oleh

Hikmah di Balik ‘Stay at Home’

Live Update COVID-19 Indonesia

1.677
Positif
157
Meninggal
103
Sembuh

Live Update COVID-19 Dunia

940.733
Positif
47.518
Meninggal
196.217
Sembuh

Oleh : Dian Salindri

Manusia dianugrahkan oleh Allah kemampuan untuk beradaptasi. Yaitu kemampuan makhluk hidup untuk mengatasi tekanan dari lingkungan sekitarnya agar bisa bertahan hidup. Beradaptasi dengan alam, dengan lingkungan sekitar, dengan manusia lain, bahkan beradaptasi dengan kegiatannya masing-masing. Seperti yang saya rasakan saat ini di dua minggu terakhir. Disebabkan merebaknya wabah Corona yang berbahaya, maka pemerintah menghimbau rakyatnya untuk “stay at home” atau segalanya dilakukan dari rumah. Ini merupakan salah satu upaya untuk mencegah penyebaran virus covid-19 yang sedang melanda tidak hanya di Indonesia tapi juga seluruh dunia.

Sebagai ibu rumah tangga yang memang biasa dirumah, jadi tidak begitu kaget dengan himbauan “stay at home” ini. Yang membuat saya kewalahan, adalah pindahnya kegiatan belajar mengajar ke rumah. Sekolah dari rumah, Dungan bimbingan dari para guru via media online. Bikin mamak-mamak hipertensi, sakit kepala sampai sakit gigi katanya. Anak-anak juga mengalami kebosanan akut dan jadi sering meriang karena ibunya berubah sifatnya, dari kucing jadi seperti seekor macan kumbang.

BACA JUGA:  Pemerintah Tak Tanggap Hadapi Pademi Covid-19

Banyak ibu-ibu yang mengeluarkan segala kemampuan berkreasinya, mulai dari kreasi menu masakan, cemilan, sampai kreasi kegiatan dalam rumah untuk menghindari rasa bosan dari si anak. Tidak heran, ibu-ibu jadi rajin masak. Karena selama anak-anak dirumah,nafsu makannya meningkat dua sampai tiga kali lipat. Banyak juga kegiatan memasak bersama, berkebun dan lain lain yang diupayakan orangtua demi kondusifnya keadaan rumah. Belum lagi rumah yang tak pernah rapih, ini yang bikin emak-emak naik darah dan kelelahan akut. Persis yang saya rasakan saat ini.

Meski jadwal kegiatan dirumah saat ini cukup padat, saya mulai menikmatinya dan sudah bisa mengikuti ritme yang ada. Inilah salah satu contoh kemampuan manusia dalam beradaptasi. Mungkin agak berlebihan, tapi bagi saya kegiatan mengurus rumah dan menjalankan aktivitas mengajar anak-anak, membuat saya harus pandai mengorganisir jadwal saya dan keluarga dirumah. Tapi jikalau mau jujur, sebenarnya mendidik anak adalah tugas dan tanggung jawab dari orangtua. Tanggung jawab yang saat ini kita kuasakan kepada guru-guru di sekolahnya. Sekarang, ketika tugas itu dikembalikan kepada para orangtua, mendadak kita jadi kewalahan, mengeluh, bahkan menjalaninya dengan banyak drama, mulai dari drama india, drama korea sampai telenovela.

BACA JUGA:  Perintah Agama dalam Menjaga Kesehatan; Bentuk Ikhtiar Pencegahan Penyebaran Covid-19

Jadi, setelah memikirkan hakikat kita sebagai orang tua yang memiliki peran paling besar dalam mendidik anak, saya berusaha menjalani peran ini dengan sebaik mungkin dan mengambil hikmah dari kejadian ini. Karena banyak orantua yang abai dan lalai dengan pedidikan anaknya. Terutama pendidikan tentang akhlaknya. Banyak anak-anak jaman sekarang yang diberi akses internet tanpa batas, game yang tak berkesudahan dan banyak lainnya yang melahirkan anak-anak anti sosial. Berkumpul dengan keluarga jadi hal yang aneh dan membosankan, padahal ini adalah momen yang tepat dimana keluarga bisa lebih dekat satu sama lain. Dimana ayah (yang bekerja dirumah) bisa melihat kegiatan sehari-hari keluarganya. Sehingga menciptakan rasa saling pengertian diantara anggota keluarga.

BACA JUGA:  Perintah Agama dalam Menjaga Kesehatan; Bentuk Ikhtiar Pencegahan Penyebaran Covid-19

Sekarang cobalah untuk selalu bersyukur dan menikmati momen “stay at home” ini. Karena setiap hal yang terjadi dalam hidup kita pasti ada hikmah didalamnya. Boleh jadi ini menjadi ajang untuk muhasabah diri untuk kita, sebagai ajang untuk menguatkan ikatan antara orangtua dan anak. Serta melatih diri untuk berempati dengan orang lain. Yakinlah bahwa segala sesuatu yang terjadi di dunia ini adalah atas izin Allah SWT. Semoga wabah ini segera berakhir dan kita bisa menjalani aktivitas seperti biasa dan pastinya menjadi orang yang lebih baik.

Komentar

Berita lainnya