oleh

Hingga Rabu Sore, Pasien Positif Corona di Depok Terhitung 19 Orang

DEPOK – Wali Kota Depok Mohammad Idris mengatakan, berdasarkan data terbaru yang dilansir dari Crisis Center Corona di Kota Depok, hingga Rabu 25 Maret 2020, kasus positif atau terkonfirmasi bertambah 4 menjadi sebanyak 19 orang, sembuh empat orang dan satu orang meninggal dunia.

Sementara Pasien Dalam Pengawasan (PDP), kata Mohammad Idris, bertambah 31 orang menjadi 173 orang. Dengan rincian, 13 orang telah selesai ditangani dan 160 masih dalam pengawasan.

BACA JUGA:  Program SUKSES Dinilai Mampu Bangkitkan Ekonomi Warga Depok

“Berkenaan dengan banyaknya permintaan agar jumlah kasus PDP meninggal disampaikan kepada publik, hari ini kami sampaikan bahwa jumlah PDP yang meninggal di Kota Depok dari tanggal 18-25 Maret 2020 sebanyak 9 orang,” tuturnya, Rabu (25/03/20).

Dirinya menegaskan, status PDP belum bisa dinyatakan pasien tersebut positif atau negatif Covid-19. Sebab, imbuhnya, harus menunggu hasil pemeriksaan Polymerase Chain Reaction (PCR) yang datanya dikeluarkan oleh Public Health Emergency Operating Centre ( PHEOC) Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.

BACA JUGA:  PMI Kembali Semprot Balai Kota Depok

Selanjutnya, ucap Mohammad Idris, orang dalam pemantauan (ODP) juga bertambah 128 orang menjadi 568 orang. Dengan rincian, yang telah selesai ditangani 187 orang dan 381 orang masih dalam pemantauan.

Dirinya menambahkan, sementara terkait penyelenggaraan Rapid Test, rencananya dilakukan di Puskesmas dan Rumah Sakit (RS). Rapid test di RS diperuntukkan bagi PDP dan tenaga kesehatan Rumah Sakit yang kontak langsung dengan pasien positif tanpa menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) lengkap.

BACA JUGA:  Pemkot Depok Evaluasi Perencanaan Anggaran Berbasis Gender

“Sedangkan di Puskesmas diperuntukkan bagi ODP, pasien yang datang ke puskesmas dengan indikasi mirip Covid-19, serta tenaga kesehatan Puskesmas yang kontak erat dengan pasien positif tanpa menggunakan APD lengkap,” tutupnya. []

Komentar

Berita lainnya