oleh

Nur Hasan Terpilih Menjadi Ketua Umum Asosiasi DPLK 2019-2023

JAKARTA – Asosiasi DPLK mengumumkan secara resmi terpilihnya Nur Hasan Kurniawan sebagai Ketua Umum Asosiasi DPLK (Dana Pensiun Lembaga Keuangan) periode 2019-2023. Melalui Rapat Umum Anggota (RUA) 2019 terpilih dengan memperoleh 14 suara dari 22 anggota yang hadir di Jakarta (10/12) dan sekaligus menggantikan Abdul Rachman yang telah menjadi Ketua Umum dua periode terakhir.

Nur Hasan Kurniawan merupakan professional dan praktisi yang telah berkecimpung selama lebih dari 20 tahun di industri DPLK. Sebelumnya dia menjabat sebagai Wakil Ketua Umum Asosiasi DPLK. Kandidat Doktor Manajemen SDM Pascasarjana UNJ ini pun aktif dalam menjalin hubungan dengan regulator dan anggota DPLK di Indonesia.

“Selain tetap menjaga kemitraan dengan regulator, semoga Asosiasi DPLK ke depan bisa memberi kontribusi lebih besar bagi penyediaan program pensiun pekerja di Indonesia. Maka Asosiasi DPLK akan focus dalam membangun edukasi pentingnya dana pensiun, sinergi sesama pelaku industry, dan ekspansi untuk meningkatkan kepesertaan dan aset yang dikelola industri DPLK” ujar Nur Hasan Kurniawan saat memberi sambutan.

BACA JUGA:  Tingkatkan Layanan Publik, Dirut KAI Gelar Inspeksi Dadakan

Hingga November 2019, aset industry DPLK sebesar Rp 92 triliun dengan melayani lebih dari 3,35 juta pekerja. Pertumbuhan asset DPLK dalam 6 tahun terakhir mencapai 22%. Selain itu, Asosiasi DPLK juga telah menerapkan Sertifikasi DPLK sebagai standar komptensi tenaga pemasar dan staf yang berkiprah di industry DPLK.. Untuk menjaga profesionalisme dan standar mutu, program Sertifikasi DPLK akan terus dijalankan di samping membangun edukasi dan literasi dana pensiun secara lebih masif.

BACA JUGA:  Dewi Anggraini Wakil Asia-Oceania di Ajang Ekspedisi Internasional

Asosiasi DPLK berkomitmen untuk mengembangkan industri dana pensiun di Indonesia, di samping mengawal terselenggaranya program kesejahteraan karyawan di Indonesia yang sesuai dengan harapan. Seperti diketahui, saat ini tidak lebih dari 6% pekerja di Indonesia yang telah memiliki program pensiun. Hal ini berarti, 94% dari pekerja di Indonesia memiliki ketidakpastian hari tua. Untuk itu, edukasi DPLK sangat diperlukan untuk mempersiapkan masa pensiun pekerja yang sejahtera. Hal ini sekaligus menjadi antisipasi terhadap ledakan pensiunan atau lanjut usia yang diperkirakan mencapai 40 juta orang pada tahun 2025 nanti.

BACA JUGA:  Dirut KAI dan MRT Bentuk Usaha Patungan Integrasi Moda Transportasi

Rapat Umum Anggota (RUA) Perkumpulan DPLK ini merupakan ajang tahunan bagi pelaku industri DPLK di Indonesia untuk mengevaluasi kinerja dan menyusun kesepakatan stratetis dalam meningkatkan pertumbuhan bisnis program pensiun DPLK. RUA Asosiasi DPLK tahun 2019 ini dihadiri 62 peserta dari 23 DPLK di Indonesia dan dibuka oleh Andra Sapta, Direktur Pengawasan Dana Pensiun dan BPJS TK IKNB OJK.

Komentar

Berita lainnya