oleh

Mengenal Lebih Jauh Menstrual Cup, Benarkah Berbahaya bagi Kesehatan?

Banyak kalangan perempuan yang mulai menggunakan menstrual cup/cangkir menstruasi sebagai pengganti pembalut konvensional. Menstrual cup adalah wadah berbentuk lonceng, terbuat dari silikon, lateks, atau karet yang dimasukkan ke dalam vagina ketika seseorang sedang menstruasi. Produk menstruasi ini dapat menampung darah tiga kali lebih banyak jika dibandingkan dengan pembalut sekali pakai atau tampon.

Melalui peran media sosial seperti Twitter, Instagram, dan YouTube mulai tersebar informasi mengenai menstrual cup ini. Informasi tersebut tentu menuai pro dan kontra dari masyarakat. Terdapat beberapa kepercayaan bahwa menstrual cup dapat menyebabkan masalah kesehatan dan hilangnya keperawanan. Namun, apakah benar menstrual cup berbahaya?

Sudah ada beberapa penelitian yang dilakukan untuk memastikan keamanan dari menstrual cup. Laporan yang diterbitkan dalam The Lancet Public Health menemukan bahwa menstrual cup aman digunakan dan sama efektifnya dengan produk sanitasi lainnya. Penelitian lain juga menemukan bahwa tidak ada peningkatan risiko kesehatan akibat penggunaan menstrual cup di antara wanita dan perempuan Eropa, Amerika Utara, dan Afrika. Pada empat studi yang melibatkan 507 wanita, menstrual cup terbukti tidak memiliki efek negatif pada floravagina—bakteri yang hidup di dalam vagina—yang dapat mengakibatkan infeksi.

BACA JUGA:  Kenali Gejala Virus Corona dan Upaya Pencegahannya

Penelitian juga dilakukan pada remaja putri di Kenya dan didapatkan kesimpulan bahwa menstrual cup aman digunakan karena tidak ditemukan indikasi bahaya atau ancaman terhadap kesehatan. Keamanan menstrual cup juga diperkuat dengan adanya penelitian pada negara berpenghasilan tinggi maupun rendah yang menemukan bahwa tidak ada risiko kesehatan daripenggunaan menstrual cup yang dilaporkan secara signifikan. Serupa dengan penelitian sebelumnya, pada penelitian ini terbukti bahwa menstrual cup tidak mempengaruhi flora dan pH vagina, sehingga risiko kesehatan seperti Toxic Shock Syndrome, infeksi, dan iritasi kulit lebihkecil dibandingkan dengan produk lainnya. Namun, tetap perlu diingat bahwa kebersihan tangan menjadi penting untuk memastikan keamanan penggunaan menstrual cup.

Masyarakat masih mengaitkan penggunaan menstrual cup dengan pecahnya selaput dara dan hilangnya keperawanan. Sehingga banyak perempuan yang belum pernah berhubungan seksual takut untuk mencoba produk sanitasi ini. Dilansir pada Flo Health, Anna Targonskaya seorang profesional obgyn dan konsultan medis mengatakan bahwa perempuan yang masih perawan juga dapat menggunakan menstrual cup. Hal tersebut tidak akan membahayakan selaput dara, dan bisa disesuaikan dengan memilih ukuran cup yang tepat.

Selaput dara adalah jaringan tipis yang menutupi sebagian atau seluruh vagina, bahkan sebagian anak perempuan dilahirkan tanpa selaput. Selaput dara dapat pecah bukan hanya karena berhubungan seksual, tetapi juga karena berbagai kegiatan seperti menunggang kuda atau olahraga berat lainnya. Jadi menurut Dr. Premitha Damodaran, seorang dokter spesialis obstetri dan ginekologi, memasukkan tampon atau menstrual cup juga dapat mengakibatkan selaput dara pecah tergantung dari jenis selaput dara yang dimiliki. Pada akhirnya keputusan untuk menggunakan menstrual cup tergantung pada bagaimana Anda mendefinisikan keperawanan itu sendiri.

BACA JUGA:  Kandungan Nikotin dalam Rokok Elektrik

Disisi lain, menstrual cup juga memiliki daya tarik tersendiri. Produk ini dirancang untuk dapat digunakan berulang kali sehingga biaya yang dikeluarkan akan lebih sedikit dibandingkan dengan membeli pembalut konvensional yang hanya sekali pakai. Harga produk yang biasa ditawarkan adalah sekitar Rp 350.000-650.000,-. Angka tersebut terlihat besar pada awalnya, namun untuk waktu penggunaan jangka panjang produk ini sangat ekonomis.

Selain hemat, menstrual cup juga lebih ramah lingkungan jika dibandingkan dengan produk menstrual lainnya. Menstrual cup dapat digunakan selama 5 – 10 tahun sehingga menghasilkan limbah yang jauh lebih sedikit. Kelebihan ini yang paling banyak dipertimbangkan dalam penggunaan menstrual cup. Penggunaan produk sanitasi ini akan mengurangi banyak sampah pembalut yang dihasilkan setiap periode haid.

BACA JUGA:  Kenali Gejala Virus Corona dan Upaya Pencegahannya

Setiap permulaan dalam mencoba menstrual cup ini mungkin sulit. Namun jika digunakan dengan cara-cara yang benar, maka tidak ada yang perlu ditakutkan. Anda dapat memilih ukuran menstrual cup yang sesuai karena tersedia dua ukuran yaitu, ukuran untuk yang belum atau sudah pernah melahirkan. Setiap penggunaan Anda harus selalu menjaga kebersihan tangan, dan mensterilkan menstrual cup dengan cara merebusnya selama 5-10 menit setiap periode menstruasi. Mencari posisi yang nyaman juga penting untuk keberhasilan dalam memasukkan menstrual cup sehingga otot vagina tidak tegang. Penggunaan dapat dikatakan sudah benar jika Anda tidak merasakannya di dalam vagina.

Tentu dengan proses trial and error, produk ini dapat menjadi alternatif yang sangat cocok untuk perempuan yang mudah iritasi ketika menggunakan pembalut konvensional. Menstrual cup ini juga aman digunakan dan tidak mengandung zat iritan. Selain itu, tidak dapat dipungkiri juga bahwa menstrual cup lebih ramah lingkungan. Sehingga penggunaan menstrual cup dapat dipertimbangkan sebagai salah satu alternatif untuk membantu menyelamatkan bumi dari penumpukan limbah.

Aenaya Delavera & Lila Andari, FKM UI.

Komentar

Berita lainnya