oleh

Darurat Covid-19, ACT Depok Distribusikan Pangan Gratis di Kampung Lio

Kampung Lio merupakan salah satu permukiman padat dan dihuni masyarakat prasejahtera di Depok. Kamis (19/3) lalu, 100 paket beras serta air minum wakaf ACT distribusikan di sana dalam rangka “Operasi Pangan Gratis” di masa darurat Covid-19.

DEPOK –Jakarta-Bogor yang nyaris tiap lima menit sekali melintas. Perkampungan kumuh, dihuni mayoritas masyarakat prasejahtera.

Kampung Lio merupakan permukiman yang ada di Kelurahan Depok, Kecamatan Pancoran Mas, Depok. Letaknya persis di belakang kompleks Pemerintahan Kota Depok. Dari kampung ini jelas terlihat bangunan gedung wali kota yang tinggi menjulang. Namun, lain kondisi dengan rumah yang dihuni warga Kampung Lio.

BACA JUGA:  Zakat Perkuat Ekonomi Masyarakat

Jumadi (35), salah satu warga yang telah tinggal di Kampung Lio sejak tahun 80an, bekerja sebagai tukang sampah. Ia tinggal di salah satu gang sempit di Kampung Lio. Bersama istrinya, Jumadi bertahan hidup dengan penghasilan Rp700 ribu per bulannya. “Tambahan penghasilan paling dari ngumpulin botol bekas,” ungkapnya, Kamis (19/3).

Penghasilan Rp700 ribu yang Jumadi dapat harus disisihkan untuk keperluan hidup dan pendidikan dua anaknya yang ia tinggal di Indramayu. Tak hanya itu, Jumadi juga harus menyisihkan untuk keperluan rumah tangga dan membayar sewa tempat tinggal.

Kamis itu, Jumadi merupakan salah satu warga yang mendapatkan beras dari program Sahabat Keluarga Prasejahtera (SKPI) serta satu karton Air Minum Wakaf dari Aksi Cepat Tanggap (ACT). Pendistribusian ini merupakan rangkaian dari aksi “Operasi Pangan Gratis” yang ACT jalankan selama masa darurat Covid-19.

BACA JUGA:  Bantu Sesama, Warga Sawangan Dirikan Dapur Umum

“Terima kasih bantuannya, membantu banget. Soalnya bayaran jadi tukang sampah juga enggak terlalu besar, buat anak di kampung juga,” ungkap yang ikut mendistribusikan paket beras dan air minum wakaf ke masyarakat prasejahtera di Kampung Lio,Depok.

Zaid Muzayyan dari Tim Program ACT Depok mengatakan, sebanyak 100 paket beras dan Air Minum Makaf didistribusikan ke warga prasejahtera di Kampung Lio. Berkolaborasi dengan Komunitas Laskar Berani Hijrah (Lebah) yang melibatkan komunitas punk, pendistribusian mencakup hingga dua RT. “Melibatkan komunitas punk juga sebagai cara ACT untuk mengurangi stigma negatif anak punk di mata masyarakat,” jelasnya.

BACA JUGA:  Kembali Layanan 1000 Makan Gratis Humanity Food Truck ACT Untuk Warga Depok

Alfa Sifa Ramadhan atau akrab dipanggil Bagol, salah satu anak punk, mengatakan dirinya merasa senang bisa ikut mendistribusikan bantuan kemanusiaan ini. Ia berharap agar masyarakat tak selalu memandang anak punk dengan kejahatan.

“Dengan kami ikut pendistribusian bantuan dari ACT, semoga bisa mengurangi pandangan buruk ke anak punk. Kami enggak selalu melakukan kejahatan,” harapnya.[]

Komentar

Berita lainnya