oleh

Batal di Alun-alun, Rapid Test COVID-19 Pindah ke Seluruh Puskesmas Depok

DEPOK – Wali Kota Depok, Mohammad Idris mengambil langkah cepat dan taktis demi mengantisipasi penyebaran Coronavirus Disease 19 (Covid-19). Salah satunya dengan pelaksanaan Rapid Test Corona di seluruh Puskesmas dan rumah sakit di Kota Depok.

“Terkait dengan rencana Rapid Test, perlu kami sampaikan beberapa perubahan. Terutama bagi perubahan tempat untuk Rapid Test bagi orang dalam pemantauan (ODP), awalnya akan dilaksanakan di Alun-alun Kota Depok menjadi di seluruh Puskesmas di Kota Depok,” jelas Mohammad Idris pada laman resmi Pemerintah Kota Depok.

BACA JUGA:  ACT Depok dan Zakat Sukses Kolaborasi Program Humanity Care

Dikatakannya, seluruh ODP akan diperiksa, pasien yang datang ke Puskesmas, memiliki indikasi mirip COVID-19. Lalu, ujarnya, bagi tenaga kesehatan yang kontak erat dengan pasien positif yang tidak menggunakan alat pelindung diri (APD) lengkap.

Kemudian, sambung Mohammad Idris, untuk pelaksanaan Rapid Test sasaran di rumah sakit untuk kasus pasien dalam pengawasan (PDP) yang dirawat di rumah sakit. Selain juga tenaga kesehatan yang kontak erat dengan pasien positif Corona yang tidak menggunakan APD lengkap.

BACA JUGA:  Bantu Sesama, Warga Sawangan Dirikan Dapur Umum

Selain itu, dirinya melaporkan perkembangan data penyebaran Coronavirus Disease 19 (Covid-19) di Depok. Berdasarkan data yang diperbarui melalui ccc-19.depok.go.id, hingga 23 Maret 2020, jumlah kasus terkonfirmasi sebanyak 13 orang.

“Ini data terbaru hari ini, untuk kasus yang terkonfirmasi jumlahnya masih sama dengan hari Minggu kemarin,” tuturnya.

Sedangkan, sambung Mohammad Idris, jumlah pasien yang sembuh juga masih sama, yaitu sebanyak 4 orang. Sedangkan untuk pasien meninggal tidak ada.

Kemudian, lanjutnya, untuk PDP ada 121 orang. Dengan rincian, yang sudah ditangani sebanyak 11 orang dan 110 orang masih dalam pengawasan.

BACA JUGA:  Majelis Ta'lim Nurrusyabaab Wujudkan Kepedulian Mulai dari Usia Dini

“Lalu ODP di Kota Depok sebanyak 402 orang. Yang sudah selesai ditangani 185 orang, dan masih dalam pemantauan sebanyak 216 orang,” tambahnya.

Dia menambahkan, pihaknya akan terus berupaya memutus mata rantai penyebaran Covid-19. Termasuk terus mengingatkan kepada masyarakat agar tetap tinggal di rumah.

“Hindari kerumunan dan keramaian, jaga jarak, dan jaga fisik dari orang lain, agar penyebaran Covid-19 dapat kita dihentikan secara bersama-sama” tandasnya. []

Komentar

Berita lainnya