oleh

Kerajinan Tangan Hasil Penyandang Disabilitas, Tak Kalah Keren!

Live Update COVID-19 Indonesia

2.738
Positif
221
Meninggal
204
Sembuh

Live Update COVID-19 Dunia

1.431.706
Positif
82.080
Meninggal
302.149
Sembuh

Kerajinan Tangan adalah kegiatan menciptakan suatu produk atau barang yang dilakukan oleh tangan dan memiliki fungsi pakai atau keindahan sehingga memiliki nilai jual.

Hasil kerajinan tangan saat ini di Indonesia mungkin sudahlah tidak seperti dulu, dimana selalu diperhatikan. Jaman sekarang semakin berkembangnya teknologi , maka hal-hal yang tidak berkaitan dengan teknologi pun telah kurang diperhatikan.

Tapi apakah hal itu sama dengan hasil karya Penyandang Disabilitas?
Apakah hasil karya Penyandang Disabilitas telah diperhatikan?
Apakah hasil karya Penyandang Disabilitas telah mendapat apresiasi yang baik?

Hasil produk tenoon yang menjual kerajinan tangan karya para penyandang disabilitas.

Jumlah penyandang disabilitas di Indonesia adalah: 11,580,117 orang dengan di antaranya 3,474,035 (penyandang disabiltais penglihatan), 3,010,830 (penyandang disabilitas fisik), 2,547,626 (penyandang disabilitas pendengaran), 1,389,614 (penyandang disabiltias mental) dan 1,158,012 (penyandang disabilitas kronis).

“Tentu kami sangat bahagia, karena ini menjadi sarana dan solusi menyerap banyak tenaga kerja dari penyandang disabilitas di sektor industri. Program ini diharapkan menjadi contoh bagi kementerian lain, seperti BUMN dan Ketenagakerjaan dalam upaya meningkatkan keterampilan penyandang disabilitas” tutur Gufroni (Ketua Umum Persatuan Penyandang Disabilitas Indonesia. PPDI) seperti dilansir pikiran-rakyat.com beberapa waktu lalu.

BACA JUGA:  Strategi Bertahan Bisnis Ditengah Pandemi Covid-19

Sejak adanya perubahan data disabilitas dari Indikator Kesehatan menjadi indicator Kesejahteraan Sosial, persoalan disabilitas saat ini telah menjadi masalah sosial. Menurut UU No. 11 tahun 2009 tentang Kesejahteraan Sosial dan Keputusan Menteri Sosial No.82/HUK/2005 tentang Tugas dan Tata Kerja Departemen Sosial menyatakan bahwa focal point dalam penanganan permasalahan penyandang disabilitas di Indonesia adalah Kementerian Sosial RI.

Hasil produk tenoon yang menjual kerajinan tangan karya para penyandang disabilitas.

Tugas tersebut lebih diarahkan pada upaya pelayanan dan rehabilitasi sosial, yaitu proses refungsionalisasi dan pengembangan untuk memungkinkan penyandang disabilitas mampu melaksanakan fungsi sosialnya secara wajar dalam kehidupan masyarakat.

Ternyata ada berbagai upaya yang terus dilakukan oleh pemerintah dalam menerapkan setiap hasil kerajinan tangan Penyandang Disabilitas yaitu kerja sama antara Kementerian Perindustrian dan Kementerian Sosial. Dengan kerja sama itu banyak harapan dari setiap mayarakat agar penyandang disabilitas mendaptkan perhatian yang lebih dan tentunya mendapatkan hidup yang lebih baik lagi.

BACA JUGA:  Akhir Pekan #DirumahSaja, Anda Bisa Lakukan Ini Bersama Keluarga

Melalui setiap komunitas disabilitas di Indonesia ternyata dapat menjadi tempat dimana para penyandang disabilitas menuangkan setiap bakat dan karya mereka. Semoga semakin banyak orang yang akan mengapresiasi setiap karya/hasil kerajinan tangan dari penyandang disabilitas.

Nicky Claraentia Pratiwi, salah satu womanpreneur di Indonesia yang telah menginspirasi banyak orang dengan kisah hidupnya sebagai seorang penyandang disabilitas yang menggunakan kaki prostetic. Melalui pengalaman hidupnya , ia telah menginsipirasi banyak penyandang disabilitas dalam menjalani kehidupan dan dalam berkarya.

“Disabilitas di indonesia sudah cukup mendapatkan perhatian , tetapi mungkin masih perlu banyak peningkatan,” ujar wanita yang lebih dikenal dengan nama Nicky Clara ini saat ditemui beberapa waktu lalu.

BACA JUGA:  WFH Membuat Stres? Ini Tipsnya Agar Nyaman Bekerja di Rumah

Disisi lain pun, Nicky Clara mengungkapkan bahwa dengan adanya Asian Para Games belum lama ini telah membuka mata masyarakat indonesia khususnya Jakarta, bahwa ternyata teman-teman penyandang disabilitas itu ada di sekitar kita baik itu tunanetra, tunadaksa dan tuli.

“Kita pun sebagai penyandang disabilitas harus seimbang, jangan banyak menuntut tapi menggunakan apa yang telah disediakan,” tambah Nicky.

Menjalani hidup bagi Nicky Clara dengan berbagai karya hal yang membuat orang terkagum sama kisah hidupnya. Ketika ditanya mengenai kesulitan apa dalam berkarya nicky menjawab “mental block, hal ini yang sering membuat disabilitas susah berkarya, karena selalu merasa tidak bisa ini, tidak bisa itu. Dan sebagai seorang yang dilahirkan sebagai disabilitas atau menjadi disabilitas, mental block itu yang menjadi kesulitan.”

 

Claudia Kezia Waworuntu
Mahasiswi London School of Public Relations – Jakarta

Komentar

Berita lainnya