oleh

Mahasiswa UI Sosialisasikan Bank Sampah dan Pembuatan Biopori

Departemen Kesehatan Lingkungan FKM UI bekerjasama dengan Mahasiswa Program Studi Kesehatan Lingkungan melalui Himpunan Mahasiswa Departemen Kesehatan Lingkungan (ENVIHSA – Environmental Health Student Association) melakukan program pengabdian masyarakat di desa Kadumanggu, Babakan Madang, Kabupaten Bogor, 29 November 2019.

Target lokasi dalam program ini ialah 6 RW yang berada di desa Kadumanggu. Kondisi di desa tersebut masih memiliki permasalahan lingkungan, salah satunya ialah sampah. Minimnya fasilitas menyebabkan warga desa Kadumanggu membuang sampah secara komunal di lahan terbuka.

Berdasarkan hal di atas, program pengabdian masyarakat dilakukan sebagai salah satu upaya untuk mengurangi permasalahan lingkungan khususnya mengenai sampah. Pengelolaan sampah yang masih dibakar dan dibuang sembarangan sehingga dibutuhkan upaya pengurangan perilaku tersebut dengan membuat Bank Sampah sebagai pengelolaan sampah anorganik bernilai ekonomis dan Biopori sebagai pengelolaan sampah organik. Untuk pembentukan Bank Sampah, dilakukan sosialisasi sebanyak dua kali yang bertempat dirumah warga di RW 02, Desa Kadumanggu.

BACA JUGA:  FH UI Paparkan Pentingnya Hak Anak ke Warga Cimanggis

Selain itu, untuk masalah sampah organik kegiatan yang dilakukan sebagai realisasi upaya tersebut ialah pembuatan biopori. Selain solusi untuk permasalahan sampah, pembuatan biopori bertujuan sebagai resapan air hujan sehingga dapat meminimalisir terjadinya banjir. Kegiatan ini melibatkan stakeholder setempat serta partisipasi warga.

Pembuatan biopori dilakukan secara massal melalui praktik yang dibimbing oleh mahasiswa kesehatan lingkungan (ENVIHSA) pada setiap RW di desa Kadumangu. Acara diawali dengan peresmian sekaligus penyerahan simbolis peralatan biopori berupa bor biopori, pipa paralon, tutup biopori, dan sarung tangan dari pihak mahasiswa kesehatan lingkungan ke desa Kadumanggu.

BACA JUGA:  FH UI Paparkan Pentingnya Hak Anak ke Warga Cimanggis

Setelah peresmian, acara dilanjutkan dengan praktik membuat biopori yang tersebar pada setiap RW. Warga terlibat langsung untuk praktik membuat biopori sejumlah satu hingga tiga lubang tiap RW. Mahasiswa kesehatan lingkungan memberikan buku panduan membuat biopori untuk memudahkan warga dalam praktik mandiri.

Adapun distribusi peralatan biopori dan buku panduan dilakukan secara merata ke setiap RW yang disesuaikan dengan jumlah RT yang ada sehingga setiap RT akan memiliki peralatan biopori. Setiap RT akan mendapat 3 bor biopori, 8 tutup biopori, 1 pack sarung tangan, 1 pipa 1 meter, dan 10 pipa 10 cm. (Raissa)

Komentar

Berita lainnya