harus dipatuhi. Yaitu 1) tetap #DiRymahAja, 2) selalu jaga jarak fisik (physical distancing) alias jangan dekat-dekat saat ngobrol, 3) tidak usah salam atau sentuhan saat bertemu, 4) rajin mencuci tangan dengan sabun, 5) tutup mulut (dengan masker) saat batuk atau bersin, dan 6) pastikan imunitas tubuh kuat; makan teratur dan istirahat yang cukup.

Maka di tengah wabah virus corona begini. Tentu, masyarakat atau warga tidak usah pengen jadi tenaga medis untuk membantu pasien corona. Apalagi turun ke lapangan jadi relawan. Tapi cukup lakukan edukasi saja kepada tetangga atau warga yang tidak tahu bahaya wabah virus corona. Atau setidaknya memberi tahu manfaat pakai masker dan menyediakannya. Sungguh, di luar sana, masih banyak saudara kita yang tidak paham dan tidak peduli bahaya wabah virus corona.

Virus corona adalah musibah. Maka kita bersama harus hadapi dengan kepatuham keteladanan, dan kepedulian. Patuh ikuti imbauan pemerintah. Menjadi teladan untuk mencegah virus corona. Dan yang terpenting, peduli sosial untuk membantu saudara-saudara kita yang membutuhkan masker. Jadikan wabah virus corona ini sebagai momentum untuk berbagi kepada sesama. Sekalipun hanya masker.

BACA JUGA:  Apa Itu Literasi ?

Seperti yang terjadi di Kampung Warung Loa Desa Sukaluyu Kec. Tamansari Kab. Bogor. Alhamdulillah, TBM Lentera Pustaka pun telah dibagikan masker untuk para warga dan anak-anak sekitar taman bacaan. Masker itu pun donasi atau sumbangan dari para donator, rekan-rekan Pendiri dan Kepala Program TBM Lentera Pustaka, Syarifudin Yunus. Orang-orang yang baik hati dan peduli terhadap sesamanya. Wabah virus corona, tentu bukan hanya ujian bagi bangsa Indonesia. Tapi juga ujian akan rasa kemanusiaan dan kepedulian sosial kita.

Percayalah, setiap tetes perilaku peduli kita kepada sesame pasti akan menyehatkan orang lain dan diri kita sendiri. Menyembuhkan perasaan dan hati, orang-orang yang jarang diperhatikan. Maka, mulailah peduli dari hal-hal yang kecil saja; sekalipun hanya berbagi masker di tengah wabah virus corona.

Jadi kenapa masker?

Karena memakai masker, “I protect you, You protect I”. Saya lindungi kamu dan kamu lindungi saya. Hanya itu ikhtiar yang bisa dilakukan manusia di kala wabah virus corona merebak, lalu berdoalah agar segera berakhir wabahnya. Selebihnya, biarkan Allah SWT yang bekerja untuk hamba-Nya ….

Komentar

Berita lainnya