oleh

Hingga Rabu Sore, Pasien Positif Corona di Depok Terhitung 19 Orang

Live Update COVID-19 Indonesia

1.677
Positif
157
Meninggal
103
Sembuh

Live Update COVID-19 Dunia

946.875
Positif
48.135
Meninggal
200.317
Sembuh

DEPOK – Wali Kota Depok Mohammad Idris mengatakan, berdasarkan data terbaru yang dilansir dari Crisis Center Corona di Kota Depok, hingga Rabu 25 Maret 2020, kasus positif atau terkonfirmasi bertambah 4 menjadi sebanyak 19 orang, sembuh empat orang dan satu orang meninggal dunia.

Sementara Pasien Dalam Pengawasan (PDP), kata Mohammad Idris, bertambah 31 orang menjadi 173 orang. Dengan rincian, 13 orang telah selesai ditangani dan 160 masih dalam pengawasan.

“Berkenaan dengan banyaknya permintaan agar jumlah kasus PDP meninggal disampaikan kepada publik, hari ini kami sampaikan bahwa jumlah PDP yang meninggal di Kota Depok dari tanggal 18-25 Maret 2020 sebanyak 9 orang,” tuturnya, Rabu (25/03/20).

BACA JUGA:  Batal di Alun-alun, Rapid Test COVID-19 Pindah ke Seluruh Puskesmas Depok

Dirinya menegaskan, status PDP belum bisa dinyatakan pasien tersebut positif atau negatif Covid-19. Sebab, imbuhnya, harus menunggu hasil pemeriksaan Polymerase Chain Reaction (PCR) yang datanya dikeluarkan oleh Public Health Emergency Operating Centre ( PHEOC) Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.

Selanjutnya, ucap Mohammad Idris, orang dalam pemantauan (ODP) juga bertambah 128 orang menjadi 568 orang. Dengan rincian, yang telah selesai ditangani 187 orang dan 381 orang masih dalam pemantauan.

BACA JUGA:  APD Masih Terbatas, Rumah Sakit Butuh Gandengan Tangan Masyarakat

Dirinya menambahkan, sementara terkait penyelenggaraan Rapid Test, rencananya dilakukan di Puskesmas dan Rumah Sakit (RS). Rapid test di RS diperuntukkan bagi PDP dan tenaga kesehatan Rumah Sakit yang kontak langsung dengan pasien positif tanpa menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) lengkap.

“Sedangkan di Puskesmas diperuntukkan bagi ODP, pasien yang datang ke puskesmas dengan indikasi mirip Covid-19, serta tenaga kesehatan Puskesmas yang kontak erat dengan pasien positif tanpa menggunakan APD lengkap,” tutupnya. []

Komentar

Berita lainnya