oleh

Depok Perpanjang Masa Belajar di Rumah Hingga 11 April 2020

Live Update COVID-19 Indonesia

1.677
Positif
157
Meninggal
103
Sembuh

Live Update COVID-19 Dunia

946.875
Positif
48.135
Meninggal
200.317
Sembuh

DEPOK – Pemerintah Kota (Pemkot) Depok memutuskan untuk memperpanjang masa belajar di rumah mulai dari tingkat Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) hingga Sekolah Menengah Atas (SMA). Kebijakan ini tertuang dalam Surat Edaran Wali Kota Depok Nomor 420/142-Huk/Disdik tentang Perpanjangan Masa Belajar di Rumah Bagi Peserta Didik PAUD/TK/RA, SD/MI/, SMP/MTs, SMA/SMK/MA dan Lembaga Pendidikan Non Formal dalam Upaya Pencegahan Penyebaran Corona Virus Disease (Covid-19) di Kota Depok.

Wali Kota Depok, Mohammad Idris mengatakan, sebelumnya kegiatan belajar di rumah ditetapkan mulai 16-28 Maret 2020, kini diperpanjang hingga 11 April mendatang. Kebijakan ini berlaku untuk semua tingkatkan, termasuk sekolah non-formal.

“Diperpanjang lagi mulai 30 Maret sampai dengan 11 April 2020,” kata Mohammad Idris dalam situs resmi Pemkot Depok, Rabu (25/03/20).

BACA JUGA:  Cegah Corona, Rumah Zakat Depok Lakukan Aksi Penyemprotan Disinfektan

Untuk itu, Mohammad Idris menginstruksikan Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Depok untuk melakukan langkah taktis berupa penyusunan kembali sistem pembelajaran jarak jauk, yang sebelumnya sudah berjalan selama dua pekan. Dirinya juga mengimbau para orangtua agar tetap mendampingi anak-anaknya saat menjalankan aktivitas belajar di rumah, agar metode pembelajaran di rumah berjalan secara efektif.

BACA JUGA:  Cegah Penyebaran Covid-19, Warga Cakung Ciptakan Bilik Sterilisasi

“Saya ingatkan tidak ada siswa-siswi di Kota Depok berada di luar rumah dalam masa sekarang ini,” tegasnya.

Di lokasi yang berbeda, Kepala Disdik Kota Depok, Mohamad Thamrin menuturkan, pihaknya telah mengeluarkan kebijakan pembelajaran di rumah secara dalam jaringan (daring) atau online, dan luar jaringan (luring) atau offline. Kebijakan yang telah berjalan selama dua pekan tersebut akan diterapkan hingga 11 April 2020.

BACA JUGA:  Cegah Corona di Kalangan Santri, Dompet Dhuafa-ARBI Inisiasi Pencegahan Preventif di Berbagai Pesantren

Dia menyebut, untuk pembelajaran online, terdapat beberapa aplikasi belajar yang bisa diakses. Di antaranya, Rumah Belajar, Google G Suite for Education, dan Kelas Pintar. Sebaliknya untuk pembelajaran offline dilakukan dengan memberdayakan buku siswa dan bahan ajar.

“Pemberian tugas secara terstruktur, dengan memanfaatkan media sosial grup Whatsapp sekolah atau kelas, dan nanti ada semacam laporan yang harus disampaikan kepada sekolah,” pungkas Thamrin. []

Komentar

Berita lainnya