oleh

Kekuasaan Allah Sangat Istimewa

Allah memang tidak terlihat oleh kasat mata manusia. Namun keberadaan-Nya hanya dapat dirasakan oleh keyakinan, keimanan. Namun demikian, secara kasat mata pun sebenarnya hakikat Allah itu ada bisa dilihat dari terbentangnya alam semesta ini. Adanya langit, bumi beserta seluruh isinya yang merupakan tanda-tanda keberadaan Allah.

Adanya siang dan malam, keajaiban-keajaiban di luar nalar manusia, seperti bayi yang selamat dari kecelakaan kendaraan, anak kecil yang masih bertahan hidup berhari-hari di reruntuhan pasca gempa dahsyat, orang yang sedang membaca Al-Quran atau sedang sujud shalat tiba-tiba tergeletak meninggal.

BACA JUGA:  Refleksi Idul Adha 1441H; Taat Sempurna dan Siap Berkurban Menuju Solusi Pandemi

Semua itu pun menandakan kekuasaan Allah yang sangat istimewa. Bahwa Allah yang tidak terlihat secara kasat mata, bukti kekuasannya ada di depan mata. Dan semua itu tidak ada yang sia-sia.

Apa yang tidak mungkin bagi Allah? Allah itu ada, Allah itu Maha Kaya, Maha Kuasa, Maha Besar dan Maha Segalanya. Apapun yang terjadi di dunia ini pasti Allah sudah takdirkan dan kita sebagai manusia hanya bisa menerimanya.

Namun, peristiwa yang kita alami di dunia, kehilangan pekerjaan, kehilangan harta, kehilangan orang yang kita cintai dan lain-lain pun semua itu terjadi tidak lain karena Allah. Allah ingin melihat keimanan kita. Bertambah atau hilang?

BACA JUGA:  Momentum Taat Kala Pandemi

Di antara masalah keimanan kita kepada Allah, adalah keyakinan akan kekuasaan Allah. Kita harus mantapkan dalam diri akan kekuasaan Allah. Bahwa di tangan-Nyalah semuanya, Allah Maha mengatur, Allah Maha berkehendak, Allah memuliakan sesuatu, juga Allah menghinakan segala sesuatu, yang dikehendaki-Nya. Jika, Allah menghendaki sesuatu terjadi, maka itu pasti terjadi, hanya dengan mengatakan Kun (Jadilah).

Manusia yang merupakan mahluk paling mulia diantara makhluk lainnya yag diciptakan oleh Allah pasti banyak merasakan hal-hal yang akhirnya dirinya tidak beryukur. Semua yang terjadi, yang menimpa kita sebagai makhluk Allah, baik susah maupun senang, pasti ada hikmah tersendiri, dan kita sebagai orang beriman, hikmah yang kita peroleh dalam setiap kejadian akan menjadi suatu nikmat, dan kita wajib mensyukuri nikmat tersebut.

BACA JUGA:  Refleksi Idul Adha 1441H; Taat Sempurna dan Siap Berkurban Menuju Solusi Pandemi

Kita harus selalu ingat, dan berfikir positif, bahwa hakikatnya hidup ini bukan tentang apa dan berapa yang kita miliki, namun apa dan berapa yang dapat kita nikmati untuk kita syukuri dan menjadi pribadi yang lebih baik lagi. (Hana NJ)

Komentar

Berita lainnya