oleh

SMP Avicenna Cinere Raih Peringkat 3 Tingkat Nasional OPSI 2019

DEPOK – SMP Avicenna Cinere, Depok, Jawa Barat meraih medali perunggu atau juara ke 3 tingkat Nasional dalam kompetesi Olimpiade Penelitian Siswa Indonesia (OPSI) SMP 2019 FAIR yang digelar oleh Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan bertempat di EL Hotel Royal Jakarta Utara sejak 26 hingga 30 November 2019.

Siswa SMP Avicenna Cinere bernama Ravelino NR Hutagalung dan Albaru Rhandy Kautsar berhasil menjadi juara ketiga tingkat Nasional dalam bidang teknologi rekayasa dengan penelitian karya ilmiah yaitu: Pengelolaan Sampah Terpadu Menggunakan Alat Monitoring Sampah Berbasis Internet setelah bersaing dengan 102 peserta dari 34 Provinsi dengan tiga bidang lomba, yaitu IPA, IPS dan Teknologi Rekayasa.

“Bangga tentu saja kami rasakan pada siswa siswa kami yang telah mendapatkan juara ketiga tingkat Nasional. Namun tidak hanya sampai disini, tetapi menjadikan semangat untuk terus berinovasi demi mengabdikan diri kepada masyarakat,” ujar Humas SMP Avicenna Cinere, Tridias Soja Anggraini, dalam keterangannya kepada DepokPos, Senin (2/12).

BACA JUGA:  Ini Mekanisme Permohonan Sedot Tinja di Depok

Penelitian ini merupakan hasil Karya Ilmiah Remaja (KIR) yang dibimbing oleh Theresa Dwi Utami yang merupakan guru dari SMP Avicenna Cinere, Depok, Jawa Barat. Dimana munculnya penelitian ini dikarenakan adanya Peningkatan populasi dan kesejahteraan masyarakat yang berdampak terhadap peningkatan jumlah sampah yang dihasilkan oleh kegiatan rumah tangga.

Terkait hal ini beberapa masalah terjadi dalam pengelolaan dan pemantaun volume sampah. Sehingga ketepatan waktu dalam pengangkutan sampah menjadi salah satu faktor dalam pengolaan dan pemantauan volume sampah. Terkadang, petugas kebersihan akan mengalami keterlambatan dalam mengangkut sampah.

BACA JUGA:  FH UI Paparkan Pentingnya Hak Anak ke Warga Cimanggis

“Kondisi ini akan berdampak pada masalah lingkungan, yaitu penumpukan sampah yang akan menimbulkan bau tidak sedap dan polusi pada lingkungan sekitar. Sehingga siswa kami menciptakan alat yang bisa memantau jumlah sampah di tempat sampah,” tambah Tridias.

Tim penelitian membuat alat yang disebut “MOSA” dengan teknologi NODE MCU berbasis Internet Of Thing (IOT) sebagai alat untuk memantau jumlah volume sampah. Hal ini berguna juga untuk membantu petugas kebersihan dalam melaksanakan tugasnya pula dan pengguna dapat memantau apakah sampahnya sudah dapat untuk diangkut sehingga terminimalisir polusi sampah di lingkungan sekitar.(Enji)

Komentar

Berita lainnya